alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

SMAN 1 Bojonegoro Tahun Ini Terapkan SKS

BOJONEGORO – SMAN 1 Bojonegoro mulai tahun pelajaran 2018/2019 menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) pada peserta didik kelas X. Sekolah yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No 28, Bojonegoro, ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan SKS, yaitu memiliki nilai akreditasi A, menggunakan Kurikulum 2013, kepala sekolahnya mampu melaksanakan MBS (manajemen berbasis sekolah), serta memiliki banyak keunggulan dan prestasi.

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Dra. Sri Setyowati, M.Pd. mengatakan, dasar hukum yang melandasi program ini adalah Undang-Undang RI  Nomor 20 Tahun 2003 Sisdiknas pasal 12 ayat (1) poin b; PP No. 19 Tahun 2005 pasal 12 ayat (1) dan (2) Standar Nasional Pendidikan; serta Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014 tentang SKS.

“Selain itu, sistem PPDB (penerimaan peserta didik baru) online dan offline membuat SMAN 1 Bojonegoro memiliki peserta didik dengan berbagai tingkat kecepatan belajar, yaitu tinggi, sedang, dan kurang. Untuk melayani peserta didik dengan kecepatan belajar berbeda, maka kami menyelenggarakan SKS,” terangnya.

Baca Juga :  Tersangka Dugaan Pungli BOP TPQ Diserahkan Jaksa Penuntut

SKS berbeda dengan program akselerasi. Dalam implementasi SKS, proses pendidikan diprogramkan agar setiap peserta didik dapat belajar lebih efisien sehingga masa pendidikan sesuai dengan tingkat kemampuan belajarnya. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 4 atau 5 semester. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar sedang bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 6 semester. “Sedangkan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar kurang bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 8 semester,” ujar Sri Setyowati.

Sebagai persiapan pelaksanaan SKS, SMAN 1 Bojonegoro telah memiliki panduan penyeleggaraan program, peraturan akademik, pembimbing akademik, unit kegiatan belajar mandiri (UKBM), serta seperangkat sistem penilaiannya. Program SKS ini telah didukung oleh berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SKS di antaranya pemerintah, LPMP, Dinas Pendidikan Provinsi, pengawas, komite sekolah, kepala sekolah, guru, BK, pembimbing akademik (PA), dan tenaga kependidikan. 

Baca Juga :  BPK Hitung Ulang

Secara umum,  penilaian dalam program SKS mengacu pada standar penilaian Kurikulum 2013, dilakukan dalam bentuk penilaian autentik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan, yaitu KKM. 

BOJONEGORO – SMAN 1 Bojonegoro mulai tahun pelajaran 2018/2019 menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) pada peserta didik kelas X. Sekolah yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No 28, Bojonegoro, ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan SKS, yaitu memiliki nilai akreditasi A, menggunakan Kurikulum 2013, kepala sekolahnya mampu melaksanakan MBS (manajemen berbasis sekolah), serta memiliki banyak keunggulan dan prestasi.

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Dra. Sri Setyowati, M.Pd. mengatakan, dasar hukum yang melandasi program ini adalah Undang-Undang RI  Nomor 20 Tahun 2003 Sisdiknas pasal 12 ayat (1) poin b; PP No. 19 Tahun 2005 pasal 12 ayat (1) dan (2) Standar Nasional Pendidikan; serta Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014 tentang SKS.

“Selain itu, sistem PPDB (penerimaan peserta didik baru) online dan offline membuat SMAN 1 Bojonegoro memiliki peserta didik dengan berbagai tingkat kecepatan belajar, yaitu tinggi, sedang, dan kurang. Untuk melayani peserta didik dengan kecepatan belajar berbeda, maka kami menyelenggarakan SKS,” terangnya.

Baca Juga :  Truk Terguling Timbulkan Kemacetan

SKS berbeda dengan program akselerasi. Dalam implementasi SKS, proses pendidikan diprogramkan agar setiap peserta didik dapat belajar lebih efisien sehingga masa pendidikan sesuai dengan tingkat kemampuan belajarnya. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 4 atau 5 semester. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar sedang bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 6 semester. “Sedangkan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar kurang bisa menyelesaikan program pembelajaran (lulus) dalam waktu 8 semester,” ujar Sri Setyowati.

Sebagai persiapan pelaksanaan SKS, SMAN 1 Bojonegoro telah memiliki panduan penyeleggaraan program, peraturan akademik, pembimbing akademik, unit kegiatan belajar mandiri (UKBM), serta seperangkat sistem penilaiannya. Program SKS ini telah didukung oleh berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SKS di antaranya pemerintah, LPMP, Dinas Pendidikan Provinsi, pengawas, komite sekolah, kepala sekolah, guru, BK, pembimbing akademik (PA), dan tenaga kependidikan. 

Baca Juga :  Tersangka Dugaan Pungli BOP TPQ Diserahkan Jaksa Penuntut

Secara umum,  penilaian dalam program SKS mengacu pada standar penilaian Kurikulum 2013, dilakukan dalam bentuk penilaian autentik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan, yaitu KKM. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/