alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pencari Kerja Belum Ada Penurunan

BOJONEGORO – Angka pencari kerja di Bojonegoro ternyata masih tinggi. Data terakhir dinas perindustrian dan tenaga kerja (dinperinaker) setempat, jumlahnya mencapai 23.000 orang. Rata-rata mereka adalah lulusan SMA sederajat. Namun, sebagian juga ada yang lulusan sarjana.

Kepala Dinperinaker Agus Supriyanto menjelaskan, jumlah pencari kerja memang masih banyak. Jumlahnya belum mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Itu karena setiap ada yang sudah masuk bursa kerja, ada lagi yang baru lulus. Sehingga, jumlahnya setiap tahun di kisaran itu.

“Diadakannya job fair untuk menjembatani pencari kerja dan perusahaan,” katanya di sela job fair berlangsung di SMKN 2 Bojonegoro, kemarin (10/4).

Agus menjelaskan, adanya bursa kerja terbuka itu jumlah pencari kerja bisa menurun. Sehingga, jumlah pencari kerja tidak melambung. Banyaknya jumlah pencari kerja bukan karena tidak ada lowongan pekerjaan.

Baca Juga :  Pemohon Kartu Kuning Sepi, Belum Kantongi Data Pengangguran

Namun, disebabkan karena minat dan bakat. Jika lowongan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan minat dan bakat, tentu para pencari kerja itu tidak akan melamar. “Selain itu faktor upah juga. Upah yang banyak tentunya lebih diminati,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto mengakui jumlah pencari kerja atau pengangguran masih tinggi. Yakni 3 persen dari jumlah penduduk Bojonegoro. Namun, setiap tahun pemkab setempat akan berusaha mengurangi angka itu.

“Kita akan berusaha menekan 0,7 persen agar bisa terus berkurang,” ujarnya.

Langkah pemkab untuk mengurangi jumlahnya adalah dengan menggelar bursa kerja terbuka atau job fair.

BOJONEGORO – Angka pencari kerja di Bojonegoro ternyata masih tinggi. Data terakhir dinas perindustrian dan tenaga kerja (dinperinaker) setempat, jumlahnya mencapai 23.000 orang. Rata-rata mereka adalah lulusan SMA sederajat. Namun, sebagian juga ada yang lulusan sarjana.

Kepala Dinperinaker Agus Supriyanto menjelaskan, jumlah pencari kerja memang masih banyak. Jumlahnya belum mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Itu karena setiap ada yang sudah masuk bursa kerja, ada lagi yang baru lulus. Sehingga, jumlahnya setiap tahun di kisaran itu.

“Diadakannya job fair untuk menjembatani pencari kerja dan perusahaan,” katanya di sela job fair berlangsung di SMKN 2 Bojonegoro, kemarin (10/4).

Agus menjelaskan, adanya bursa kerja terbuka itu jumlah pencari kerja bisa menurun. Sehingga, jumlah pencari kerja tidak melambung. Banyaknya jumlah pencari kerja bukan karena tidak ada lowongan pekerjaan.

Baca Juga :  Politik Uang Bisa Gagalkan Hasil Pemilu

Namun, disebabkan karena minat dan bakat. Jika lowongan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan minat dan bakat, tentu para pencari kerja itu tidak akan melamar. “Selain itu faktor upah juga. Upah yang banyak tentunya lebih diminati,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto mengakui jumlah pencari kerja atau pengangguran masih tinggi. Yakni 3 persen dari jumlah penduduk Bojonegoro. Namun, setiap tahun pemkab setempat akan berusaha mengurangi angka itu.

“Kita akan berusaha menekan 0,7 persen agar bisa terus berkurang,” ujarnya.

Langkah pemkab untuk mengurangi jumlahnya adalah dengan menggelar bursa kerja terbuka atau job fair.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/