alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Jenis Perunggu, Geser Perhiasan Emas

BOJONEGORO – Sejumlah pengusaha perhiasan mulai beralih memasarkan jenis perunggu. Hal itu dilakukan lantaran melemahnya daya beli masyarakat terhadap perhiasan jenis emas. Sehingga, pengusaha dituntut bisa mencari terobosan. Salah satunya menciptakan produk dengan nilai jual rendah, tetapi kualitas tetap bagus. 

Siti Nur Hidayati, karyawan salah satu toko perhiasan Bojonegoro, mengungkapkan, pasar perhiasan kurang prospektif.

Karena masyarakat mulai beralih menggunakan jenis aksesori perak dan perunggu. Selain modelnya bagus, harganya relatif terjangkau, sehingga konsumennya merata. 

Menurut Ida, selama ini konsumen hanya dicekoki perhiasan emas dengan harga selangit. Sehingga, segmen pasarnya terbatas.

Sedangkan, dengan adanya aksesori menyerupai perhiasan emas berjenis perak dan perunggu bisa menjadi penghibur bagi konsumen kelas bawah. ”Setidaknya bisa bergaya dengan kemampuannya,” ujarnya kamis (9/11). 

Baca Juga :  Jembatan Bojonegoro - Blora Membuka Koneksi Ekonomi Antarkabupaten

Kemunculan perak dan perunggu, lanjut dia, bisa mengobati kerinduan masyarakat untuk menikmati balutan perhiasan. Untuk perak sendiri harganya cukup murah, antara Rp 20 ribu per gram.

Sedangkan perunggu harganya Rp 25 ribu-35 ribu per gramnya. Aksesori tersebut bisa dijual ataupun di tukar, dengan kerugian tertentu. 

Terpisah, Budiono, penjual perhiasan emas di Jalan Kartini, membenarkan, konsumen emas beralih menggunakan aksesori imitasi.

Meski tidak semua, tapi adanya pilihan tersebut cukup merubah gaya hidup seseorang. Utamanya mereka dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga memilih alternatif perhiasannya.

Meski imitasi bentuk dan modelnya tidak berbeda jauh dengan perhiasan emas asli. Sehingga konsumen tidak ragu untuk mengoleksi barang tersebut. ”Harga murah, model bagus,” paparnya.

Baca Juga :  Setahun Tumbuh Seribu Unit Rumah

BOJONEGORO – Sejumlah pengusaha perhiasan mulai beralih memasarkan jenis perunggu. Hal itu dilakukan lantaran melemahnya daya beli masyarakat terhadap perhiasan jenis emas. Sehingga, pengusaha dituntut bisa mencari terobosan. Salah satunya menciptakan produk dengan nilai jual rendah, tetapi kualitas tetap bagus. 

Siti Nur Hidayati, karyawan salah satu toko perhiasan Bojonegoro, mengungkapkan, pasar perhiasan kurang prospektif.

Karena masyarakat mulai beralih menggunakan jenis aksesori perak dan perunggu. Selain modelnya bagus, harganya relatif terjangkau, sehingga konsumennya merata. 

Menurut Ida, selama ini konsumen hanya dicekoki perhiasan emas dengan harga selangit. Sehingga, segmen pasarnya terbatas.

Sedangkan, dengan adanya aksesori menyerupai perhiasan emas berjenis perak dan perunggu bisa menjadi penghibur bagi konsumen kelas bawah. ”Setidaknya bisa bergaya dengan kemampuannya,” ujarnya kamis (9/11). 

Baca Juga :  Membantu Warga Bentuk Wujud Kemanungalan TNI pada Rakyat

Kemunculan perak dan perunggu, lanjut dia, bisa mengobati kerinduan masyarakat untuk menikmati balutan perhiasan. Untuk perak sendiri harganya cukup murah, antara Rp 20 ribu per gram.

Sedangkan perunggu harganya Rp 25 ribu-35 ribu per gramnya. Aksesori tersebut bisa dijual ataupun di tukar, dengan kerugian tertentu. 

Terpisah, Budiono, penjual perhiasan emas di Jalan Kartini, membenarkan, konsumen emas beralih menggunakan aksesori imitasi.

Meski tidak semua, tapi adanya pilihan tersebut cukup merubah gaya hidup seseorang. Utamanya mereka dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga memilih alternatif perhiasannya.

Meski imitasi bentuk dan modelnya tidak berbeda jauh dengan perhiasan emas asli. Sehingga konsumen tidak ragu untuk mengoleksi barang tersebut. ”Harga murah, model bagus,” paparnya.

Baca Juga :  Jatim Prioritas, Layanan Terbaik untuk Nasabah Prioritas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/