alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

SMKN Singgahan Siap Cetak Generasi Canggih Penguat Ketahanan Pangan

Radar Tuban – SMKN 1 Singgahan kemarin (9/9) menggelar sarasehan motivasi terkait agrobisnis pertanian dan peternakan. Sesuai temanya, sarasehan tersebut untuk memotivasi dan mengubah maindset para siswa dan wali murid dari pola pertanian dan peternakan tradisional ke arah pola milenial dan modern.

Begitu istimewanya sarasehan tersebut, acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tuban Riyadi SH bersama Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Dr. Ir. Amenan, MT serta perwakilan dinas pertanian dan ketahanan pangan sebagai pemateri dan motivator.

Hadir juga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno. Kegiatan yang dikemas dalam sarasehan bersama wabup tersebut juga diikuti siswa dan wali murid jurusan agrobisnis sekolah tersebut. Sarasehan digelar terpisah di beberapa ruang kelas dan tersambung melalui Zoom Meeting, serta melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam sarasehan tersebut wabup Riyadi memberikan motivasi dan mengajak para siswa maupun orang tua siswa untuk mengubah pola pikir dalam bertani. Menjadi petani dan menjalankan konsep smart farming untuk bisa menopang sumber pangan di masa depan. ‘’Kita harus membuang maindset bahwa bertani adalah sebuah keterpaksaan. Kita harus bisa bertransformasi menjadi petani pintar dan modern,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan SD Bakal Direhab, Didominasi Perbaikan Ruang Kelas

Kang Riyadi, sapaan akrabnya, yakin sebagai satu-satunya SMK di Kabupaten Tuban yang memiliki jurusan pertanian, para lulusannya dapat memberikan manfaat dalam pengembangan pertanian. Khususnya di wilayah selatan Bumi Wali. Dia menegaskan, dengan luasnya hamparan sawah yang dimiliki sudah sela yaknya Kabupaten Tuban menjadi lumbung pangan nasional.

Karena itu, regenerasi sumber daya manusia (SDM) pertanian harus diciptakan untuk mengelola pertanian, baik dari penciptaan teknologi pertanian, agrobisnis pertanian, hingga produksi pangan.

Menurut wabup, menciptakan pekerjaan melalui pertanian atau memaknai petani berdasi bukan sebuah keniscayaan. Dia berharap siswa- siswi SMKN 1 Singgahan ini segera mempraktikkan ilmu yang didapat di bangku sekolah agar bisa menjadi pelopor untuk pertanian modern di Kabupaten Tuban.

‘’Tidak usah menunggu lulus. Langsung praktik untuk yang sudah punya sawah atau beternak. Untuk menjadi pelopor teknologi per tanian dan agrobisnis, harus semangat tidak pantang menyerah,’’ tegas orang nomor dua di Pemkab Tuban itu.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provisi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi prayitno mengungkapkan, setelah turunnya aturan tentang diperbolehkannya sekolah tatap muka, dia meminta agar praktik yang menjadi ciri khas SMK untuk segera dilaksanakan kembali.

Baca Juga :  Siapkan Sanksi Bagi ASN yang Berlibur ke Luar Kota

‘’Dijalankan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan murid-guru dengan menja lankan protokol kesehatan,’’ kata dia.

Adi juga berharap, sekolah bisa menjalin kerja sama dengan pemkab untuk penyiapkan lahan praktik yang didukung dengan sarana dan prasarana. Hara pannya, benar-benar menciptakan lulusan yang mumpuni dari segi pengelolaan tanaman, lahan, hingga agro bisnisnya.

‘’Hanya di profesi pertanian yang tidak ada PHK-nya. SDM-nya akan semakin profesional dari waktu ke waktu. Untuk itu, hal ini harus dipikirkan,’’ tandasnya.

Kepala SMKN 1 Singgahan Hidayat Rahman mengatakan, Singgahan adalah kecamatan yang hampir 80 persen wilayahnya merupakan wilayah agraris dan mayoritas warganya bertani dan beternak. Dia menjelaskan, SMKN 1 Singgahan memiliki jurusan agrobisnis tanaman holtikultura, agrobisnis ternak unggas, serta agrobisnis ternak ruminansia.

Sebagai satu-satunya sekolah kejuruan yang memiliki jurusan pertanian dan peternakan, SMKN 1 Singgahan ikut dalam upaya mencerdaskan generasi penerus, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, membantu menyukseskan program penguatan ketahanan pangan nasional.

‘’Kami akan berupaya untuk terus mencetak generasi yang berkompeten, terutama di bidang bidang agrobisnis untuk menyukseskan Singgahan lumbung pangan nasional,’’ kata dia.

