alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Gerakan Jago Sinau, Solusi Belajar Selama Pandemi

- Advertisement -

Radar Lamongan – Gerakan JAGO SINAU diluncurkan di Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan kemarin (10/9). Inovasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online itu hasil kerjasama Dinas Pendidikan Lamongan dengan Smart Foundation dan penyedia aplikasi Jagoapa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Adi Suwito, gerakan Jago Sinau merupakan solusi dari berbagai kendala PJJ selama pandemi dengan cara mentransformasikan pembelajaran offline (tatap muka) ke online.

Gerakan jago sinau merupakan pembelajaran online melalui aplikasi Jagoapa yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Kelebihannya, materi yang diajarkan sesuai dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Bahkan pengisi materinya 100 persen guru pilihan tingkat SD hingga SMP di Kota Soto ini.

“Gerakan ini adalah memanfaatkan momen yang ke depan bisa dikembangkan lebih baik lagi. Sebab semua siswa yang ada di Lamongan memiliki kesempatan sama diajar oleh 210 guru pengisi materi yang sudah terverifikasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Calon Pengantin Wajib Dikonseling Tes HIV

Direktur Smart Foundation Deddi Nordiawan selaku inisiator Gerakan Jago Sinau mengatakan, program ini bisa menjadi solusi pembelajaran jarak jauh. Karena aplikasi ini bisa diunduh secara cuma-cuma atau gratis dan materinya sesuai dengan kurikulum yang diajarkan sekolah. Juga dilengkapi dengan evaluasi pembelajarannya serta bisa diakses dimana saja.

- Advertisement -

‘’Sebenarnya ini merupakan momen yang bisa menguntungkan ke depannya. Karena digitalisasi pendidikan itu sudah menjadi tuntutan zaman, dan program ini bisa menjadi model, bukan hanya di Lamongan tapi seluruh Indonesia,’’ terangnya.

“Program ini mengatasi banyak hal, keterbatasan bandwidth, keterbatasan gadget, dan keterbatasan guru yang kesulitan melaksanakan PJJ,” tambahnya. Dosen Universitas Indonesia itu menjelaskan, aplikasi jagoapa bisa diinstal melalui playstore.

Setelah diinstal, pengguna bisa mendaftarkan email yang masih aktif kemudian pilih kategori sesuai kelas. Aplikasi tersebut sudah dilengkapi video tutorial panduan penggunaan aplikasi. Materi yang ditampilkan sesuai dengan kurikulum, terstruktur, dan lengkap. Siswa bisa merasakan pembelajaran seperti di dalam kelas.

Baca Juga :  Bulog Desa Bikin Bangga

“Siswa bisa merasakan diajar guru-guru dari sekolah berbeda, karena pengisi materinya guru pilihan,” tandasnya. Dalam arahannya setelah meluncurkan program tersebut, Bupati Lamongan Fadeli sangat mengapresiasi program itu. Setelah sekolah tangguh, Lamongan butuh metode pembelajaran yang bisa menguntungkan ke depannya.

‘’Ini yang kita harapkan. Solusi ini yang kita tunggu-tunggu beberapa bulan ini. Dan khusus Lamongan, aplikasi Jago Sinau ini kami berikan akses gratis bagi semua pelajar Lamongan. Semoga Gerakan Jago Sinau ini membawa manfaat sebesar – besarnya untuk mempercepat transformasi digital di daerah kita,’’ jelasnya, bersama jajaran Forkopimda Lamongan.

Fadeli menambahkan, pelaksanaan sekolah tangguh di masa pandemi belum diketahui kapan berakhirnya. Metode ini bisa menjadi model pembelajaran di masa depan menuju digitalisasi. ‘’Harapannya, gerakan Jago Sinau ini bisa membawa dampak yang besar untuk dunia pendidikan, siswa semakin senang untuk belajar,” tuturnya.

Radar Lamongan – Gerakan JAGO SINAU diluncurkan di Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan kemarin (10/9). Inovasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online itu hasil kerjasama Dinas Pendidikan Lamongan dengan Smart Foundation dan penyedia aplikasi Jagoapa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Adi Suwito, gerakan Jago Sinau merupakan solusi dari berbagai kendala PJJ selama pandemi dengan cara mentransformasikan pembelajaran offline (tatap muka) ke online.

Gerakan jago sinau merupakan pembelajaran online melalui aplikasi Jagoapa yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja. Kelebihannya, materi yang diajarkan sesuai dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Bahkan pengisi materinya 100 persen guru pilihan tingkat SD hingga SMP di Kota Soto ini.

“Gerakan ini adalah memanfaatkan momen yang ke depan bisa dikembangkan lebih baik lagi. Sebab semua siswa yang ada di Lamongan memiliki kesempatan sama diajar oleh 210 guru pengisi materi yang sudah terverifikasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  56 CJH di Lamongan Mengundurkan Diri

Direktur Smart Foundation Deddi Nordiawan selaku inisiator Gerakan Jago Sinau mengatakan, program ini bisa menjadi solusi pembelajaran jarak jauh. Karena aplikasi ini bisa diunduh secara cuma-cuma atau gratis dan materinya sesuai dengan kurikulum yang diajarkan sekolah. Juga dilengkapi dengan evaluasi pembelajarannya serta bisa diakses dimana saja.

- Advertisement -

‘’Sebenarnya ini merupakan momen yang bisa menguntungkan ke depannya. Karena digitalisasi pendidikan itu sudah menjadi tuntutan zaman, dan program ini bisa menjadi model, bukan hanya di Lamongan tapi seluruh Indonesia,’’ terangnya.

“Program ini mengatasi banyak hal, keterbatasan bandwidth, keterbatasan gadget, dan keterbatasan guru yang kesulitan melaksanakan PJJ,” tambahnya. Dosen Universitas Indonesia itu menjelaskan, aplikasi jagoapa bisa diinstal melalui playstore.

Setelah diinstal, pengguna bisa mendaftarkan email yang masih aktif kemudian pilih kategori sesuai kelas. Aplikasi tersebut sudah dilengkapi video tutorial panduan penggunaan aplikasi. Materi yang ditampilkan sesuai dengan kurikulum, terstruktur, dan lengkap. Siswa bisa merasakan pembelajaran seperti di dalam kelas.

Baca Juga :  Sirman Tunggu Jadwal Persidangan

“Siswa bisa merasakan diajar guru-guru dari sekolah berbeda, karena pengisi materinya guru pilihan,” tandasnya. Dalam arahannya setelah meluncurkan program tersebut, Bupati Lamongan Fadeli sangat mengapresiasi program itu. Setelah sekolah tangguh, Lamongan butuh metode pembelajaran yang bisa menguntungkan ke depannya.

‘’Ini yang kita harapkan. Solusi ini yang kita tunggu-tunggu beberapa bulan ini. Dan khusus Lamongan, aplikasi Jago Sinau ini kami berikan akses gratis bagi semua pelajar Lamongan. Semoga Gerakan Jago Sinau ini membawa manfaat sebesar – besarnya untuk mempercepat transformasi digital di daerah kita,’’ jelasnya, bersama jajaran Forkopimda Lamongan.

Fadeli menambahkan, pelaksanaan sekolah tangguh di masa pandemi belum diketahui kapan berakhirnya. Metode ini bisa menjadi model pembelajaran di masa depan menuju digitalisasi. ‘’Harapannya, gerakan Jago Sinau ini bisa membawa dampak yang besar untuk dunia pendidikan, siswa semakin senang untuk belajar,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/