alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Perlu Ciptakan Wisata Integrasi di Brondong

BRONDONG – Potensi wisata di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong mulai dikenal masyarakat luas. Selain pohon trinil, ada beberapa obyek wisata yang bisa dikelola warga. Di antaranya, kebun melon, klengkeng, dan penghasil cabai terbesar di Kecamatan Brondong.

Namun, selama ini harga hasil pertanian di desa tersebut jauh dari pasaran. Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Syaifudin Zuhri, berharap pemerintah mampu menciptakan pasar hasil pertanian dan perkebunan di Lamongan. Selama ini, sudah banyak potensi yang ada, namun belum dikembangkan dengan maksimal. ‘’Pengunjung trinil sudah banyak, tapi belum ada oleh-oleh ketika pulang,’’ katanya Selasa (10/4).

Dia juga menilai selama ini banyak pengunjung wisata trinil yang belum mengetahui bahwa tak jauh dari lokasi tersebut ada banyak melon yang bisa petik sendiri. Harganya juga terjangkau.

Baca Juga :  Guru SD Diancam Hukuman

Kebun itu lebih banyak dijadikan tempat wisata karena banyak petani melon di desa setempat yang mendapatkan harga kurang bagus saat dibeli tengkulak. Syaifudin mencontohkan harga melon milik petani maksimal Rp 10 ribu per kg. Padahal, di pasaran bisa mencapai Rp 20 ribu per kg. ‘’Ini tugas pemdes harus bisa mengintegariskan,’’ ujarnya.

Kepala Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Ahmad Kirom, menyatakan, selama ini petani melon masih tergantung pada pemilik modal. Sejak menanam, modalnya masih tergantung pada investor. Namun, dia menilai ide bagus bila kawasan desa itu bisa menjadi kawasan bisa yang terintegrasi.

‘’Ke depan, perlu dikonsep yang lebih matang,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :  Hilang, Orang Tua Sempat Mengira Adel Bersama Polisi

BRONDONG – Potensi wisata di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong mulai dikenal masyarakat luas. Selain pohon trinil, ada beberapa obyek wisata yang bisa dikelola warga. Di antaranya, kebun melon, klengkeng, dan penghasil cabai terbesar di Kecamatan Brondong.

Namun, selama ini harga hasil pertanian di desa tersebut jauh dari pasaran. Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Syaifudin Zuhri, berharap pemerintah mampu menciptakan pasar hasil pertanian dan perkebunan di Lamongan. Selama ini, sudah banyak potensi yang ada, namun belum dikembangkan dengan maksimal. ‘’Pengunjung trinil sudah banyak, tapi belum ada oleh-oleh ketika pulang,’’ katanya Selasa (10/4).

Dia juga menilai selama ini banyak pengunjung wisata trinil yang belum mengetahui bahwa tak jauh dari lokasi tersebut ada banyak melon yang bisa petik sendiri. Harganya juga terjangkau.

Baca Juga :  Guru SD Diancam Hukuman

Kebun itu lebih banyak dijadikan tempat wisata karena banyak petani melon di desa setempat yang mendapatkan harga kurang bagus saat dibeli tengkulak. Syaifudin mencontohkan harga melon milik petani maksimal Rp 10 ribu per kg. Padahal, di pasaran bisa mencapai Rp 20 ribu per kg. ‘’Ini tugas pemdes harus bisa mengintegariskan,’’ ujarnya.

Kepala Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Ahmad Kirom, menyatakan, selama ini petani melon masih tergantung pada pemilik modal. Sejak menanam, modalnya masih tergantung pada investor. Namun, dia menilai ide bagus bila kawasan desa itu bisa menjadi kawasan bisa yang terintegrasi.

‘’Ke depan, perlu dikonsep yang lebih matang,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :  Pembersihan APK Belum Tuntas

Artikel Terkait

Most Read

370 Perempuan Awasi Kinerja Desa

Kata Sakti Optimisme Hadapi Wabah

Suka Drama Musikal

Artikel Terbaru


/