alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pendaftar Bantuan Membeludak, Dinkop Verifikasi 2.100 Pelaku UMKM

Radar Bojonegoro – Hari ini (11/9) merupakan batas akhir pendaftaran bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM. Diprediksi pendaftar hari ini kembali membeludak dan memenuhi kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Bojonegoro.

Seperti kemarin (10/9), suasana antrean membeludak. Pelaku usaha UMKM memenuhi kantor dinkop. Petugas satpol PP ikut mengatur antrean di pintu masuk. Semua memakai masker dan antre berbaris hingga tepi Jalan Pattimura.

Jalan sedikit tersendat karena puluhan motor parkir kanan-kiri jalan. Silih berganti berdatangan, beberapa orang duduk di pelataran kantor dan trotoar. Bahkan, ada juga pemohon yang rela menggendong anaknya hanya untuk menyetorkan berkas.

Jamirah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota mengaku sudah mengantre sejak pagi. Sebelum mengumpulkan persyaratan, penjual kopi itu terlebih dahulu membuka rekening di bank. Karena salah satu persyaratan menyertakan fotokopi buku tabungan.

Baca Juga :  Mixagrip adakan Roadshow 11 Kota di Indonesia

“Belum memiliki rekening, tadi membuka tabungan dengan menyetor uang Rp 100 ribu,” ungkapnya. Namun, ketika mengumpulkan berkas persyaratan, Jamirah ternyata belum memenuhi semua syarat. Sebab tidak mencantumkan nomor telepon. Mau tak mau harus menunggu anaknya memberikan nomor telepon. Dan mengantre dari awal.

“Tidak punya HP, masih menunggu anak ke sini,” jelasnya. Jamirah mengetahui adanya bantuan dari anaknya, lalu menanyakan ke pihak desa, dan didukung mengurus bantuan untuk UMKM itu. Meski belum mengetahui besaran bantuan, namun bisa membantu usahanya. Karena pandemi korona cukup berpengaruh pada pendapatan.

“Warung kopi di dekat kolam pancing, ketika kolam tutup ikut tutup,” ujarnya. Berbeda, Bu Yah warga Desa Pacul, Kecamatan Kota mengatakan hanya mengumpulkan berkas persyaratan. Dan tidak lama berada di dalam kantor, sebab semua persyaratan sudah lengkap.

Baca Juga :  Persibo Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Liga 3

“Bantuan untuk modal usaha,” ungkap pedagang sayur keliling itu. Ketua Paguyuban Prima Utama UMKM Bojonegoro Susilo Indrianto mengatakan, sudah terdapat beberapa anggotanya terverifikasi dan mendapatkan bantuan. Sekitar 60 persen anggota sudah lolos verifikasi.

“Jumat terakhir pendaftaran,” terangnya. Kepala Dinkop UKM Sukaemi mengatakan, sekitar 2.100 pelaku UMKM sudah terverifikasi. Namun, masih banyak pendaftar datang hingga ditutup pukul 15.00. “Hampir semua karyawan dikerahkan untuk melayani,” jelasnya.

Sukaemi menjelaskan antusias pelaku UMKM cukup tinggi karena pandemi korona memengaruhi penghasilan. Namun, penentuan penerima bantuan menjadi wewenang Kementerian Koperasi UKM. “Penyaluran melalui dua bank,” jelasnya. 

Radar Bojonegoro – Hari ini (11/9) merupakan batas akhir pendaftaran bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM. Diprediksi pendaftar hari ini kembali membeludak dan memenuhi kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Bojonegoro.

Seperti kemarin (10/9), suasana antrean membeludak. Pelaku usaha UMKM memenuhi kantor dinkop. Petugas satpol PP ikut mengatur antrean di pintu masuk. Semua memakai masker dan antre berbaris hingga tepi Jalan Pattimura.

Jalan sedikit tersendat karena puluhan motor parkir kanan-kiri jalan. Silih berganti berdatangan, beberapa orang duduk di pelataran kantor dan trotoar. Bahkan, ada juga pemohon yang rela menggendong anaknya hanya untuk menyetorkan berkas.

Jamirah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota mengaku sudah mengantre sejak pagi. Sebelum mengumpulkan persyaratan, penjual kopi itu terlebih dahulu membuka rekening di bank. Karena salah satu persyaratan menyertakan fotokopi buku tabungan.

Baca Juga :  Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia saat Pandemi

“Belum memiliki rekening, tadi membuka tabungan dengan menyetor uang Rp 100 ribu,” ungkapnya. Namun, ketika mengumpulkan berkas persyaratan, Jamirah ternyata belum memenuhi semua syarat. Sebab tidak mencantumkan nomor telepon. Mau tak mau harus menunggu anaknya memberikan nomor telepon. Dan mengantre dari awal.

“Tidak punya HP, masih menunggu anak ke sini,” jelasnya. Jamirah mengetahui adanya bantuan dari anaknya, lalu menanyakan ke pihak desa, dan didukung mengurus bantuan untuk UMKM itu. Meski belum mengetahui besaran bantuan, namun bisa membantu usahanya. Karena pandemi korona cukup berpengaruh pada pendapatan.

“Warung kopi di dekat kolam pancing, ketika kolam tutup ikut tutup,” ujarnya. Berbeda, Bu Yah warga Desa Pacul, Kecamatan Kota mengatakan hanya mengumpulkan berkas persyaratan. Dan tidak lama berada di dalam kantor, sebab semua persyaratan sudah lengkap.

Baca Juga :  Ikasmada Susun Pengurus Baru

“Bantuan untuk modal usaha,” ungkap pedagang sayur keliling itu. Ketua Paguyuban Prima Utama UMKM Bojonegoro Susilo Indrianto mengatakan, sudah terdapat beberapa anggotanya terverifikasi dan mendapatkan bantuan. Sekitar 60 persen anggota sudah lolos verifikasi.

“Jumat terakhir pendaftaran,” terangnya. Kepala Dinkop UKM Sukaemi mengatakan, sekitar 2.100 pelaku UMKM sudah terverifikasi. Namun, masih banyak pendaftar datang hingga ditutup pukul 15.00. “Hampir semua karyawan dikerahkan untuk melayani,” jelasnya.

Sukaemi menjelaskan antusias pelaku UMKM cukup tinggi karena pandemi korona memengaruhi penghasilan. Namun, penentuan penerima bantuan menjadi wewenang Kementerian Koperasi UKM. “Penyaluran melalui dua bank,” jelasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/