alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Impor Diketati, Dorong Ekspor 

- Advertisement -

KOTA – Pemerintah pusat membatasi masuknya barang impor, khususnya pakaian. Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni, menyatakan, daerah hanya menyesuaikan regulasi tersebut. Menurut dia, sebelumnya perdagangan pakaian bekas atau impor cenderung terbuka. Saat ini, pemeriksaan di Surabaya diperketat. 

Zamroni menjelaskan, pengetatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekspor. Pemkab Lamongan tahun lalu mencatat nilai ekspor Rp 136 miliar. Angka tersebut naik dibandingkan 2016 yang hanya Rp 123 miliar. “Angka tersebut akan kita dorong terus supaya naiknya bisa signifikan,” tuturnya. 

Zamroni menambahkan, jumlah perusahaan ekspor di Kota Soto ini belum banyak. Rata – rata perusahaan hanya bergerak pada makanan olahan. Sehingga, kemampuan ekspor juga terbatas. Hanya beberapa hasil kerajinan yang mampu menembus pasar internasional. Di antaranya sarung tenun ikat, kerajinan kreatif, dolomite, mebel, pupuk alam, dan olahan hasil ikan. 

Baca Juga :  Hujan Rendah, Malah Siaga Merah

Zamroni menyatakan, peluang pasar internasional sebenarnya cukup terbuka. Saat ini, pengusaha Lamongan mampu menembus pasar Timur Tengah, Jamaika, Tiongkok, Jepang, Amerika, dan Eropa. “Link ini akan terus kita buka dengan memberikan pembinaan pada pelaku usaha,” ujarnya. 

KOTA – Pemerintah pusat membatasi masuknya barang impor, khususnya pakaian. Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni, menyatakan, daerah hanya menyesuaikan regulasi tersebut. Menurut dia, sebelumnya perdagangan pakaian bekas atau impor cenderung terbuka. Saat ini, pemeriksaan di Surabaya diperketat. 

Zamroni menjelaskan, pengetatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekspor. Pemkab Lamongan tahun lalu mencatat nilai ekspor Rp 136 miliar. Angka tersebut naik dibandingkan 2016 yang hanya Rp 123 miliar. “Angka tersebut akan kita dorong terus supaya naiknya bisa signifikan,” tuturnya. 

Zamroni menambahkan, jumlah perusahaan ekspor di Kota Soto ini belum banyak. Rata – rata perusahaan hanya bergerak pada makanan olahan. Sehingga, kemampuan ekspor juga terbatas. Hanya beberapa hasil kerajinan yang mampu menembus pasar internasional. Di antaranya sarung tenun ikat, kerajinan kreatif, dolomite, mebel, pupuk alam, dan olahan hasil ikan. 

Baca Juga :  Suka Bepergian, Gadis ini Pilih Warna Cerah untuk Outfit

Zamroni menyatakan, peluang pasar internasional sebenarnya cukup terbuka. Saat ini, pengusaha Lamongan mampu menembus pasar Timur Tengah, Jamaika, Tiongkok, Jepang, Amerika, dan Eropa. “Link ini akan terus kita buka dengan memberikan pembinaan pada pelaku usaha,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/