alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kedelai Langka, Produsen Tahu Menunggu Panen Petani Lokal

Radar Bojonegoro – Produsen tahu dan tempe menanti panen kacang kedelai di wilayah Kecamatan Balen dan Sumberrejo. Diprediksi panen September mendatang, karena petani baru menanam selama Juni dan Juli. Panen kacang kedelai ini untuk memangkas ketergantungan kacang kedelai impor yang saat ini harganya menembus 9.700 per kilogram.

Ketua Paguyuban Produsen Tahu Ledok Kulon Pranyoto mengatakan, masih menunggu panen kacang kedelai lokal untuk menekan ongkos produksi. Meskipun harga kacang kedelai impor saat ini berangsur turun sekitar Rp 9.500 hingga 9.700 per kilogram.

“Kalau kedelai lokal sudah panen, tentu para produsen tahu bakal beli. Karena harga nya pasti di bawah kedelai impor. Sedangkan, turunnya harga kedelai impor juga tergolong masih mahal. Sebab harga normalnya sekitar Rp 7.000 per kilogram,” jelas Pranyoto kemarin (10/8).

Baca Juga :  Enam Parpol Kekurangan Bacaleg

Didik salah satu tengkulak mengatakan, saat ini masih belum ada panen kacang kedelai. Diperkirakan panen bulan depan karena para petani baru tanam antara Juni-Juli. Diprediksi harga kacang kedelai lokal nantinya sekitar Rp 8.800 per kilogram.

“Kalau melihat naik turunnya harga kacang kedelai impor yang kasih di kisaran Rp 9.000-an per kilogram, kemungkinan diprediksi harga kacang kedelai lokal sekitar Rp 8.800 per kilogram,” ujar tengkulak asal Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo itu.

Sepengetahuannya, petani kacang kedelai di Bojonegoro hanya berada di Kecamatan Balen dan Sumberrejo. Pembeli kacang kedelai impor salah satunya memang produsen tahu. Tetapi, biasanya kacang kedelai lokal hanya dipakai campuran dengan kacang kedelai impor.

Selain itu, kacang kedelai lokal dibeli para pembudidaya kecambah. “Pembeli kacang kedelai lokal bukan hanya orang Bojonegoro, tetapi juga Kediri, Blitar, dan Lamongan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dianggap Menyusahkan, DPR RI Tolak Kartu Tani

Selain harga kacang kedelai impor masih mahal, produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon juga menghadapi harga minyak goreng mengalami kenaikan. Yakni Rp 15 ribu per kilogram. Padahal, harga normal minyak goreng Rp 9.000 per kilogram.

Terkait rencana pemkab menggulirkan bantuan subsidi kepada 147 produsen tahu Ledok Kulon, Pranyoto mengaku masih menunggu kabar selanjutnya. Masih tahap pendataan dan penggodokan.

“Informasinya sudah terdata 147 produsen tahu dan bantuan subsidinya sekitar Rp 1,8 juta per produsen. Semoga ban tuan nya berupa uang, biar bisa dipakai untuk beli bahan baku sekaligus kayu bakar dan minyak goreng,” ujar pedagang tahu berjualan di pasar wilayah Blora itu.

Radar Bojonegoro – Produsen tahu dan tempe menanti panen kacang kedelai di wilayah Kecamatan Balen dan Sumberrejo. Diprediksi panen September mendatang, karena petani baru menanam selama Juni dan Juli. Panen kacang kedelai ini untuk memangkas ketergantungan kacang kedelai impor yang saat ini harganya menembus 9.700 per kilogram.

Ketua Paguyuban Produsen Tahu Ledok Kulon Pranyoto mengatakan, masih menunggu panen kacang kedelai lokal untuk menekan ongkos produksi. Meskipun harga kacang kedelai impor saat ini berangsur turun sekitar Rp 9.500 hingga 9.700 per kilogram.

“Kalau kedelai lokal sudah panen, tentu para produsen tahu bakal beli. Karena harga nya pasti di bawah kedelai impor. Sedangkan, turunnya harga kedelai impor juga tergolong masih mahal. Sebab harga normalnya sekitar Rp 7.000 per kilogram,” jelas Pranyoto kemarin (10/8).

Baca Juga :  Enam Parpol Kekurangan Bacaleg

Didik salah satu tengkulak mengatakan, saat ini masih belum ada panen kacang kedelai. Diperkirakan panen bulan depan karena para petani baru tanam antara Juni-Juli. Diprediksi harga kacang kedelai lokal nantinya sekitar Rp 8.800 per kilogram.

“Kalau melihat naik turunnya harga kacang kedelai impor yang kasih di kisaran Rp 9.000-an per kilogram, kemungkinan diprediksi harga kacang kedelai lokal sekitar Rp 8.800 per kilogram,” ujar tengkulak asal Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo itu.

Sepengetahuannya, petani kacang kedelai di Bojonegoro hanya berada di Kecamatan Balen dan Sumberrejo. Pembeli kacang kedelai impor salah satunya memang produsen tahu. Tetapi, biasanya kacang kedelai lokal hanya dipakai campuran dengan kacang kedelai impor.

Selain itu, kacang kedelai lokal dibeli para pembudidaya kecambah. “Pembeli kacang kedelai lokal bukan hanya orang Bojonegoro, tetapi juga Kediri, Blitar, dan Lamongan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Didakwa Pasal Kombinasi 

Selain harga kacang kedelai impor masih mahal, produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon juga menghadapi harga minyak goreng mengalami kenaikan. Yakni Rp 15 ribu per kilogram. Padahal, harga normal minyak goreng Rp 9.000 per kilogram.

Terkait rencana pemkab menggulirkan bantuan subsidi kepada 147 produsen tahu Ledok Kulon, Pranyoto mengaku masih menunggu kabar selanjutnya. Masih tahap pendataan dan penggodokan.

“Informasinya sudah terdata 147 produsen tahu dan bantuan subsidinya sekitar Rp 1,8 juta per produsen. Semoga ban tuan nya berupa uang, biar bisa dipakai untuk beli bahan baku sekaligus kayu bakar dan minyak goreng,” ujar pedagang tahu berjualan di pasar wilayah Blora itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/