alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Nelayan Kecil Was-Was Melaut

PACIRAN – Meski mulai banyak yang melaut paska angin barat, para nelayan Desa/Kecamatan Paciran masih was-was saat melaut. Sebab, ombak besar dan angin kencang sewaktu-waktu masih bisa muncul. Terbukti, beberapa hari lalu dua kapal nelayan terbalik dan dua nelayan sempat hilang karena diterjang ombak besar.  

‘’Sampai saat ini semua nelayan masih was – was adanya angin kencang dan gelombang tinggi yang sewaktu-waktu muncul,’’ kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Muklisin Amar kemarin (10/3).

Menurut dia, karena kondisi itu, tidak semua nelayan berani melaut. Apalagi perahunya merupakan kapasitas kecil, yakni rata-rata 5 gross ton (GT), yang dipakai untuk menangkap rajungan. Mereka juga tidak berani terlalu jauh melaut. Yang semula hingga jarak 20 mil, saat ini hanya berani hingga 10 mil saja. ‘’Resikonya, hasil tangkapannya menjadi kurang maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bapenda Apresiasi Pengumuman, Pelunasan PBB-P2 Tercepat¬†

Muklisin mengungkapkan, kondisi cuaca buruk yang sewaktu-waktu terjadi sulit diprediksi. Karena saat ini sebenarnya masih masuk musim angin barat. Kalu untuk kapal besar, berkapasitas 30 GT ke atas mungkin masih bisa diatasi. ‘’Yang paling terkena dampak adalah nelayan kecil. Mereka yang biasanya berangkat melaut malam dan pulang siang esok harinya, kini pagi hari sudah pulang. Takut muncul ombak besar dan angin kencang,’’ terangnya. 

Dia mengungkapkan, dua nelayan yang sempat hilang karena perahunya terbalik, sudah mulai sehat. Untungnya tidak tak mengalami luka yang serius di bagian tubuhnya. Karena tak lama setelah perahunya terbalik, bisa segera diselamatkan nelayan lainnya. ‘’Kejadian tersebut membuat nelayan lainnya meningkatkan kewaspadaan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Bupati Belum Setujui Pakaian Adat

PACIRAN – Meski mulai banyak yang melaut paska angin barat, para nelayan Desa/Kecamatan Paciran masih was-was saat melaut. Sebab, ombak besar dan angin kencang sewaktu-waktu masih bisa muncul. Terbukti, beberapa hari lalu dua kapal nelayan terbalik dan dua nelayan sempat hilang karena diterjang ombak besar.  

‘’Sampai saat ini semua nelayan masih was – was adanya angin kencang dan gelombang tinggi yang sewaktu-waktu muncul,’’ kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Muklisin Amar kemarin (10/3).

Menurut dia, karena kondisi itu, tidak semua nelayan berani melaut. Apalagi perahunya merupakan kapasitas kecil, yakni rata-rata 5 gross ton (GT), yang dipakai untuk menangkap rajungan. Mereka juga tidak berani terlalu jauh melaut. Yang semula hingga jarak 20 mil, saat ini hanya berani hingga 10 mil saja. ‘’Resikonya, hasil tangkapannya menjadi kurang maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Perkara Anak Meningkat Drastis

Muklisin mengungkapkan, kondisi cuaca buruk yang sewaktu-waktu terjadi sulit diprediksi. Karena saat ini sebenarnya masih masuk musim angin barat. Kalu untuk kapal besar, berkapasitas 30 GT ke atas mungkin masih bisa diatasi. ‘’Yang paling terkena dampak adalah nelayan kecil. Mereka yang biasanya berangkat melaut malam dan pulang siang esok harinya, kini pagi hari sudah pulang. Takut muncul ombak besar dan angin kencang,’’ terangnya. 

Dia mengungkapkan, dua nelayan yang sempat hilang karena perahunya terbalik, sudah mulai sehat. Untungnya tidak tak mengalami luka yang serius di bagian tubuhnya. Karena tak lama setelah perahunya terbalik, bisa segera diselamatkan nelayan lainnya. ‘’Kejadian tersebut membuat nelayan lainnya meningkatkan kewaspadaan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Persela Yakin Masih Ada Peluang

Artikel Terkait

Most Read

898 Pelanggar Lalin di Bawah Umur

Borong Enam Prestasi Gemilang

Disundul Truk, GranMax Terguling

Artikel Terbaru


/