alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Alat Pengecoran Belum Datang Lagi

PUCUK, Radar Lamongan – Proyek jalan nasional Pucuk – Babat ditargetkan rampung Desember nanti. Para pengguna jalan harus bersabar lagi karena kemacetan masih terjadi.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPK Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, mengatakan, pengerjaan jalan tersebut kini hanya mengandalkan satu alat pengecoran.  Sebab, satu alat lagi mengalami kerusakan. Meski sudah pesan alat lagi, hingga kemarin (9/9) belum datang.

‘’Satu alat untuk pengecoran mengalami trobel sehingga dikembalikan untuk meminta ganti. Hingga kini belum dilakukan pengiriman lagi,’’ katanya.

Baca Juga :  Rawan Tumbang, 70 Persen Pohon Perkotaan Dipangkas

Dia menjelaskan, pengerjaan jalur Pucuk – Babat sepanjang 8,8 km diperkirakan selesai awal bulan depan. Setelah itu,  berpindah ke jalur Babat – Pucuk yang panjangnya sama.

Anang berharap sebelum Desember kedua jalur tersebut bisa dilalui lagi. ‘’Sebagian di sisi selatan dengan panjang 4,3 km minggu ini rencana akan dilakukan pembukaan karena dua sisi (dalam satu jalur) sudah dikerjakan,’’ tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, dilakukan pengerjaan bahu jalan yang sudah dicor.  Jika bahu jalan selesai pengerjaan, maka jalan tersebut dibuka.

Kanit Patroli Polres Lamongan, Ipda Purnomo, mengatakan, kepadatan di jalur tersebut terjadi pagi dan sore. Biasanya, kepadatan Senin terjadi dari barat. Jika Sabtu sore, maka kepadatan dari timur.

Baca Juga :  Harga Rendah, Petani Enggan Tanam Tebu

‘’Kepadatan paling utama berada di Pasar Moropelang karena di situ terdapat kendaraan yang melakukan penyeberangan. Itu penghambatan,’’ katanya.

Menurut dia, beberapa kendaraan yang sering menyeberang mengakibatkan jalur tidak lancar. Jika sisi selatan sudah dibuka nantinya, maka dilakukan penutupan pada titik penyeberangan.

‘’Selagi masih dilakukan pengerjaan, pastinya kendaraan tetap mengalami kepadatan. Namun hanya hari tertentu,’’ klaimnya.

Beberapa bus yang melawan arus juga dinilai menjadi tambahan kemacetan. ‘’Saya kira jalan alternatif hanya melalui Kedungpring hingga Babat untuk saat ini,’’ ujarnya.

PUCUK, Radar Lamongan – Proyek jalan nasional Pucuk – Babat ditargetkan rampung Desember nanti. Para pengguna jalan harus bersabar lagi karena kemacetan masih terjadi.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPK Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, mengatakan, pengerjaan jalan tersebut kini hanya mengandalkan satu alat pengecoran.  Sebab, satu alat lagi mengalami kerusakan. Meski sudah pesan alat lagi, hingga kemarin (9/9) belum datang.

‘’Satu alat untuk pengecoran mengalami trobel sehingga dikembalikan untuk meminta ganti. Hingga kini belum dilakukan pengiriman lagi,’’ katanya.

Baca Juga :  13 Tersangka Narkoba di Lamongan Saling Kenal

Dia menjelaskan, pengerjaan jalur Pucuk – Babat sepanjang 8,8 km diperkirakan selesai awal bulan depan. Setelah itu,  berpindah ke jalur Babat – Pucuk yang panjangnya sama.

Anang berharap sebelum Desember kedua jalur tersebut bisa dilalui lagi. ‘’Sebagian di sisi selatan dengan panjang 4,3 km minggu ini rencana akan dilakukan pembukaan karena dua sisi (dalam satu jalur) sudah dikerjakan,’’ tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, dilakukan pengerjaan bahu jalan yang sudah dicor.  Jika bahu jalan selesai pengerjaan, maka jalan tersebut dibuka.

Kanit Patroli Polres Lamongan, Ipda Purnomo, mengatakan, kepadatan di jalur tersebut terjadi pagi dan sore. Biasanya, kepadatan Senin terjadi dari barat. Jika Sabtu sore, maka kepadatan dari timur.

Baca Juga :  Dispensasi Nikah Naik Lima Kali Lipat 

‘’Kepadatan paling utama berada di Pasar Moropelang karena di situ terdapat kendaraan yang melakukan penyeberangan. Itu penghambatan,’’ katanya.

Menurut dia, beberapa kendaraan yang sering menyeberang mengakibatkan jalur tidak lancar. Jika sisi selatan sudah dibuka nantinya, maka dilakukan penutupan pada titik penyeberangan.

‘’Selagi masih dilakukan pengerjaan, pastinya kendaraan tetap mengalami kepadatan. Namun hanya hari tertentu,’’ klaimnya.

Beberapa bus yang melawan arus juga dinilai menjadi tambahan kemacetan. ‘’Saya kira jalan alternatif hanya melalui Kedungpring hingga Babat untuk saat ini,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/