alexametrics
24 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Pipa IPAL TPA Bocor, Warga Keluhkan Bau

KOTA – Bau menyengat dari TPA Tambakrigadung kembali dikeluhkan warga. Mereka mengadu ke perangkat desa setempat.

‘’Belum ada pembahasan, tapi laporan kita tamping. Kemungkinan ada kebocoran atau sanitary landfill tidak berfungsi” ujar Kades Tambakrigadung, Tikung, Mugiarto.

Menurut dia, karena kapasitas pembuangan ditambah, maka bau menyengat sering terhirup. Bahkan, limbah pengolahan sampah itu diduga mencemari lahan pertanian warga.

Dia menjelaskan, TPA tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tidak mungkin TPA ditutup atau dialihkan. Namun, pemerintah desa menolak adanya perluasan TPA.

Mugiarto menjelaskan, selama hampir enam tahun, tidak terjadi perluasan TPA. Pihak pengelola sempat mengajukan perluasan, namun ditolak. Alasannya, dekat dengan pemukiman warga.

Baca Juga :  Butuh Tambah Imun, Permintaan Buah Laris

Kabid Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Puji Nawatiningsih, mengatakan, sistem penghilang bau masih berfungsi. Rencananya diperpanjang supaya pembuangan lebih maksimal. Bau itu muncul karena ada indikasi kebocoran pada pipa IPAL. Sehingga ada air yang keluar sebelum melalui proses pengolahan. “Akan segera kita perbaiki, tapi kita masih mencari lokasi pengalihan sampah,” tuturnya.

Puji menuturkan, setelah sampah diratakan, kemudian ditimbun dengan tanah karena sampah itu tidak terurai. Hanya endapan bekas timbunan itu menimbulkan cairan. Kemudian masuk dalam sanitary landfill dan diolah melalui IPAL. Selanjutnya akan keluar air bersih tanpa bau. Karena ada kebocoran, maka kemungkinan bau itu muncul dari situ. Namun, Puji memastikan kebocorannya tidak parah.

Baca Juga :  16 Sudah Positif, DPRD Lamongan Masih Kunjungan Kerja ke Jateng

Sebenarnya bau sampah pasti muncul saat alat besar berusaha mengurainya. Kemudian ditimbun dengan tanah. Sehingga akan menyebabkan bau busuk. Apalagi TPA ini sebenarnya overload. Ditambah tonase yang masuk setiap hari mencapai 35-40 ton. karena itu akan dilakukan upaya untuk mengurai masalah tersebut secara bertahap.

KOTA – Bau menyengat dari TPA Tambakrigadung kembali dikeluhkan warga. Mereka mengadu ke perangkat desa setempat.

‘’Belum ada pembahasan, tapi laporan kita tamping. Kemungkinan ada kebocoran atau sanitary landfill tidak berfungsi” ujar Kades Tambakrigadung, Tikung, Mugiarto.

Menurut dia, karena kapasitas pembuangan ditambah, maka bau menyengat sering terhirup. Bahkan, limbah pengolahan sampah itu diduga mencemari lahan pertanian warga.

Dia menjelaskan, TPA tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tidak mungkin TPA ditutup atau dialihkan. Namun, pemerintah desa menolak adanya perluasan TPA.

Mugiarto menjelaskan, selama hampir enam tahun, tidak terjadi perluasan TPA. Pihak pengelola sempat mengajukan perluasan, namun ditolak. Alasannya, dekat dengan pemukiman warga.

Baca Juga :  HUT Ke-23 PAN, Santuni Anak Yatim- Duafa

Kabid Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Puji Nawatiningsih, mengatakan, sistem penghilang bau masih berfungsi. Rencananya diperpanjang supaya pembuangan lebih maksimal. Bau itu muncul karena ada indikasi kebocoran pada pipa IPAL. Sehingga ada air yang keluar sebelum melalui proses pengolahan. “Akan segera kita perbaiki, tapi kita masih mencari lokasi pengalihan sampah,” tuturnya.

Puji menuturkan, setelah sampah diratakan, kemudian ditimbun dengan tanah karena sampah itu tidak terurai. Hanya endapan bekas timbunan itu menimbulkan cairan. Kemudian masuk dalam sanitary landfill dan diolah melalui IPAL. Selanjutnya akan keluar air bersih tanpa bau. Karena ada kebocoran, maka kemungkinan bau itu muncul dari situ. Namun, Puji memastikan kebocorannya tidak parah.

Baca Juga :  Minta Kejelasan: Jangan Sampai Bojonegoro Residence Mangkrak

Sebenarnya bau sampah pasti muncul saat alat besar berusaha mengurainya. Kemudian ditimbun dengan tanah. Sehingga akan menyebabkan bau busuk. Apalagi TPA ini sebenarnya overload. Ditambah tonase yang masuk setiap hari mencapai 35-40 ton. karena itu akan dilakukan upaya untuk mengurai masalah tersebut secara bertahap.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/