alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Akan Dibubarkan, PD Pasar Setor PAD Besar 

BOJONEGORO – Meski dinilai sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) kerap merugi, perusahaan daerah (PD) pasar justru mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Padahal salah satu BUMD tersebut sudah pasti akan dibubarkan.

Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmad Junaidi mengungkapkan, PD pasar tahun ini menyetor PAD sebesar Rp 740 juta. Setoran PAD tersebut merupakan yang terbesar selama lima tahun terakhir. Itu menunjukkan potensi pasar sangat bagus menyumbang PAD. “Beberapa tahun terakhir (PD pasar,Red) dianggap kerap merugi.  Namun tahun ini setoran PAD-nya cukup bagus,” katanya minggu (10/6).

Dia mengungkapkan, sebelumnya PD pasar menyumbang PAD pada 2016 hanya sebesar Rp 510 juta saja. Melihat capaian tersebut, tiap BUMD sebenarnya memiliki potensi sumbangan PAD cukup besar. Hanya, memang harus didorong. 

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Bidang Akuntabilitas Kinerja

Menurut dia, sumbangan PAD berlaku dari tengah tahun sebelum hingga tahun sesudahnya. Sehingga hitungannya setahun sekali. Dia mencontohkan, hitungan sumbangan PAD tahun ini, dimulai sejak Juni 2017 sampai Juni 2018. Sumbangan PAD itu dilakukan ketika sudah diaudit tidak merugi. “Setelah dinyatakan tidak merugi, baru bayar PAD. Jadi tahun ini PD pasar tidak merugi dan bisa sumbang PAD,” kata Rahmat. 

Meski saat ini dalam proses pembubaran dan pengalihan pengelolaan ke pemkab, dia berpendapat, PD pasar masih bisa menghasilkan laba di akhir tugasnya. Dengan fakta seperti itu, setelah PD pasar diambil alih pemkab nanti, dalam hal ini dinas perdagangan, tentu sumbangan PAD-nya harus lebih maksimal. “Harapan kami tentu proses pindah pengelolaan nanti lancar dan bisa jauh lebih maksimal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Duga Ada Kotak Suara Ilegal, Datangi Kantor Kecamatan

BOJONEGORO – Meski dinilai sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) kerap merugi, perusahaan daerah (PD) pasar justru mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Padahal salah satu BUMD tersebut sudah pasti akan dibubarkan.

Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmad Junaidi mengungkapkan, PD pasar tahun ini menyetor PAD sebesar Rp 740 juta. Setoran PAD tersebut merupakan yang terbesar selama lima tahun terakhir. Itu menunjukkan potensi pasar sangat bagus menyumbang PAD. “Beberapa tahun terakhir (PD pasar,Red) dianggap kerap merugi.  Namun tahun ini setoran PAD-nya cukup bagus,” katanya minggu (10/6).

Dia mengungkapkan, sebelumnya PD pasar menyumbang PAD pada 2016 hanya sebesar Rp 510 juta saja. Melihat capaian tersebut, tiap BUMD sebenarnya memiliki potensi sumbangan PAD cukup besar. Hanya, memang harus didorong. 

Baca Juga :  Jalani Isolasi, Kondisi Bu Anna Membaik

Menurut dia, sumbangan PAD berlaku dari tengah tahun sebelum hingga tahun sesudahnya. Sehingga hitungannya setahun sekali. Dia mencontohkan, hitungan sumbangan PAD tahun ini, dimulai sejak Juni 2017 sampai Juni 2018. Sumbangan PAD itu dilakukan ketika sudah diaudit tidak merugi. “Setelah dinyatakan tidak merugi, baru bayar PAD. Jadi tahun ini PD pasar tidak merugi dan bisa sumbang PAD,” kata Rahmat. 

Meski saat ini dalam proses pembubaran dan pengalihan pengelolaan ke pemkab, dia berpendapat, PD pasar masih bisa menghasilkan laba di akhir tugasnya. Dengan fakta seperti itu, setelah PD pasar diambil alih pemkab nanti, dalam hal ini dinas perdagangan, tentu sumbangan PAD-nya harus lebih maksimal. “Harapan kami tentu proses pindah pengelolaan nanti lancar dan bisa jauh lebih maksimal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Angin Segar Akhir Tahun, Kebun Belimbing Mengerek Pengunjung Wisata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/