alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Desain Trotoar Harus Ramah Disabilitas

BERBAGAI pihak berharap perbaikan trotoar harus inklusif atau bisa diakses penyandang disabilitas. Trotoar juga bisa diakses secara nyaman oleh kalangan perempuan. Termasuk trotoar di kawasan pendidikan, harus nyaman.

Salah satu aktivis Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Ainur Rodhiyah berharap pembangunan trotoar ramah terhadap perempuan, anak, dan disabilitas. Ia menilai, trotoar seharusnya dibangun dengan memberi rasa nyaman bagi semua kalangan.

Seperti ketinggiannya. Juga, penempatan pot bunga juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pejalan kaki. “Semangat pembangunan daerah seharusnya memiliki perspektif inklusif dan responsif gender, di mana pembangunan harus bisa dinikmati semua kalangan. Termasuk kelompok rentan, seperti disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Segera Dibangun, Pasar Hewan Bakal Buka Lima Hari

Hal senada disampaikan Intan Setyani, mahasiswi yang tergabung dalam suara perempuan penggerak komunitas (SPEaK). Dia berharap agar pembangunan trotoar, terutama yang berada di lingkungan pendidikan lebih ramah terhadap kelompok rentan, seperti disabilitas, ibu hamil, dan lainnya.

Dia mencontohkan terkait rencana pembangunan trotoar di Jalan Ahmad Yani yang berdekatan dengan lingkungan kampus. “Hal tersebut supaya menunjang Bojonegoro jadi kabupaten yang inklusif,” jelas dia.

BERBAGAI pihak berharap perbaikan trotoar harus inklusif atau bisa diakses penyandang disabilitas. Trotoar juga bisa diakses secara nyaman oleh kalangan perempuan. Termasuk trotoar di kawasan pendidikan, harus nyaman.

Salah satu aktivis Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Ainur Rodhiyah berharap pembangunan trotoar ramah terhadap perempuan, anak, dan disabilitas. Ia menilai, trotoar seharusnya dibangun dengan memberi rasa nyaman bagi semua kalangan.

Seperti ketinggiannya. Juga, penempatan pot bunga juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pejalan kaki. “Semangat pembangunan daerah seharusnya memiliki perspektif inklusif dan responsif gender, di mana pembangunan harus bisa dinikmati semua kalangan. Termasuk kelompok rentan, seperti disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Besok, CPNS Jalani Tes SKD di Lamongan

Hal senada disampaikan Intan Setyani, mahasiswi yang tergabung dalam suara perempuan penggerak komunitas (SPEaK). Dia berharap agar pembangunan trotoar, terutama yang berada di lingkungan pendidikan lebih ramah terhadap kelompok rentan, seperti disabilitas, ibu hamil, dan lainnya.

Dia mencontohkan terkait rencana pembangunan trotoar di Jalan Ahmad Yani yang berdekatan dengan lingkungan kampus. “Hal tersebut supaya menunjang Bojonegoro jadi kabupaten yang inklusif,” jelas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/