alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Cantrang Legal, Atur Zonasi Penangkapan

Radar Lamongan – Pemerintah pusat telah mengizinkan kembali alat tangkap ikan cantrang untuk menangkap ikan di laut. Namun, peraturan baru itu belum diturunkan ke daerah.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan Hendro Setio Budi mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya pencabutan peraturan alat tangkap tersebut.

Namun, dinasnya menunggu surat resmi dari pusat untuk melegalkan alat tangkap cantrang dan payang. ‘’Kalau saya, berharap dilakukan pengaturan zonasi penangkapan di Lamongan,’’ katanya.

Setelah cantrang dilegalkan nanti, lanjut dia, harus ada wilayah penangkapan bagi alat tersebut dan alat tangkap tradisonal. Sehingga penggunaan cantrang tidak bertabrakan dengan penggunaan alat tradisonal di laut.

‘’Saya lihat penangkapan alat tradisional seperti bubu jarang. Sampai saat ini kebanyakan di pesisir,’’ ujarnya. Hendro menuturkan, penangkapan ikan menggunakan alat tradisional dilakukan dari pesisir sampai 4 mil.

Baca Juga :  Kembali Dipatok Target Papan AtasĀ 

Nantinya, harus ada ketentuan penggunaan alat cantrang sejauh berapa mil dari pesisir. ‘’Hanya itu saja menurut saya untuk ke depan. Harus diperhatiakan penangkapan ikan di laut,’’ katanya.

Sementara itu, Fairys Firdaus, sekretaris Aliansi Nelayan Indonesia Lamongan mengatakan, diperbolehkannya cantrang dan payang membuat nelayan tidak was-was lagi saat melaut.

‘’Kabar ini tentunya disambut gembira oleh nelayan Lamongan karena selama kurang lebih 5 tahun tak ada kejelasan,’’ katanya. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Kementrian Kelautan dan Perikanan melegalkan 8 alat tangkap.

Selain payang dan cantrang, juga di antaranya pukat cincin, pukat hela, pancing berjoran, dan pancing cumi mekanis. ‘’Semua nelayan saat ingin melakukan penangkapan ikan di laut sangat khawatir karena surat – surat semua sudah tak aktif lagi sejak 5 tahun lalu,’’ klaim Fairys.

Baca Juga :  Sebanyak 82 Peserta Tak Ikut Tes CPNS

Dia memerkirakan surat izin usaha perikanan, surat layak oprasi, surat persetujuan berlayar, surat izin penangkapan ikan, dan surat izin kapal pengangkut ikan, juga bisa dilakukan perpanjangan lagi.

‘’Kalau membawa surat dengan masa berlaku habis tentunya juga mengkhawatirkan semua,’’ imbuhnya. Ke depan, dia berharap adanya pembukaan pelayanan perpanjang surat untuk kepentingan berlayar.

Radar Lamongan – Pemerintah pusat telah mengizinkan kembali alat tangkap ikan cantrang untuk menangkap ikan di laut. Namun, peraturan baru itu belum diturunkan ke daerah.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan Hendro Setio Budi mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya pencabutan peraturan alat tangkap tersebut.

Namun, dinasnya menunggu surat resmi dari pusat untuk melegalkan alat tangkap cantrang dan payang. ‘’Kalau saya, berharap dilakukan pengaturan zonasi penangkapan di Lamongan,’’ katanya.

Setelah cantrang dilegalkan nanti, lanjut dia, harus ada wilayah penangkapan bagi alat tersebut dan alat tangkap tradisonal. Sehingga penggunaan cantrang tidak bertabrakan dengan penggunaan alat tradisonal di laut.

‘’Saya lihat penangkapan alat tradisional seperti bubu jarang. Sampai saat ini kebanyakan di pesisir,’’ ujarnya. Hendro menuturkan, penangkapan ikan menggunakan alat tradisional dilakukan dari pesisir sampai 4 mil.

Baca Juga :  1.065 Hektare Lahan Pertanian Terendam

Nantinya, harus ada ketentuan penggunaan alat cantrang sejauh berapa mil dari pesisir. ‘’Hanya itu saja menurut saya untuk ke depan. Harus diperhatiakan penangkapan ikan di laut,’’ katanya.

Sementara itu, Fairys Firdaus, sekretaris Aliansi Nelayan Indonesia Lamongan mengatakan, diperbolehkannya cantrang dan payang membuat nelayan tidak was-was lagi saat melaut.

‘’Kabar ini tentunya disambut gembira oleh nelayan Lamongan karena selama kurang lebih 5 tahun tak ada kejelasan,’’ katanya. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Kementrian Kelautan dan Perikanan melegalkan 8 alat tangkap.

Selain payang dan cantrang, juga di antaranya pukat cincin, pukat hela, pancing berjoran, dan pancing cumi mekanis. ‘’Semua nelayan saat ingin melakukan penangkapan ikan di laut sangat khawatir karena surat – surat semua sudah tak aktif lagi sejak 5 tahun lalu,’’ klaim Fairys.

Baca Juga :  Tiga Titik Tanggul Jebol

Dia memerkirakan surat izin usaha perikanan, surat layak oprasi, surat persetujuan berlayar, surat izin penangkapan ikan, dan surat izin kapal pengangkut ikan, juga bisa dilakukan perpanjangan lagi.

‘’Kalau membawa surat dengan masa berlaku habis tentunya juga mengkhawatirkan semua,’’ imbuhnya. Ke depan, dia berharap adanya pembukaan pelayanan perpanjang surat untuk kepentingan berlayar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/