alexametrics
25.4 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Sejumlah Jamaah Alami Kelelahan di Arafah

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki puncak ibadah haji kemarin (10/8), suhu udara di Tanah Suci kembali memanas. Rata-rata sekitar 37-38 derajat Celcius. Bahkan, saat terik mencapai 40 derajat Celcius. Padahal, dua hari sebelumnya sempat mendung dan turun hujan.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum mengatakan, sebagian besar jamaah haji Tuban dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Termasuk sejumlah jamaah yang menggunakan kursi roda.

Diakuinya hanya beberapa jamaah yang dilaporkan mengalami kelelahan ringan. Namun, mereka merasa nyaman karena tenda-tenda di Arafah ber-AC. ‘’Hanya lelah biasa,’’ imbuh dia tanpa menyebut jumlahnya.

Baca Juga :  Pejabat Kedubes Australia Kunjungi Tuban

Umi berharap, seluruh jamaah haji Tuban yang tergabung dalam kloter 76 dan 77 dalam kondisi istitoah atau mampu melaksanakan rukun haji. Sebab, ritual puncak ibadah haji kian  berat. Utamanya saat bertolak dari Arafah menuju Muzdalifah yang dimulai tadi malam waktu Arab Saudi (WAS). Sebab, jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia berjalan kaki dari Arafah menuju Muzdalifah untuk melontar jumrah. Rukun haji ini termasuk paling berat.

‘’Kita berdoa, semoga seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Tidak ada yang sakit,’’ tegas ketua PC Fatayat NU Tuban itu.

Ditanya terkait kabar meninggalnya jamaah asal Bumi Wali, Umi menyampaikan, hingga tadi malam dirinya belum menerima laporan. ‘’Kalau benar, berarti jamaah haji plus,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Dua Jamaah Ajukan Tanazul Awal

Perlu diketahui, 2 dari 883 jamaah haji Tuban gagal berangkat. Mereka tertahan dan dinyatakan tak layak terbang di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (AHES) karena mengalami dimensia atau pikun berat berdasar pemeriksaan tim dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Selama berada di AHES keduanya kerap teriak ingin pulang. Upaya memanggil pihak kelurga untuk menenangkan yang bersangkutan tak berhasil.

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki puncak ibadah haji kemarin (10/8), suhu udara di Tanah Suci kembali memanas. Rata-rata sekitar 37-38 derajat Celcius. Bahkan, saat terik mencapai 40 derajat Celcius. Padahal, dua hari sebelumnya sempat mendung dan turun hujan.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum mengatakan, sebagian besar jamaah haji Tuban dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Termasuk sejumlah jamaah yang menggunakan kursi roda.

Diakuinya hanya beberapa jamaah yang dilaporkan mengalami kelelahan ringan. Namun, mereka merasa nyaman karena tenda-tenda di Arafah ber-AC. ‘’Hanya lelah biasa,’’ imbuh dia tanpa menyebut jumlahnya.

Baca Juga :  Pejabat Kedubes Australia Kunjungi Tuban

Umi berharap, seluruh jamaah haji Tuban yang tergabung dalam kloter 76 dan 77 dalam kondisi istitoah atau mampu melaksanakan rukun haji. Sebab, ritual puncak ibadah haji kian  berat. Utamanya saat bertolak dari Arafah menuju Muzdalifah yang dimulai tadi malam waktu Arab Saudi (WAS). Sebab, jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia berjalan kaki dari Arafah menuju Muzdalifah untuk melontar jumrah. Rukun haji ini termasuk paling berat.

‘’Kita berdoa, semoga seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Tidak ada yang sakit,’’ tegas ketua PC Fatayat NU Tuban itu.

Ditanya terkait kabar meninggalnya jamaah asal Bumi Wali, Umi menyampaikan, hingga tadi malam dirinya belum menerima laporan. ‘’Kalau benar, berarti jamaah haji plus,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Tahun Ini Tambah Aplikasi Perizinan Digital

Perlu diketahui, 2 dari 883 jamaah haji Tuban gagal berangkat. Mereka tertahan dan dinyatakan tak layak terbang di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (AHES) karena mengalami dimensia atau pikun berat berdasar pemeriksaan tim dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Selama berada di AHES keduanya kerap teriak ingin pulang. Upaya memanggil pihak kelurga untuk menenangkan yang bersangkutan tak berhasil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/