alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Kader Posyandu Balita giat mengembangkan Hortikultura

Musim hujan yang tiba dimanfaatkan oleh para kader posyandu di wilayah terdampak proyek Jambaran Tiung Biru yaiti di desa pelem, dolokgede, Bandungrejo dan Kaliombo untuk menanam tanaman yang mengandung gizu dab bernilai ekonomi, sebagai  pelaksanaan program Pertamina Sehati kerjasama PEPC dan Paratazkia.

Tanaman yang di kembangkan di pekarangan rumah setiap kader posyandu antaralain

Cabe, tomat, sakit, kangkung, bayem, kacang panjang, timun.

Selain tanaman sayuran yang mengandung gizi dan bernilai ekonomi, di setiap pos posyandu juga dikembangkan tanaman obat keluarga yang bisa menjadi referensi dan induk pengembangan bagi masyarakat sekitar.

Tidak kurang dari 40 jenis tanaman berkhasiat obat yang tersebar di 15 posyandu yang ada di keempat desa tersebut

Baca Juga :  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan program Sehat Anak dan Ibu Tercinta (SEHATI) dari PEPC sebagai kepedulian PEPC terhadap masyarakat terdampak proyek JTB. Upaya kesehatan ini di lakukan bersama Masyarakat dalam bentuk berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah mengembangkan lingkungan sekitar melalui tanaman yang bergizi dan berhasrat obat. Banyak ragam hayati yang menjadi kekayaan alam Indonesia untuk bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk unggulan tiap desa.

Program Pertamina Sehati ini disambut antusias oleh para kader posyandu yang selama ini sebagai relawan desa bidang kesehatan dan kesejahteraan.

Musim hujan yang tiba dimanfaatkan oleh para kader posyandu di wilayah terdampak proyek Jambaran Tiung Biru yaiti di desa pelem, dolokgede, Bandungrejo dan Kaliombo untuk menanam tanaman yang mengandung gizu dab bernilai ekonomi, sebagai  pelaksanaan program Pertamina Sehati kerjasama PEPC dan Paratazkia.

Tanaman yang di kembangkan di pekarangan rumah setiap kader posyandu antaralain

Cabe, tomat, sakit, kangkung, bayem, kacang panjang, timun.

Selain tanaman sayuran yang mengandung gizi dan bernilai ekonomi, di setiap pos posyandu juga dikembangkan tanaman obat keluarga yang bisa menjadi referensi dan induk pengembangan bagi masyarakat sekitar.

Tidak kurang dari 40 jenis tanaman berkhasiat obat yang tersebar di 15 posyandu yang ada di keempat desa tersebut

Baca Juga :  Pengamat: Nasdem Diprediksi Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan program Sehat Anak dan Ibu Tercinta (SEHATI) dari PEPC sebagai kepedulian PEPC terhadap masyarakat terdampak proyek JTB. Upaya kesehatan ini di lakukan bersama Masyarakat dalam bentuk berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah mengembangkan lingkungan sekitar melalui tanaman yang bergizi dan berhasrat obat. Banyak ragam hayati yang menjadi kekayaan alam Indonesia untuk bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk unggulan tiap desa.

Program Pertamina Sehati ini disambut antusias oleh para kader posyandu yang selama ini sebagai relawan desa bidang kesehatan dan kesejahteraan.

Artikel Terkait

Most Read

Delapan Besar di Lokajaya 

Masalah Sampah Menjadi Kian Buruk

Calon Bidan Tangguh

Tak Terkendali, Truk Nabrak Pohon

Artikel Terbaru


/