alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Usulkan Remisi, Terbanyak Napi Narkoba

Radar Lamongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lamongan mengusulkan lebih dari 300 narapidana (napi) mendapatkan remisi khusus idul fitri. Lapas masih menunggu persetujuan usulan tersebut.

‘’Kami masih menunggu hasilnya. Biasanya H-1 baru keluar persetujuannya,’’ ujar Kasubsi Resigtrasi dan Bimkemas Lapas Kelas II B Lamongan Idris Pausi kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/5).

Saat ini, di lapas juga terdapat sejumlah napi koruptor. Di antaranya Sekdes Sumberjo, Kecamatan Pucuk Ahmad Andis bersama Plt Kades Sumberjo Bulhar.

Berdasarkan Undang-Undang (UU), terang Idris, napi koruptor lebih sulit mendapatkan remisi. ‘’Kalau napi pidana umum kan harus berkelakuan baik minimal enam bulan. Sebaliknya kalau napi koruptor harus berkelakuan baik minimal sembilan bulan. Itupun belum tentu disetujui remisinya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :   Jago Gambar

Idris menjelaskan, napi yang diusulkan dari beragam jenis kejahatan. Terbanyak napi kasus narkoba. Namun, Idris tak membawa data lengkapnya. Menurut dia, napi yang diusulkan remisi sudah memenuhi kriteria. ‘’Tahun lalu, usulan remisi dari kami disetujui seratus persen,’’ ujarnya.

Remisi yang diberikan kepada lebih dari 300 napi tersebut berbeda-beda, tergantung lama masa tahanannya. Makin lama, maka remisi yang diusulkan juga makin besar. Menurut Idris, napi yang mendapat remisi bisa dicabut kapanpun apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Di antaranya membawa handphone, berkelahi, atau terbukti membawa obat terlarang. ‘’Tapi selama ini kasus se perti ini belum pernah terjadi di sini,’’ klaim Idris.

Radar Lamongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lamongan mengusulkan lebih dari 300 narapidana (napi) mendapatkan remisi khusus idul fitri. Lapas masih menunggu persetujuan usulan tersebut.

‘’Kami masih menunggu hasilnya. Biasanya H-1 baru keluar persetujuannya,’’ ujar Kasubsi Resigtrasi dan Bimkemas Lapas Kelas II B Lamongan Idris Pausi kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/5).

Saat ini, di lapas juga terdapat sejumlah napi koruptor. Di antaranya Sekdes Sumberjo, Kecamatan Pucuk Ahmad Andis bersama Plt Kades Sumberjo Bulhar.

Berdasarkan Undang-Undang (UU), terang Idris, napi koruptor lebih sulit mendapatkan remisi. ‘’Kalau napi pidana umum kan harus berkelakuan baik minimal enam bulan. Sebaliknya kalau napi koruptor harus berkelakuan baik minimal sembilan bulan. Itupun belum tentu disetujui remisinya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Terjadi 11 Kebakaran

Idris menjelaskan, napi yang diusulkan dari beragam jenis kejahatan. Terbanyak napi kasus narkoba. Namun, Idris tak membawa data lengkapnya. Menurut dia, napi yang diusulkan remisi sudah memenuhi kriteria. ‘’Tahun lalu, usulan remisi dari kami disetujui seratus persen,’’ ujarnya.

Remisi yang diberikan kepada lebih dari 300 napi tersebut berbeda-beda, tergantung lama masa tahanannya. Makin lama, maka remisi yang diusulkan juga makin besar. Menurut Idris, napi yang mendapat remisi bisa dicabut kapanpun apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Di antaranya membawa handphone, berkelahi, atau terbukti membawa obat terlarang. ‘’Tapi selama ini kasus se perti ini belum pernah terjadi di sini,’’ klaim Idris.

Artikel Terkait

Most Read

Kesulitan Perbaiki Jalan Perumahan

Tambak Menyempit, Target Produksi Naik

Kreativitas Penentu Persaingan Kafe

Artikel Terbaru


/