alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Target Penghitungan Kerugian Negara Selesai Akhir Bulan

KOTA – Penghitungan kerugian negara dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) APBN 2007 senilai Rp 4 miliar yang diakibatkan empat tersangka belum selesai hingga kamis (8/11).

Tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menargetkan, jumlah kerugian diketahui paling lambat akhir bulan ini.

”Targetnya akhir November selesai penghitungan kerugian negaranya,” kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (8/11).

Agus menjelaskan, kerugian negara dugaan korupsi tersebut masih tahap penghitungan. Penyidik menggandeng tim auditor dari Surabaya. ”Sembari menunggu penghitungan keuangan negara selesai, kami melakukan pemberkasan perkara ini,” ucapnya.

Diketahui, empat tersangka itu bernama Hadi, dari UD Kandang Kumpul Kecamatan Kepohbaru. Sudirman, dari UD Sumberrejeki Kecamatan Sumberrejo. Dwi Priyono, dari UD Barokah. Sedangkan, Umar Fauzi dari UD Rejo Agung Kecamatan Kapas.

Baca Juga :  Kejari Tegaskan Aset Syamsul Bukan TPPU

Mereka ditetapkan tersangka karena masih nunggak pembayaran pinjaman. Misalnya UD Kandang Kumpul meminjam sebesar Rp 350 juta, baru dikembalikan Rp 102 juta.

UD Sumber Rejeki meminjam sebesar Rp 100 juta, baru dikembalikan Rp 4 juta. UD Barokah meminjam sebesar Rp 250 juta, baru dikembalikan Rp 25 juta. 

Sedangkan, UD Rejo Agung meminjam sebesar Rp 300 juta, baru dikembalikan Rp 13 juta. Sehingga, lembaga tersebut memiliki tunggakan sebesar Rp 287 juta. Meski ditetapkan tersangka, namun mereka belum ditahan.

KOTA – Penghitungan kerugian negara dugaan korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) APBN 2007 senilai Rp 4 miliar yang diakibatkan empat tersangka belum selesai hingga kamis (8/11).

Tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menargetkan, jumlah kerugian diketahui paling lambat akhir bulan ini.

”Targetnya akhir November selesai penghitungan kerugian negaranya,” kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (8/11).

Agus menjelaskan, kerugian negara dugaan korupsi tersebut masih tahap penghitungan. Penyidik menggandeng tim auditor dari Surabaya. ”Sembari menunggu penghitungan keuangan negara selesai, kami melakukan pemberkasan perkara ini,” ucapnya.

Diketahui, empat tersangka itu bernama Hadi, dari UD Kandang Kumpul Kecamatan Kepohbaru. Sudirman, dari UD Sumberrejeki Kecamatan Sumberrejo. Dwi Priyono, dari UD Barokah. Sedangkan, Umar Fauzi dari UD Rejo Agung Kecamatan Kapas.

Baca Juga :  Oknum PNS Gelapkan Rp 300 Juta

Mereka ditetapkan tersangka karena masih nunggak pembayaran pinjaman. Misalnya UD Kandang Kumpul meminjam sebesar Rp 350 juta, baru dikembalikan Rp 102 juta.

UD Sumber Rejeki meminjam sebesar Rp 100 juta, baru dikembalikan Rp 4 juta. UD Barokah meminjam sebesar Rp 250 juta, baru dikembalikan Rp 25 juta. 

Sedangkan, UD Rejo Agung meminjam sebesar Rp 300 juta, baru dikembalikan Rp 13 juta. Sehingga, lembaga tersebut memiliki tunggakan sebesar Rp 287 juta. Meski ditetapkan tersangka, namun mereka belum ditahan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/