alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Pastikan Jalan Poros Kabupaten-Desa dalam Kondisi Mulus

- Advertisement -

TUBAN – Penanganan jalan poros kabupaten dan desa menjadi perhatian khusus bupati Fathul Huda. Karena itu, kunjungan di sejumlah titik ruas jalan poros kabupaten dan desa, kini menjadi agenda rutin bupati. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa jalan yang menjadi tanggung jawab pemkab dalam kondisi baik. Selain itu, juga untuk memastikan titik-titik kerusakan jalan tersebut sudah masuk dalam program perbaikan.

Hasilnya, hampir semua jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan sudah masuk dalam penganggaran APBD 2018. Artinya, pada 2018 ini semua jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan bakal tertangani.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tuban Choliq Qunnasich menyampaikan, saat ini jalan poros kabupaten mencapai 750,22 kilometer (km), sedangkan jalan poros desa sepanjang 1.061,42 km. Dari total panjang jalan poros kabupaten dan desa tersebut, lebih dari 90 persen dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan berat dan sedang. (Selengkapnya grafis).

Baca Juga :  ¬†Satgas TMMD dari Yonif 405 bersama Warga Bersihkan Obwis Krama Cenil

‘’Sesuai hasil kunjungan bupati, sisa jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan sudah kami anggarkan untuk dilakukan perbaikan pada tahun ini,’’ kata Choliq.

Kalaupun ada kerusakan jalan yang masih belum ter-cover APBD, lanjut Choliq, itu merupakan kerusakan yang baru. Artinya, sebelum proses penganggaran APBD 2018 pada 2017 lalu, kondisinya masih baik. Namun, karena faktor alam, sehingga jalan tersebut mudah rusak. ‘’Inilah yang sekarang menjadi perhatian bupati (dalam agenda kunjungannya, Red). Untuk itu, nanti kami usulkan (anggaran perbaikannya, Red) pada perubahan APBD 2018. Sehingga, semua kerusakan jalan poros kabupaten dan desa bisa segera tertangani,’’ katanya.

- Advertisement -

Choliq lebih lanjut menyampaikan, selain karena faktor alam berupa bencana, sebagian kerusakan jalan juga karena kontur tanah yang lembek. Karena itu, secara bertahap jalan-jalan yang memiliki kontur tanah lembek bakal dilakukan pengerasan dengan cor beton. ‘’Sebagian (ruas jalan kabupaten, Red) sudah kami lakukan. Yang lain menyusul secara bertahap,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Desa Besur Dongkrak Perekonomian Masyarakat di Segala Aspek

Sementara itu, di sela-sela kunjungannya melihat kondisi jalan poros kabupaten dan desa yang menjadi tanggung jawab pemkab, bupati Fathul Huda selalu menegaskan, bahwa perbaikan jalan di Tuban tidak hanya tanggung jawab DPUPR, tapi menjadi tanggung jawab bersama. Utamanya seluruh camat di Tuban. ‘’Saya minta, seluruh camat juga pro aktif dalam mengawal kondisi jalan yang menjadi tanggung jawab pemkab,’’ tegas bupati.

Pro aktif yang dimaksud adalah rutin memantau dan melaporkan kondisi jalan di wilayah masing-masing. Sehingga, penanganan jalan yang mengalami kerusakan, seperti berlubang bisa lebih maksimal.

TUBAN – Penanganan jalan poros kabupaten dan desa menjadi perhatian khusus bupati Fathul Huda. Karena itu, kunjungan di sejumlah titik ruas jalan poros kabupaten dan desa, kini menjadi agenda rutin bupati. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa jalan yang menjadi tanggung jawab pemkab dalam kondisi baik. Selain itu, juga untuk memastikan titik-titik kerusakan jalan tersebut sudah masuk dalam program perbaikan.

Hasilnya, hampir semua jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan sudah masuk dalam penganggaran APBD 2018. Artinya, pada 2018 ini semua jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan bakal tertangani.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tuban Choliq Qunnasich menyampaikan, saat ini jalan poros kabupaten mencapai 750,22 kilometer (km), sedangkan jalan poros desa sepanjang 1.061,42 km. Dari total panjang jalan poros kabupaten dan desa tersebut, lebih dari 90 persen dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan berat dan sedang. (Selengkapnya grafis).

Baca Juga :  Hiburan Kawak Yang Ngangeni

‘’Sesuai hasil kunjungan bupati, sisa jalan poros kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan sudah kami anggarkan untuk dilakukan perbaikan pada tahun ini,’’ kata Choliq.

Kalaupun ada kerusakan jalan yang masih belum ter-cover APBD, lanjut Choliq, itu merupakan kerusakan yang baru. Artinya, sebelum proses penganggaran APBD 2018 pada 2017 lalu, kondisinya masih baik. Namun, karena faktor alam, sehingga jalan tersebut mudah rusak. ‘’Inilah yang sekarang menjadi perhatian bupati (dalam agenda kunjungannya, Red). Untuk itu, nanti kami usulkan (anggaran perbaikannya, Red) pada perubahan APBD 2018. Sehingga, semua kerusakan jalan poros kabupaten dan desa bisa segera tertangani,’’ katanya.

- Advertisement -

Choliq lebih lanjut menyampaikan, selain karena faktor alam berupa bencana, sebagian kerusakan jalan juga karena kontur tanah yang lembek. Karena itu, secara bertahap jalan-jalan yang memiliki kontur tanah lembek bakal dilakukan pengerasan dengan cor beton. ‘’Sebagian (ruas jalan kabupaten, Red) sudah kami lakukan. Yang lain menyusul secara bertahap,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kenalkan Gerakan 1821

Sementara itu, di sela-sela kunjungannya melihat kondisi jalan poros kabupaten dan desa yang menjadi tanggung jawab pemkab, bupati Fathul Huda selalu menegaskan, bahwa perbaikan jalan di Tuban tidak hanya tanggung jawab DPUPR, tapi menjadi tanggung jawab bersama. Utamanya seluruh camat di Tuban. ‘’Saya minta, seluruh camat juga pro aktif dalam mengawal kondisi jalan yang menjadi tanggung jawab pemkab,’’ tegas bupati.

Pro aktif yang dimaksud adalah rutin memantau dan melaporkan kondisi jalan di wilayah masing-masing. Sehingga, penanganan jalan yang mengalami kerusakan, seperti berlubang bisa lebih maksimal.

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Dukung Pendirian Mall

TKW Asal Brondong Dipindahkan ke ICU

Artikel Terbaru


/