alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

M. Husni Mubarok, Atlet Binaraga Sumbang Medali Perak Kejurprov

Akhir Tahun 2017 lalu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi M. Husni Mubarok. Pertama kalinya ikut kejuaraan provinsi (Kejurprov), Husni langsung menyabet medali perak untuk Lamongan. Itu menjadi motivasinya untuk kejuaraan kedepan. 

———————————

INDRA GUNAWAN, Lamongan

——————————— 

M. Husni Mubarok menjalani aktivitas sehari-hari sebagai trainer di salah satu tempat fitness di Kecamatan Babat, Lamongan. Lima hari dalam seminggu, dia membimbing para pehobi fitnes tingkat beginner memainkan alat-alat berat. Waktunya pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Rutinitas itu juga dijalani Husni sapaannya kemarin sore (10/1), yang menyempatkan waktu saat istirahat untuk bisa ngobrol dengan wartawan koran ini. 

Pertengahan Nopember tahun lalu, Husni pertama kalinya maju dalam kejuaraan provinsi (Kejurprov) mewakili Lamongan di Kediri.

Kompetitornya tak banyak, hanya 15 atlet yang tersebar dari kabupaten/ kota se-Jatim.

Tak banyak, karena juri cukup ketat menerapkan standarisasi untuk bisa lolos administrasi kejuaraan binaraga. 

‘’Meski fitnes kini sudah mulai populer, tapi jumlah atletnya tak banyak yang bisa menembus kejuaraan,’’ tutur Husni kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Nama Kiai Makruf Amin Ikut Terseret

Itu menjadi pengalaman paling berkesan bagi pria kelahiran Tahun 1986 itu. Sebab, kejurprov tersebut menjadi kejuaraan perdana yang diikutinya.

Ibaratnya, Husni tak mematok target khusus pada kejuaraan binaraga kelas 65 kilogram (kg) tersebut.

Tapi hasilnya di luar dugaan. Husni mampu menyabet medali perak, serta menyumbang koleksi medali bagi Persatuan Angkat Berat Dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Pengurus Cabang (Pengcab) Lamongan. 

‘’Cukup berkesan karena kejuaraan itu kali pertama kali saya merasakan kejuaraan binaraga,’’ katanya.

Tapi, Husni harus berjuang keras selama tiga bulan sebelum kejuaraan. Terhitung sejak pertengahan September, bapak satu anak itu menambah porsi latihan.

Lima hari dia berkutat di tempat fitness dengan alat-alat berat. Sedangkan, dua bulan sebelum kejuaraan, tantangannya lebih berat lagi.

Latihannya repetisi dilakukan dua kali sehari, serta diet ketat pada karbohidrat dan lemak. Sedangkan, Husni dituntut untuk menambah protein.

Baca Juga :  Andalkan Koperasi, Minimal 5 Nasabah Baru Setiap HariĀ 

‘’Jika biasanya hanya mengkonsumsi ayam sebanyak setengah kg per hari, tapi dua bulan sebelum even wajib mengkonsumsi 2 kg ayam per harinya,’’ ucap alumnus MAN Babat tersebut.  

Pekerjaan menjadi trainer saat ini, tak lepas dari hobinya yang doyan melakukan angkat berat.

Saat masih duduk di bangku SMA, ketertarikan husni sudah tertarik pada barbel. Dia membuat sendiri barbel dari semen, lantaran tak memiliki uang untuk membeli. 

‘’Dulu memang suka membuat barbel sendiri, tapi hanya menjadikan itu sebagai hobi saja,’’ katanya. 

Sekitar Tahun 2011, keinginan untuk mendalami pembentukan tubuh kembali muncul.

Sayangnya, saat itu Husni masih bekerja di salah satu tempat karaoke keluarga di Lamongan. Latihannya tak bisa maksimal, karena dia harus membagi kerja dan latihan. 

‘’Nah, enam bulan lalu keinginan itu muncul berkat bimbingan Pak Rico di PABBSI Lamongan. Bahkan juga punya kesempatan ikut kejuaraan juga,’’ tukasnya.

