alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kerusakan Pompa Ditangani Teknisi BBWS

Radar Lamongan – Debit air di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo masih tinggi. Pintu air kuro hingga kini belum bisa dibuka. Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Lamongan terus mengaktifkan pompa untuk mengurangi ketinggian air.

‘’Selisih tinggal sedikit, sekitar 20 sentimeter (cm). Untuk pompa jumlahnya masih sama, tidak ada penambahan,’’ tutur Plt Kepala Dinas PUSDA Lamongan M Jufri kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (10/3).

Dua pompa bantuan dari Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) diaktifkan di kuro. Menurut Jufri, pompa bantuan tersebut beberapa kali mengalami kerusakan. ‘’Sudah diperbaiki. Untungnya ada teknisi dari BBWS. Jadi ketika troubel langsung diperbaiki,’’ ujar Jufri.

Baca Juga :  Mobil Logistik Kodim 0703 Cilacap Angkut Logistik untuk Anak-Anak

Selain pompa bantuan, terdapat dua pompa disel berkapasitas masing-masing sekitar seribu liter per detik. Sedangkan dua pompa mobil kapasitasnya masing-masing 500 liter per detik. ‘’Jadi terdapat pompa kapasitas 4 ribu liter per detik yang kita aktifkan di kuro,’’ imbuh Jufri.

Dia belum bisa memastikan kapan pintu kuro dibuka. Sebab, kiriman air dari daerah hulu cukup tinggi. ‘’Kiriman air dari atas Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro masih tinggi. Jadi kita belum bisa memastikan,’’ katanya.

Seperti diberitakan, musim penghujan datang lebih awal karena efek dari fenomena La Nina. Imbasnya banjir di wilayah Bengawan Jero belum bisa tertangani. ‘’Kalau ada apa-apa dari hulu, di sini pasti terimbas. Namanya juga daerah hilir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Muhadjir Effendy : Sekolah Harus Go Internasional

Radar Lamongan – Debit air di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo masih tinggi. Pintu air kuro hingga kini belum bisa dibuka. Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Lamongan terus mengaktifkan pompa untuk mengurangi ketinggian air.

‘’Selisih tinggal sedikit, sekitar 20 sentimeter (cm). Untuk pompa jumlahnya masih sama, tidak ada penambahan,’’ tutur Plt Kepala Dinas PUSDA Lamongan M Jufri kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (10/3).

Dua pompa bantuan dari Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) diaktifkan di kuro. Menurut Jufri, pompa bantuan tersebut beberapa kali mengalami kerusakan. ‘’Sudah diperbaiki. Untungnya ada teknisi dari BBWS. Jadi ketika troubel langsung diperbaiki,’’ ujar Jufri.

Baca Juga :  Usulan Jalan Kembali Dibahas

Selain pompa bantuan, terdapat dua pompa disel berkapasitas masing-masing sekitar seribu liter per detik. Sedangkan dua pompa mobil kapasitasnya masing-masing 500 liter per detik. ‘’Jadi terdapat pompa kapasitas 4 ribu liter per detik yang kita aktifkan di kuro,’’ imbuh Jufri.

Dia belum bisa memastikan kapan pintu kuro dibuka. Sebab, kiriman air dari daerah hulu cukup tinggi. ‘’Kiriman air dari atas Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro masih tinggi. Jadi kita belum bisa memastikan,’’ katanya.

Seperti diberitakan, musim penghujan datang lebih awal karena efek dari fenomena La Nina. Imbasnya banjir di wilayah Bengawan Jero belum bisa tertangani. ‘’Kalau ada apa-apa dari hulu, di sini pasti terimbas. Namanya juga daerah hilir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dua Motor Beradu, Dua Tewas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/