alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Lebaran Dipastikan Serempak

BOJONEGORO – Rukyatul hilal akan dilaksanakan Kamis (14/6) mendatang. Berdasarkan perhitungan (hisab) posisi hilal sudah di atas 7 derajat. Artinya, Jumat umat Islam sudah memasuki Syawal.  “Berdasarkan perhitungan banyak pihak seperti LAPAN dan wujudul hilal sudah di atas 7 derajat,” kata Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Bojonegoro Muhammad Charis.

Charis mengatakan, Jumat (15/6) depan umat Islam sudah melaksanakan salat Id. Tentunya, setelah hilal dinyatakan tampak saat pelaksanaan rukyatul hilal. Tahun ini pelaksanaan Idul Fitri tidak ada perbedaan. Sebab, hampir semuanya memastikan 1 Syawal jatuh Jumat depan.  “Sudah 7 derajat lebih. Itu sudah 33 menit setelah matahari terbenam,” jelasnya.

Charis menjelaskan, pelaksanaan rukyatul hilal tetap di Bukit Wonocolo, Kedewan. Sebab, Bojonegoro belum memiliki lokasi yang lainnya. Selain itu, lokasi Bukit Wonocolo itu juga sudah diakui secara nasional. “Kalau mencari tempat baru lagi membutuhkan biaya banyak. Lokasi itu sudah layak,” jelasnya.

Baca Juga :  Talok Residence Belum Dikelola BBS?

Kepala Kemenag Bojonegoro Syamsuri mengatakan, untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri Kemenag tetap menunggu hasil sidang isbat dari pusat. Sebab, pihaknya mengacu pada keputusan Kemenag pusat. “Kita tetap menunggu pusat,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, di Bojonegoro tetap melaksanakan rukyatul hilal. Sebab, rukyat adalah metode untuk melihat hilal. Sedangkan hisab adalah perhitungannya. Jadi, hasil perhitungan dikuatkan dengan melihat langsung hilal.

Menurut Syamsuri, tahun ini diperkirakan tidak ada perbedaan penetapan awal Ramadan dan awal Syawal. Sehingga, bisa melaksanakan salad Id secara serempak. “Insyallah serempak. Tidak ada yang berbeda,” jelasnya.

BOJONEGORO – Rukyatul hilal akan dilaksanakan Kamis (14/6) mendatang. Berdasarkan perhitungan (hisab) posisi hilal sudah di atas 7 derajat. Artinya, Jumat umat Islam sudah memasuki Syawal.  “Berdasarkan perhitungan banyak pihak seperti LAPAN dan wujudul hilal sudah di atas 7 derajat,” kata Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Bojonegoro Muhammad Charis.

Charis mengatakan, Jumat (15/6) depan umat Islam sudah melaksanakan salat Id. Tentunya, setelah hilal dinyatakan tampak saat pelaksanaan rukyatul hilal. Tahun ini pelaksanaan Idul Fitri tidak ada perbedaan. Sebab, hampir semuanya memastikan 1 Syawal jatuh Jumat depan.  “Sudah 7 derajat lebih. Itu sudah 33 menit setelah matahari terbenam,” jelasnya.

Charis menjelaskan, pelaksanaan rukyatul hilal tetap di Bukit Wonocolo, Kedewan. Sebab, Bojonegoro belum memiliki lokasi yang lainnya. Selain itu, lokasi Bukit Wonocolo itu juga sudah diakui secara nasional. “Kalau mencari tempat baru lagi membutuhkan biaya banyak. Lokasi itu sudah layak,” jelasnya.

Baca Juga :  Popularitas Sono Keling Kalahkan Jati

Kepala Kemenag Bojonegoro Syamsuri mengatakan, untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri Kemenag tetap menunggu hasil sidang isbat dari pusat. Sebab, pihaknya mengacu pada keputusan Kemenag pusat. “Kita tetap menunggu pusat,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, di Bojonegoro tetap melaksanakan rukyatul hilal. Sebab, rukyat adalah metode untuk melihat hilal. Sedangkan hisab adalah perhitungannya. Jadi, hasil perhitungan dikuatkan dengan melihat langsung hilal.

Menurut Syamsuri, tahun ini diperkirakan tidak ada perbedaan penetapan awal Ramadan dan awal Syawal. Sehingga, bisa melaksanakan salad Id secara serempak. “Insyallah serempak. Tidak ada yang berbeda,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/