alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Jajaki Investasi Air Bersih

KOTA – Air bersih di Lamongan dilirik investor asal Malaysia. Jika tidak ada kendala, maka perusahaan asing tersebut diperkirakan membangun instalasi air bersih dengan kapasitas 100 liter per detik. Kapasitas itu hampir sama dengan kapasitas PDAM setempat.

‘’Investor dari Malaysia menjajaki menanamkan investasi di Lamongan. Saat ini sedang melakukan FS (feasibility study) atau studi kelayakan,’’ kata Direktur PDAM Lamongan, M Maksum, kemarin (9/10).

Menurut dia, instalasi air bersih yang akan dibangun investor Malaysia tersebut rencananya mengambil air baku dari Bengawan Solo di Kecamatan Karanggeneng dan Laren. ‘’Kapasitasnya diperkirakan sekitar 100 liter per detik,’’ imbuhnya.

Dia menuturkan, instalasi air bersih yang akan dibangun di Karanggeneng direncanakan untuk melayani pabrik atau industri yang berada di sepanjang jalan raya Babat -Lamongan. Sedangkan instalansi di Kecamatan Laren direncanakan untuk melayani kebutuhan air bersih industri-industri yang ada di pantura Lamongan. ‘’Karena sasarannya kalangan industri, direncanakan tarifnya kategori industri, yang besarnya sekitar dua kali lipat tarif rumah tangga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mengalir hingga Pelosok, Ringankan Beban Warga

Menurut dia, bila investasi tersebut benar-benar terealisasi, maka kebutuhan air bersih di Lamongan akan semakin tercukupi. Khususnya untuk kalangan industri. Sebab, kebutuhan air bersih di Kota Soto tersebut masih cukup besar. 

Proyek tersebut juga bakal bisa menggantikan rencana proyek sistem penyediaan air minum (Spam) untuk wilayah pantura Lamongan. ‘’Proyek itu (Spam, Red) tampaknya tak berlanjut,’’ kata Maksum.

Spam sebelumnya digadang-gadang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pantura Lamongan. Proyek senilai sekitar Rp 133 miliar itu diperkirakan masa konstruksinya dua tahun, yang dikelola bersama antara pihak ketiga dengan Pemkab Lamongan. Setelah masa 20 tahun pengelolaan, baru diserahkan kepada Pemkab Lamongan.

Spam tersebut direncanakan berkapasitas 200 liter per detik dengan air baku dari sudetan Bengawan Solo yang mengalir ke Sedayulawas, Kecamatan Brondong. Spam untuk memenuhi kebutuhan air minum di Kecamatan Paciran, Brondong, Laren, dan Solokuro, kecuali di wilayah kelurahan atau desa yang menjadi layanan PDAM. Yakni Labuhan, Lohgung, Blimbing, dan Kandangsemangkon. Di empat kecamatan itu, air bersih baru terpenuhi sekitar tiga persen dari total populasi sekitar 243.450 jiwa.

Baca Juga :  Betapa Kerasnya Sepak Bola Batu

KOTA – Air bersih di Lamongan dilirik investor asal Malaysia. Jika tidak ada kendala, maka perusahaan asing tersebut diperkirakan membangun instalasi air bersih dengan kapasitas 100 liter per detik. Kapasitas itu hampir sama dengan kapasitas PDAM setempat.

‘’Investor dari Malaysia menjajaki menanamkan investasi di Lamongan. Saat ini sedang melakukan FS (feasibility study) atau studi kelayakan,’’ kata Direktur PDAM Lamongan, M Maksum, kemarin (9/10).

Menurut dia, instalasi air bersih yang akan dibangun investor Malaysia tersebut rencananya mengambil air baku dari Bengawan Solo di Kecamatan Karanggeneng dan Laren. ‘’Kapasitasnya diperkirakan sekitar 100 liter per detik,’’ imbuhnya.

Dia menuturkan, instalasi air bersih yang akan dibangun di Karanggeneng direncanakan untuk melayani pabrik atau industri yang berada di sepanjang jalan raya Babat -Lamongan. Sedangkan instalansi di Kecamatan Laren direncanakan untuk melayani kebutuhan air bersih industri-industri yang ada di pantura Lamongan. ‘’Karena sasarannya kalangan industri, direncanakan tarifnya kategori industri, yang besarnya sekitar dua kali lipat tarif rumah tangga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kekurangan Air Bersih Terus Meluas

Menurut dia, bila investasi tersebut benar-benar terealisasi, maka kebutuhan air bersih di Lamongan akan semakin tercukupi. Khususnya untuk kalangan industri. Sebab, kebutuhan air bersih di Kota Soto tersebut masih cukup besar. 

Proyek tersebut juga bakal bisa menggantikan rencana proyek sistem penyediaan air minum (Spam) untuk wilayah pantura Lamongan. ‘’Proyek itu (Spam, Red) tampaknya tak berlanjut,’’ kata Maksum.

Spam sebelumnya digadang-gadang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pantura Lamongan. Proyek senilai sekitar Rp 133 miliar itu diperkirakan masa konstruksinya dua tahun, yang dikelola bersama antara pihak ketiga dengan Pemkab Lamongan. Setelah masa 20 tahun pengelolaan, baru diserahkan kepada Pemkab Lamongan.

Spam tersebut direncanakan berkapasitas 200 liter per detik dengan air baku dari sudetan Bengawan Solo yang mengalir ke Sedayulawas, Kecamatan Brondong. Spam untuk memenuhi kebutuhan air minum di Kecamatan Paciran, Brondong, Laren, dan Solokuro, kecuali di wilayah kelurahan atau desa yang menjadi layanan PDAM. Yakni Labuhan, Lohgung, Blimbing, dan Kandangsemangkon. Di empat kecamatan itu, air bersih baru terpenuhi sekitar tiga persen dari total populasi sekitar 243.450 jiwa.

Baca Juga :  Hafidz dan Rifqi, Kakak Adik Tunanetra Jago Qariah dan Piano

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/