alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

DPRD Reses Dua Hari, Telan Rp 906 Juta

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Belum genap dua bulan menjabat, anggota DPRD Bojonegoro, mulai menjalani reses atau menemui konstituen. Reses selama dua hari, dan berakhir hari ini (11/10). Kegiatan ini menelan anggaran tak sedikit.

Sesuai dokumen perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2019, anggaran reses sekali selama setahun menelan anggaran Rp 906 juta. Jumlah itu ada kenaikan dibanding pagu anggaran dalam APBD induk. Meskipun kenaikannya hanya sekitar 12 juta. Sebab, dalam APBD induk dianggarkan Rp 894 juta.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, sesuai jadwal anggota DPRD sudah ditetapkan dalam berkas hasil rapat badan musyawarah (bamus), reses DPRD akan berlangsung dua hari, yakni 10-11 Oktober.

Baca Juga :  Sempat Vakum Empat Tahun, Perlahan Ada Regenerasi Anggota

’’Resesnya dua hari,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (10/10).

Menurut dia, reses untuk anggota DPRD periode 2019-2024 berlangsung kemarin dan hari ini, merupakan yang pertama digelar. Dan kegiatan menemui konstituen ini juga reses yang terakhir untuk tahun ini.

Hasil dari reses ini akan menjadi pijakan DPRD dalam pembahasan rancangan (R)APBD 2020 bakal dimulai bulan depan. Sebab, dalam kegiatan DPRD yang menyapa konstituen itu, dipastikan banyak usulan program dari masyarakat.

’’Hasilnya sebagai acuan pembahasan RAPBD tahun depan,’’ lanjutnya.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Bojonegoro Tedjo Sukmono menyatakan, setiap tahun DPRD menggelar reses tiga kali. Namun, khusus tahun ini digelar dua kali. Sebab, tahun ini berlangsung pemilu, kemudian ada masa transisi.

Baca Juga :  Pembangunan Gazebo Pantai Kutang Mundur

’’Biasanya tiga kali, tapi untuk tahun ini ada pemilu. Jadi dua kali,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat staf ahli pemkab ini.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Belum genap dua bulan menjabat, anggota DPRD Bojonegoro, mulai menjalani reses atau menemui konstituen. Reses selama dua hari, dan berakhir hari ini (11/10). Kegiatan ini menelan anggaran tak sedikit.

Sesuai dokumen perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2019, anggaran reses sekali selama setahun menelan anggaran Rp 906 juta. Jumlah itu ada kenaikan dibanding pagu anggaran dalam APBD induk. Meskipun kenaikannya hanya sekitar 12 juta. Sebab, dalam APBD induk dianggarkan Rp 894 juta.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, sesuai jadwal anggota DPRD sudah ditetapkan dalam berkas hasil rapat badan musyawarah (bamus), reses DPRD akan berlangsung dua hari, yakni 10-11 Oktober.

Baca Juga :  RS Jatirogo, Masih Tahap Finishing dan Pemenuhan SDM

’’Resesnya dua hari,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (10/10).

Menurut dia, reses untuk anggota DPRD periode 2019-2024 berlangsung kemarin dan hari ini, merupakan yang pertama digelar. Dan kegiatan menemui konstituen ini juga reses yang terakhir untuk tahun ini.

Hasil dari reses ini akan menjadi pijakan DPRD dalam pembahasan rancangan (R)APBD 2020 bakal dimulai bulan depan. Sebab, dalam kegiatan DPRD yang menyapa konstituen itu, dipastikan banyak usulan program dari masyarakat.

’’Hasilnya sebagai acuan pembahasan RAPBD tahun depan,’’ lanjutnya.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Bojonegoro Tedjo Sukmono menyatakan, setiap tahun DPRD menggelar reses tiga kali. Namun, khusus tahun ini digelar dua kali. Sebab, tahun ini berlangsung pemilu, kemudian ada masa transisi.

Baca Juga :  Sempat Vakum Empat Tahun, Perlahan Ada Regenerasi Anggota

’’Biasanya tiga kali, tapi untuk tahun ini ada pemilu. Jadi dua kali,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat staf ahli pemkab ini.

Artikel Terkait

Most Read

Guru Paling Rentan Bercerai

Status GTT – PTT Dihapus

Ngeri! Anak ini Tebas Leher Ibu Kandungnya

Artikel Terbaru


/