Radar Tuban – SMKN 1 Singgahan kemarin (9/9) menggelar sarasehan motivasi terkait agrobisnis pertanian dan peternakan. Sesuai temanya, sarasehan tersebut untuk memotivasi dan mengubah maindset para siswa dan wali murid dari pola pertanian dan peternakan tradisional ke arah pola milenial dan modern.

Begitu istimewanya sarasehan tersebut, acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tuban Riyadi SH bersama Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Dr. Ir. Amenan, MT serta perwakilan dinas pertanian dan ketahanan pangan sebagai pemateri dan motivator.

Hadir juga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno. Kegiatan yang dikemas dalam sarasehan bersama wabup tersebut juga diikuti siswa dan wali murid jurusan agrobisnis sekolah tersebut. Sarasehan digelar terpisah di beberapa ruang kelas dan tersambung melalui Zoom Meeting, serta melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam sarasehan tersebut wabup Riyadi memberikan motivasi dan mengajak para siswa maupun orang tua siswa untuk mengubah pola pikir dalam bertani. Menjadi petani dan menjalankan konsep smart farming untuk bisa menopang sumber pangan di masa depan. ‘’Kita harus membuang maindset bahwa bertani adalah sebuah keterpaksaan. Kita harus bisa bertransformasi menjadi petani pintar dan modern,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Tunjuk 23 Atlet Ikuti Kejurprov

Kang Riyadi, sapaan akrabnya, yakin sebagai satu-satunya SMK di Kabupaten Tuban yang memiliki jurusan pertanian, para lulusannya dapat memberikan manfaat dalam pengembangan pertanian. Khususnya di wilayah selatan Bumi Wali. Dia menegaskan, dengan luasnya hamparan sawah yang dimiliki sudah sela yaknya Kabupaten Tuban menjadi lumbung pangan nasional.

Karena itu, regenerasi sumber daya manusia (SDM) pertanian harus diciptakan untuk mengelola pertanian, baik dari penciptaan teknologi pertanian, agrobisnis pertanian, hingga produksi pangan.

Menurut wabup, menciptakan pekerjaan melalui pertanian atau memaknai petani berdasi bukan sebuah keniscayaan. Dia berharap siswa- siswi SMKN 1 Singgahan ini segera mempraktikkan ilmu yang didapat di bangku sekolah agar bisa menjadi pelopor untuk pertanian modern di Kabupaten Tuban.

‘’Tidak usah menunggu lulus. Langsung praktik untuk yang sudah punya sawah atau beternak. Untuk menjadi pelopor teknologi per tanian dan agrobisnis, harus semangat tidak pantang menyerah,’’ tegas orang nomor dua di Pemkab Tuban itu.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provisi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi prayitno mengungkapkan, setelah turunnya aturan tentang diperbolehkannya sekolah tatap muka, dia meminta agar praktik yang menjadi ciri khas SMK untuk segera dilaksanakan kembali.

Baca Juga :  Wujudkan Visi Kabupaten Tuban yang Religius dengan Pendidikan Karakter

‘’Dijalankan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan murid-guru dengan menja lankan protokol kesehatan,’’ kata dia.

Adi juga berharap, sekolah bisa menjalin kerja sama dengan pemkab untuk penyiapkan lahan praktik yang didukung dengan sarana dan prasarana. Hara pannya, benar-benar menciptakan lulusan yang mumpuni dari segi pengelolaan tanaman, lahan, hingga agro bisnisnya.

‘’Hanya di profesi pertanian yang tidak ada PHK-nya. SDM-nya akan semakin profesional dari waktu ke waktu. Untuk itu, hal ini harus dipikirkan,’’ tandasnya.

Kepala SMKN 1 Singgahan Hidayat Rahman mengatakan, Singgahan adalah kecamatan yang hampir 80 persen wilayahnya merupakan wilayah agraris dan mayoritas warganya bertani dan beternak. Dia menjelaskan, SMKN 1 Singgahan memiliki jurusan agrobisnis tanaman holtikultura, agrobisnis ternak unggas, serta agrobisnis ternak ruminansia.

Sebagai satu-satunya sekolah kejuruan yang memiliki jurusan pertanian dan peternakan, SMKN 1 Singgahan ikut dalam upaya mencerdaskan generasi penerus, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, membantu menyukseskan program penguatan ketahanan pangan nasional.

‘’Kami akan berupaya untuk terus mencetak generasi yang berkompeten, terutama di bidang bidang agrobisnis untuk menyukseskan Singgahan lumbung pangan nasional,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/