alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kasus HIV Lamongan Terbanyak di Kecamatan Turi

Radar Lamongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mendata kasus HIV paling tinggi terjadi di Kecamatan Turi. Selama delapan bulan, ada 57 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, temuan kasus yang tinggi sebenarnya cukup baik.

Alasannya, ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Sehingga, lanjut dia, ke depan tim medis bisa melakukan terapi agar virus tersebut tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut Taufik, meski belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan HIV, terapi antiretroviral (ART) bisa meminimalisasi berkembangnya virus di dalam tubuh. Berdasarkan laporan puskesmas, kata dia, ada beberapa kecamatan lain yang temuan kasusnya juga tinggi. Yakni, masing – masing 45 kasus di Lamongan dan Sambeng, serta masing – masing 37 kasus di Deket dan Mantup 37 kasus.

Baca Juga :  Belum Tentukan Relokasi PKL Jalan Pemuda dan Pangsud

“Kecamatan lain temuannya rata-rata hampir sama, mungkin kesadaran periksa belum tinggi,” jelasnya.

Taufik mengatakan, laporan temuan kasus itu belum termasuk dari rumah sakit. Laporan orang dengan HIV AIDS (ODHA) di rumah sakit global dari beberapa kecamatan. Jika data rumah sakit ditambah kecamatan, maka Lamongan menjadi paling tinggi temuan kasusnya. Sebab RSUD Soegiri ada 13 kasus dan RSML terdata lima kasus. Sedangkan RSUD Ngimbang enam kasus, RS Intan Medika satu kasus, dan RS Suyudi Paciran dua kasus.

Menurut Taufik, kasus kematian pasien ODHA biasanya paling banyak sudah masuk ke ranah Aids. Kondisi itu sulit disembuhkan karena sudah menyerang bagian tubuh lain dan sulit membentuk kekebalan.

Baca Juga :  8 Desa Krisis Air Bersih, Selamat Datang Kekeringan!

Taufik berharap kasus ini bisa ditekan dengan mengurangi pergaulan bebas. Dia meminta para pasangan baru sebelum menikah dan ibu hamil untuk mengikuti tes sebagai skrining cepat dalam memutus penularannya.

“Kita sama-sama perangi. Kemunculan kasus ini bukan menyenangkan, tapi bisa dilakukan terapi agar tidak menyebar dan memutus rantai penularannya,” tuturnya.

Radar Lamongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mendata kasus HIV paling tinggi terjadi di Kecamatan Turi. Selama delapan bulan, ada 57 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, temuan kasus yang tinggi sebenarnya cukup baik.

Alasannya, ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Sehingga, lanjut dia, ke depan tim medis bisa melakukan terapi agar virus tersebut tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut Taufik, meski belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan HIV, terapi antiretroviral (ART) bisa meminimalisasi berkembangnya virus di dalam tubuh. Berdasarkan laporan puskesmas, kata dia, ada beberapa kecamatan lain yang temuan kasusnya juga tinggi. Yakni, masing – masing 45 kasus di Lamongan dan Sambeng, serta masing – masing 37 kasus di Deket dan Mantup 37 kasus.

Baca Juga :  Ingin Upacara di Gunung

“Kecamatan lain temuannya rata-rata hampir sama, mungkin kesadaran periksa belum tinggi,” jelasnya.

Taufik mengatakan, laporan temuan kasus itu belum termasuk dari rumah sakit. Laporan orang dengan HIV AIDS (ODHA) di rumah sakit global dari beberapa kecamatan. Jika data rumah sakit ditambah kecamatan, maka Lamongan menjadi paling tinggi temuan kasusnya. Sebab RSUD Soegiri ada 13 kasus dan RSML terdata lima kasus. Sedangkan RSUD Ngimbang enam kasus, RS Intan Medika satu kasus, dan RS Suyudi Paciran dua kasus.

Menurut Taufik, kasus kematian pasien ODHA biasanya paling banyak sudah masuk ke ranah Aids. Kondisi itu sulit disembuhkan karena sudah menyerang bagian tubuh lain dan sulit membentuk kekebalan.

Baca Juga :  Riyadi Siap Realisasikan Janji Politiknya

Taufik berharap kasus ini bisa ditekan dengan mengurangi pergaulan bebas. Dia meminta para pasangan baru sebelum menikah dan ibu hamil untuk mengikuti tes sebagai skrining cepat dalam memutus penularannya.

“Kita sama-sama perangi. Kemunculan kasus ini bukan menyenangkan, tapi bisa dilakukan terapi agar tidak menyebar dan memutus rantai penularannya,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/