Akhir Tahun 2017 lalu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi M. Husni Mubarok. Pertama kalinya ikut kejuaraan provinsi (Kejurprov), Husni langsung menyabet medali perak untuk Lamongan. Itu menjadi motivasinya untuk kejuaraan kedepan. 

———————————

INDRA GUNAWAN, Lamongan

——————————— 

M. Husni Mubarok menjalani aktivitas sehari-hari sebagai trainer di salah satu tempat fitness di Kecamatan Babat, Lamongan. Lima hari dalam seminggu, dia membimbing para pehobi fitnes tingkat beginner memainkan alat-alat berat. Waktunya pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Rutinitas itu juga dijalani Husni sapaannya kemarin sore (10/1), yang menyempatkan waktu saat istirahat untuk bisa ngobrol dengan wartawan koran ini. 

Pertengahan Nopember tahun lalu, Husni pertama kalinya maju dalam kejuaraan provinsi (Kejurprov) mewakili Lamongan di Kediri.

Kompetitornya tak banyak, hanya 15 atlet yang tersebar dari kabupaten/ kota se-Jatim.

Tak banyak, karena juri cukup ketat menerapkan standarisasi untuk bisa lolos administrasi kejuaraan binaraga. 

‘’Meski fitnes kini sudah mulai populer, tapi jumlah atletnya tak banyak yang bisa menembus kejuaraan,’’ tutur Husni kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Tragedi Penembakan, Tiga Korban Masih Berada di RSUD Blora

Itu menjadi pengalaman paling berkesan bagi pria kelahiran Tahun 1986 itu. Sebab, kejurprov tersebut menjadi kejuaraan perdana yang diikutinya.

Ibaratnya, Husni tak mematok target khusus pada kejuaraan binaraga kelas 65 kilogram (kg) tersebut.

Tapi hasilnya di luar dugaan. Husni mampu menyabet medali perak, serta menyumbang koleksi medali bagi Persatuan Angkat Berat Dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Pengurus Cabang (Pengcab) Lamongan. 

‘’Cukup berkesan karena kejuaraan itu kali pertama kali saya merasakan kejuaraan binaraga,’’ katanya.

Tapi, Husni harus berjuang keras selama tiga bulan sebelum kejuaraan. Terhitung sejak pertengahan September, bapak satu anak itu menambah porsi latihan.

Lima hari dia berkutat di tempat fitness dengan alat-alat berat. Sedangkan, dua bulan sebelum kejuaraan, tantangannya lebih berat lagi.

Latihannya repetisi dilakukan dua kali sehari, serta diet ketat pada karbohidrat dan lemak. Sedangkan, Husni dituntut untuk menambah protein.

Baca Juga :  Stroke, Satu Jamaah Diantar Ambulans

‘’Jika biasanya hanya mengkonsumsi ayam sebanyak setengah kg per hari, tapi dua bulan sebelum even wajib mengkonsumsi 2 kg ayam per harinya,’’ ucap alumnus MAN Babat tersebut.  

Pekerjaan menjadi trainer saat ini, tak lepas dari hobinya yang doyan melakukan angkat berat.

Saat masih duduk di bangku SMA, ketertarikan husni sudah tertarik pada barbel. Dia membuat sendiri barbel dari semen, lantaran tak memiliki uang untuk membeli. 

‘’Dulu memang suka membuat barbel sendiri, tapi hanya menjadikan itu sebagai hobi saja,’’ katanya. 

Sekitar Tahun 2011, keinginan untuk mendalami pembentukan tubuh kembali muncul.

Sayangnya, saat itu Husni masih bekerja di salah satu tempat karaoke keluarga di Lamongan. Latihannya tak bisa maksimal, karena dia harus membagi kerja dan latihan. 

‘’Nah, enam bulan lalu keinginan itu muncul berkat bimbingan Pak Rico di PABBSI Lamongan. Bahkan juga punya kesempatan ikut kejuaraan juga,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

ETLE Belum Berfungsi, Muncul Incar

Ikan Segar Jadi Buruan Wisatawan

Temukan 676 Anggota Parpol Ganda

Artikel Terbaru


/