alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Pengangkutan Mesin JTB Sesalkan Tak Libatkan Pekerja Lokal

Radar Bojonegoro – Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengangkutan 34 mesin ukuran jumbo ke Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dipertanyakan.

Sebab, dinilai belum memprioritaskan tenaga kerja lokal. Pengangkutan mesin ukuran jumbo ini menjadi perhatian. Setiap malam kerap kali melintas di Jalan Babat-Bojonegoro, dan menuju lapangan JTB di Kecamatan Ngasem dan Purwosari. Namun, Pertamina EP Cepu (PEPC) menilai perekrutan itu sudah menjadi ranah rekanannya, yakni PT Rekayasa Industri (Rekind).

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, salah satu tujuan pengembangan indsutri minyak dan gas (migas) yakni kesejahteraan masya rakat setempat dan memenuhi kebutuhan energi nasional.

Namun, kesejahteraan masyarakat sekitar proyek belum sepenuhnya dilakukan operator pengembangan lapangan gas di JTB. ‘’Kami menyesalkan, seperti pengangkutan alat-alat dan mesin itu tak melibatkan warga lokal,’’ katanya kemarin (10/6).

Baca Juga :  Berharap Impor Garam Industri Saja

Imam menuturkan, sesuai regulasi yang mengatur tentang konten lokal, setiap program industri harus memprioritaskan tenaga lokal. Sehingga, jika itu tak dipenuhi, izin operasionalnya bisa dievaluasi, karena tidak mematuhi regulasi.

Dalam pengangkutan mesin JTB ukuran jumbo itu, bahkan terkesan menyepelekan pemkab. Buktinya tidak melibatkan dinas perhubungan (dishub) yang mengatur lalu lintas di Bojonegoro. ‘’Ini bentuk menye pelekan warga lokal dan pemkab,’’ tandasnya.

Sementara itu, Humas PEPC Edi Purnomo mengatakan, semua kegiatan pengembangan lapangan gas di JTB itu sudah dikerjakan rekanan atau pihak ketiga, yaitu PT Rekind. Termasuk tentang perekrutan tenaga kerja juga menjadi kewenangan rekanan.

‘’Karena teknisnya sudah ditangani PT Rekind. Semua menjadi kewenangannya,’’ katanya. Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin memastikan jumlah mesin yang akan diangkut jumlahnya sekitar 34 unit. Jenis dan ukurannya bervariasi, pastinya dengan ukuran jumbo. Rerata lebarnya lebih dari 4 meter. Panjangnya melebihi 25 meter. Sedangkan ketinggian lebih dari 4 meter. Melintas hanya saat malam sampai dini hari. Mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00. ‘’Pengangkutan mesin itu semua dari luar, bahkan alatnya dari luar negeri,’’ katanya. 

Baca Juga :  Bahaya, BPOM Temukan 49 Merek Jamu Berbahan Kimia

Radar Bojonegoro – Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengangkutan 34 mesin ukuran jumbo ke Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dipertanyakan.

Sebab, dinilai belum memprioritaskan tenaga kerja lokal. Pengangkutan mesin ukuran jumbo ini menjadi perhatian. Setiap malam kerap kali melintas di Jalan Babat-Bojonegoro, dan menuju lapangan JTB di Kecamatan Ngasem dan Purwosari. Namun, Pertamina EP Cepu (PEPC) menilai perekrutan itu sudah menjadi ranah rekanannya, yakni PT Rekayasa Industri (Rekind).

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, salah satu tujuan pengembangan indsutri minyak dan gas (migas) yakni kesejahteraan masya rakat setempat dan memenuhi kebutuhan energi nasional.

Namun, kesejahteraan masyarakat sekitar proyek belum sepenuhnya dilakukan operator pengembangan lapangan gas di JTB. ‘’Kami menyesalkan, seperti pengangkutan alat-alat dan mesin itu tak melibatkan warga lokal,’’ katanya kemarin (10/6).

Baca Juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 Meninggal

Imam menuturkan, sesuai regulasi yang mengatur tentang konten lokal, setiap program industri harus memprioritaskan tenaga lokal. Sehingga, jika itu tak dipenuhi, izin operasionalnya bisa dievaluasi, karena tidak mematuhi regulasi.

Dalam pengangkutan mesin JTB ukuran jumbo itu, bahkan terkesan menyepelekan pemkab. Buktinya tidak melibatkan dinas perhubungan (dishub) yang mengatur lalu lintas di Bojonegoro. ‘’Ini bentuk menye pelekan warga lokal dan pemkab,’’ tandasnya.

Sementara itu, Humas PEPC Edi Purnomo mengatakan, semua kegiatan pengembangan lapangan gas di JTB itu sudah dikerjakan rekanan atau pihak ketiga, yaitu PT Rekind. Termasuk tentang perekrutan tenaga kerja juga menjadi kewenangan rekanan.

‘’Karena teknisnya sudah ditangani PT Rekind. Semua menjadi kewenangannya,’’ katanya. Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin memastikan jumlah mesin yang akan diangkut jumlahnya sekitar 34 unit. Jenis dan ukurannya bervariasi, pastinya dengan ukuran jumbo. Rerata lebarnya lebih dari 4 meter. Panjangnya melebihi 25 meter. Sedangkan ketinggian lebih dari 4 meter. Melintas hanya saat malam sampai dini hari. Mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00. ‘’Pengangkutan mesin itu semua dari luar, bahkan alatnya dari luar negeri,’’ katanya. 

Baca Juga :  Sekolah di Bojonegoro Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/