alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Target Parkir di Bawah Realisasi 2018

BOJONEGORO – Target retribusi pelayanan parkir tahun ini di bawah realisasi 2018. Buktinya, parkir tahun lalu telah menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro sebesar Rp 8 miliar. Namun, tahun ini hanya ditarget Rp 7,5 miliar.

Melihat data tersebut, angka Rp 7,5 miliar itu adalah realisasi parkir berlangganan saja. Belum termasuk pendapatan dari parkir harian. “Memang kalau melihat data target parkir, masih di bawah realisasi tahun sebelumnya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Herry Sudjarwo.

Menurut dia, sesuai data realisasi pendapatan dari retribusi parkir tahun lalu sebesar Rp 8 miliar. Realisasi itu melebihi dari target sebelumnya, karena sebelumnya dalam perubahan (P)-APBD 2018 hanya ditarget Rp 7,6 miliar. Bahkan APBD induk hanya ditarget Rp 7,4 miliar.

Baca Juga :  Honorer Berharap Tunjangan

Rinciannya, di parkir berlangganan terealisasi Rp 7,5 miliar, dari target yang ditetapkan P-APBD 2018 sebesar Rp 7,3 miliar. Sedangkan realisasi parkir harian menembus Rp 501 juta, dari target yang ditetapkan P-APBD sebelumnya Rp 300 juta.

“Tahun lalu, realisasi parkir yang harian saja naik sekitar 167 persen dari targetnya,” imbuhnya.

Untuk target retribusi parkir tahun ini, kata dia, dari target Rp 7,8 miliar, memasuki bulan kelima sudah terealisasi Rp 2,1 miliar. Atau sekitar 31 persen. Rincian parkir berlangganan dari target Rp 7,3 miliar terealisasi Rp 2,1 miliar atau sekitar 32 persen.

Sedangkan, untuk parkir harian ditarget Rp 500 juta, sudah menyetorkan pendapatan sebesar Rp 85 juta. Atau sekitar 17 persen. “Lima bulan sudah terealisasi lebih dari 30 persen itu sudah bagus. Ada potensi realisasi melebihi targetnya,” ujarnya dengan optimistis.

Baca Juga :  Belum Tetapkan Status, Persibo Mulai Lakukan Seleksi PemainĀ 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono memastikan akan mengkaji ulang rencana penghapusan parkir berlangganan. Sebab, jika parkir berlangganan dihapus tentu akan memengaruhi setoran pendapatan. Wacana penghapusan parkir berlangganan setelah dishub (sebelum Adie Witjaksono menjabat) bertemu dengan DPRD setempat.

BOJONEGORO – Target retribusi pelayanan parkir tahun ini di bawah realisasi 2018. Buktinya, parkir tahun lalu telah menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro sebesar Rp 8 miliar. Namun, tahun ini hanya ditarget Rp 7,5 miliar.

Melihat data tersebut, angka Rp 7,5 miliar itu adalah realisasi parkir berlangganan saja. Belum termasuk pendapatan dari parkir harian. “Memang kalau melihat data target parkir, masih di bawah realisasi tahun sebelumnya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Herry Sudjarwo.

Menurut dia, sesuai data realisasi pendapatan dari retribusi parkir tahun lalu sebesar Rp 8 miliar. Realisasi itu melebihi dari target sebelumnya, karena sebelumnya dalam perubahan (P)-APBD 2018 hanya ditarget Rp 7,6 miliar. Bahkan APBD induk hanya ditarget Rp 7,4 miliar.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Desa Cilibang,, Satgas TMMD Pantau Droping AirĀ 

Rinciannya, di parkir berlangganan terealisasi Rp 7,5 miliar, dari target yang ditetapkan P-APBD 2018 sebesar Rp 7,3 miliar. Sedangkan realisasi parkir harian menembus Rp 501 juta, dari target yang ditetapkan P-APBD sebelumnya Rp 300 juta.

“Tahun lalu, realisasi parkir yang harian saja naik sekitar 167 persen dari targetnya,” imbuhnya.

Untuk target retribusi parkir tahun ini, kata dia, dari target Rp 7,8 miliar, memasuki bulan kelima sudah terealisasi Rp 2,1 miliar. Atau sekitar 31 persen. Rincian parkir berlangganan dari target Rp 7,3 miliar terealisasi Rp 2,1 miliar atau sekitar 32 persen.

Sedangkan, untuk parkir harian ditarget Rp 500 juta, sudah menyetorkan pendapatan sebesar Rp 85 juta. Atau sekitar 17 persen. “Lima bulan sudah terealisasi lebih dari 30 persen itu sudah bagus. Ada potensi realisasi melebihi targetnya,” ujarnya dengan optimistis.

Baca Juga :  2.275 Pendaftar PPPK Bersaing Memperebutkan 351 Formasi

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono memastikan akan mengkaji ulang rencana penghapusan parkir berlangganan. Sebab, jika parkir berlangganan dihapus tentu akan memengaruhi setoran pendapatan. Wacana penghapusan parkir berlangganan setelah dishub (sebelum Adie Witjaksono menjabat) bertemu dengan DPRD setempat.

Artikel Terkait

Most Read

Stadion SLS Siap Hari Ini

15 Konsumen Layangkan Gugatan Perdata

100 Guru SD Diangkat Jadi Kasek

Artikel Terbaru


/