alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Parkir Masih Semrawut 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kebiasaan kendaraan roda empat saat parkir di tepi jalan sangat mengganggu. Selain memanfaatkan bahu jalan, mobil yang diparkir sering berlawanan arah. 

Contohnya sekitar pasar tingkat Lamongan dan kawasan RSUD Dr R Soegiri Lamongan. Adi, pengendara motor, menuding petugas parkir hanya mementingkan klien parkirnya. Dia mencontohkan petugas parkir yang kerap menghentikan pengendara motor secara mendadak saat ada mobil hendak berjalan setelah parkir. 

Padahal, kondisi tersebut sangat membahayakan pengendara. “Jalan ini sudah sangat sempit karena digunakan parkir dan pedagang. Lalu petugas seenaknya menghentikan kendaraan,” katanya. 

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan A Farikh menjelaskan bahu jalan yang sudah diberikan tanda bisa digunakan parkir. Dengan catatan pengguna parkir harus memerhatikan arah. Dia mencontohkan, lajur bagian kanan, maka arah mobil harus ke barat. Sebaliknya, lajur kiri arahnya harus ke timur. 

Baca Juga :  Bupati Lantik Pengurus IKASMADA

Jika masih ditemukan berlawanan dalam satu jalur, maka petugas akan bertindak tegas terhadap pengguna tersebut. Menurut dia, ada beberapa titik yang menjadi perhatian petugas selama ini. Misalnya kawasan pasar, rumah sakit dan pelayanan publik lainnya. 

Farikh mengklaim satu hari sudah dilakukan patroli minimal dua kali. Namun mereka memilih jam-jam tertentu untuk melakukan tindakan pelanggaran tersebut. “Kita sudah mengecek. Kalau memang masih ditemukan pengendara yang melanggar, itu keteledoran dan akan diperbaiki,” ujarnya. 

Farikh mengaku pihaknya hanya melakukan teguran mbersifat ajakan. Tidak ada hukuman. 

Terkait petugas parkir yang semena-mena, pihaknya bersedia menerima laporan langsung. Meski petugas tersebut bukan merupakan pegawai dishub, dia memastikan akan memberikan teguran agar mementingkan keselamatan bersama.

Baca Juga :  Ada Tambahan 15.194 Pemilih Pemula

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kebiasaan kendaraan roda empat saat parkir di tepi jalan sangat mengganggu. Selain memanfaatkan bahu jalan, mobil yang diparkir sering berlawanan arah. 

Contohnya sekitar pasar tingkat Lamongan dan kawasan RSUD Dr R Soegiri Lamongan. Adi, pengendara motor, menuding petugas parkir hanya mementingkan klien parkirnya. Dia mencontohkan petugas parkir yang kerap menghentikan pengendara motor secara mendadak saat ada mobil hendak berjalan setelah parkir. 

Padahal, kondisi tersebut sangat membahayakan pengendara. “Jalan ini sudah sangat sempit karena digunakan parkir dan pedagang. Lalu petugas seenaknya menghentikan kendaraan,” katanya. 

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan A Farikh menjelaskan bahu jalan yang sudah diberikan tanda bisa digunakan parkir. Dengan catatan pengguna parkir harus memerhatikan arah. Dia mencontohkan, lajur bagian kanan, maka arah mobil harus ke barat. Sebaliknya, lajur kiri arahnya harus ke timur. 

Baca Juga :  Warga Mandi Minyak, Takutkan Jalanan Licin

Jika masih ditemukan berlawanan dalam satu jalur, maka petugas akan bertindak tegas terhadap pengguna tersebut. Menurut dia, ada beberapa titik yang menjadi perhatian petugas selama ini. Misalnya kawasan pasar, rumah sakit dan pelayanan publik lainnya. 

Farikh mengklaim satu hari sudah dilakukan patroli minimal dua kali. Namun mereka memilih jam-jam tertentu untuk melakukan tindakan pelanggaran tersebut. “Kita sudah mengecek. Kalau memang masih ditemukan pengendara yang melanggar, itu keteledoran dan akan diperbaiki,” ujarnya. 

Farikh mengaku pihaknya hanya melakukan teguran mbersifat ajakan. Tidak ada hukuman. 

Terkait petugas parkir yang semena-mena, pihaknya bersedia menerima laporan langsung. Meski petugas tersebut bukan merupakan pegawai dishub, dia memastikan akan memberikan teguran agar mementingkan keselamatan bersama.

Baca Juga :  Sayangkan Buruknya Pemahaman Aturan, Tertibkan 672 APK Melanggar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/