alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Sekolah di Bojonegoro Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Radar Bojonegoro – Dalam waktu dekat sejumlah siswa SMA, SMK, dan SLB di Kota Ledre akan belajar di sekolah lagi. Namun, pelaksanaannya belum seutuhnya normal seperti dulu. Baru sebatas uji coba pembelajaran tatap muka terbatas dan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendi dikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, penerapan kebijakan itu seiring terbitnya surat edaran (SE) dari Gubernur Jatim Minggu (9/8) lalu. Tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. ‘’Bojonegoro tergolong zona oranye. Jadi termasuk dalam penerapan kebijakan itu. Pelaksanaan dimulai 18 Agustus nanti selama sekitar dua minggu,” katanya kemarin (10/8).

Menurut dia, kabupaten atau kota dengan kategori zona kuning dan oranye saja yang diperbolehkan melakukan uji coba. Sedangkan, zona merah tetap melaksanakan pembelajaran sistem daring. Prinsipnya tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan siswa.

‘’Nanti tidak semua sekolah melakukan uji coba. Kami akan menunjuk. Baik itu SMA, SMK, dan SLB masing-masing satu sekolah (hanya tiga sekolah dalam satu kabupaten),” ujar mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu. Intinya memadukan pembelajaran daring dan tatap muka. Sehingga siswa akan dijadwalkan masuk ke sekolah secara bergantian. Sesuai SE, untuk zona kuning tidak lebih dari 50 persen siswa dalam satu kelas.

Baca Juga :  Rekom Raperda RTRW dari Kementerian Belum Turun

Sedangkan zona oranye tidak lebih dari 25 persen. ‘’Kami belum menentukan mana saja sekolahnya (akan menggelar uji coba). Besok (hari ini) akan saya koordinasi ke sekolah dan tim gugus tugas Covid-19 setempat,” jelasnya. Dalam pelaksanaannya, durasi uji coba pembelajaran tatap muka ini tidak seperti normalnya. Hanya empat jam saja. Sehingga, materi pembelajaran di sekolah akan dipadatkan.

Setelahnya berlanjut pembelajaran daring di rumah masing-masing siswa. ‘’Jadi nanti sekolah yang ditunjuk harus mempersiapkan ketersediaan sarana prasarana. Persiapan sekolah hingga penjadwalan siswa yang masuk. Juga, membentuk tim gugus tugas Covid-19 dan senantiasa koordinasi dengan pihak terkait,” lanjut dia.

Adi menegaskan bahwa kebijakan ini sebatas uji coba. Setelah berakhir akan dievaluasi dan dikaji bersama. Kaitannya kemungkinan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas secara bergantian. ‘’Misalkan memungkinkan, Insyaallah secara bertahap mulai diberlakukan di sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Launching Kantor Baru Jawa Pos Radar Lamongan

Sementara itu, smartphone dan paket data internet menjadi aspek penting dalam pembelajaran siswa di tengah pandemi Covid-19. Sekolah pun diinstruk sikan memberi bantuan dan kelancaran siswa dalam belajar daring. ‘’Mulai kemarin (10/8) kami mulai menyalurkan bantuan smartphone dan paket internet kepada siswa,” kata Kepala SMPN 6 Bojonegoro Lasiran.

Menurutnya, Agustus ini, ada 100 paket internet diberikan ke siswa. Baik itu siswa kelas 7, 8, dan 9. Juga memberikan bantuan smartphone ke siswa kurang mampu. Harapannya, agar proses pembelajaran tetap bisa berjalan. ‘’Bantuan ini dapat sedikit meringankan beban orang tua siswa terkait pembiayaan,” ujar mantan Kepala SMPN 1 Bojonegoro itu.

Radar Bojonegoro – Dalam waktu dekat sejumlah siswa SMA, SMK, dan SLB di Kota Ledre akan belajar di sekolah lagi. Namun, pelaksanaannya belum seutuhnya normal seperti dulu. Baru sebatas uji coba pembelajaran tatap muka terbatas dan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendi dikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, penerapan kebijakan itu seiring terbitnya surat edaran (SE) dari Gubernur Jatim Minggu (9/8) lalu. Tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. ‘’Bojonegoro tergolong zona oranye. Jadi termasuk dalam penerapan kebijakan itu. Pelaksanaan dimulai 18 Agustus nanti selama sekitar dua minggu,” katanya kemarin (10/8).

Menurut dia, kabupaten atau kota dengan kategori zona kuning dan oranye saja yang diperbolehkan melakukan uji coba. Sedangkan, zona merah tetap melaksanakan pembelajaran sistem daring. Prinsipnya tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan siswa.

‘’Nanti tidak semua sekolah melakukan uji coba. Kami akan menunjuk. Baik itu SMA, SMK, dan SLB masing-masing satu sekolah (hanya tiga sekolah dalam satu kabupaten),” ujar mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu. Intinya memadukan pembelajaran daring dan tatap muka. Sehingga siswa akan dijadwalkan masuk ke sekolah secara bergantian. Sesuai SE, untuk zona kuning tidak lebih dari 50 persen siswa dalam satu kelas.

Baca Juga :  Kemenag Evaluasi USBN Berbasis HP

Sedangkan zona oranye tidak lebih dari 25 persen. ‘’Kami belum menentukan mana saja sekolahnya (akan menggelar uji coba). Besok (hari ini) akan saya koordinasi ke sekolah dan tim gugus tugas Covid-19 setempat,” jelasnya. Dalam pelaksanaannya, durasi uji coba pembelajaran tatap muka ini tidak seperti normalnya. Hanya empat jam saja. Sehingga, materi pembelajaran di sekolah akan dipadatkan.

Setelahnya berlanjut pembelajaran daring di rumah masing-masing siswa. ‘’Jadi nanti sekolah yang ditunjuk harus mempersiapkan ketersediaan sarana prasarana. Persiapan sekolah hingga penjadwalan siswa yang masuk. Juga, membentuk tim gugus tugas Covid-19 dan senantiasa koordinasi dengan pihak terkait,” lanjut dia.

Adi menegaskan bahwa kebijakan ini sebatas uji coba. Setelah berakhir akan dievaluasi dan dikaji bersama. Kaitannya kemungkinan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas secara bergantian. ‘’Misalkan memungkinkan, Insyaallah secara bertahap mulai diberlakukan di sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Silpa Didominasi dari Belaja Proyek Fisik

Sementara itu, smartphone dan paket data internet menjadi aspek penting dalam pembelajaran siswa di tengah pandemi Covid-19. Sekolah pun diinstruk sikan memberi bantuan dan kelancaran siswa dalam belajar daring. ‘’Mulai kemarin (10/8) kami mulai menyalurkan bantuan smartphone dan paket internet kepada siswa,” kata Kepala SMPN 6 Bojonegoro Lasiran.

Menurutnya, Agustus ini, ada 100 paket internet diberikan ke siswa. Baik itu siswa kelas 7, 8, dan 9. Juga memberikan bantuan smartphone ke siswa kurang mampu. Harapannya, agar proses pembelajaran tetap bisa berjalan. ‘’Bantuan ini dapat sedikit meringankan beban orang tua siswa terkait pembiayaan,” ujar mantan Kepala SMPN 1 Bojonegoro itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/