alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

UMKM Masih Terkendala Pemasaran

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro harus hadir membantu kegelisahan sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Sebab, saat ini sudah mulai bermunculan berbagai ragam olahan yang diproduksi UMKM lokal.

Namun, pelaku UMKM masih terkendala pemasaran. Sehingga belum bisa menyerap tenaga kerja dengan maksimal. “Kalau produksi sudah lancar, tapi pemasarannya yang kurang maksimal,” kata Solikhah, salah satu pelaku UMKM.

Menurut dia, sekitar dua tahun ini dia memproduksi berbagai olahan. Di antaranya jenis keripik. Mulai keripik singkong, sukun, pisang, dan ubi jalar. Serta, berbagai jenis keripik yang bahan bakunya dari petani.

Serta, berbagai olahan kerupuk. Setiap hari dia mempekerjakan tiga sampai empat orang. Produksinya lancar, namun pemasarannya masih ada kendala. Sehingga terkadang sepi dan terpaksa meliburkan karyawannya.

Baca Juga :  Nyai Hajah Asmanah, Perempuan dan Penebar Dakwah di Bojonegoro (3)

“Pemasaran lancar itu, di waktu tertentu,” imbuhnya.

Seperti menjelang Lebaran, kata dia, pemasaran cukup bagus. Karena banyak warga membutuhkan aneka jajan. Namun, pasca Lebaran pemasaran kembali sepi. Pelaku UMKM pun pada akhir pekan menjual di saat car free day (CFD). 

Dia berharap pemerintah bisa membantu pemasaran UMKM. “Selama ini pemasaran ya memakai cara sendiri,” imbuh Jaim, salah satu pengusaha keripik tempe.

Kasi Pengadaan dan Distribusi Dinas Perdagangan Bojonegoro Sutikno mengaku telah mencari beberapa terobosan yang membantu pemasaran UMKM. Di antaranya memfasilitasi UMKM yang memasarkan produknya di komunitas retail Bojonegoro.

“Sebelumnya sudah kami fasilitasi komunitas retail dengan pelaku UMKM,” jelasnya.

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro harus hadir membantu kegelisahan sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Sebab, saat ini sudah mulai bermunculan berbagai ragam olahan yang diproduksi UMKM lokal.

Namun, pelaku UMKM masih terkendala pemasaran. Sehingga belum bisa menyerap tenaga kerja dengan maksimal. “Kalau produksi sudah lancar, tapi pemasarannya yang kurang maksimal,” kata Solikhah, salah satu pelaku UMKM.

Menurut dia, sekitar dua tahun ini dia memproduksi berbagai olahan. Di antaranya jenis keripik. Mulai keripik singkong, sukun, pisang, dan ubi jalar. Serta, berbagai jenis keripik yang bahan bakunya dari petani.

Serta, berbagai olahan kerupuk. Setiap hari dia mempekerjakan tiga sampai empat orang. Produksinya lancar, namun pemasarannya masih ada kendala. Sehingga terkadang sepi dan terpaksa meliburkan karyawannya.

Baca Juga :  Keterbatasan Fisik Bukan Hambatan Berkarya

“Pemasaran lancar itu, di waktu tertentu,” imbuhnya.

Seperti menjelang Lebaran, kata dia, pemasaran cukup bagus. Karena banyak warga membutuhkan aneka jajan. Namun, pasca Lebaran pemasaran kembali sepi. Pelaku UMKM pun pada akhir pekan menjual di saat car free day (CFD). 

Dia berharap pemerintah bisa membantu pemasaran UMKM. “Selama ini pemasaran ya memakai cara sendiri,” imbuh Jaim, salah satu pengusaha keripik tempe.

Kasi Pengadaan dan Distribusi Dinas Perdagangan Bojonegoro Sutikno mengaku telah mencari beberapa terobosan yang membantu pemasaran UMKM. Di antaranya memfasilitasi UMKM yang memasarkan produknya di komunitas retail Bojonegoro.

“Sebelumnya sudah kami fasilitasi komunitas retail dengan pelaku UMKM,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/