alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Guru Harus Berjiwa Muda

MENJADI pendidik, harus peka dengan zaman. Terutama jiwa muda dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan Miftahul Jannah Khotip.

Selain menjadi guru, Mifta sapaannya mudah beradaptasi dengan hal-hal yang digeluti anak-anak SMA masa kini. 

Mifta punya hobi traveling, musik, dan fotografi. Karena hobi-hobi tersebut bersifat rekreasi, Mifta hanya bisa melakukannya apabila memiliki waktu senggang.

“Guru itu tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Sehingga harus diprioritaskan, kalau hobi kan santai bisa kapan saja,” ujar perempuan asal Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen itu. 

Mifta juga harus membagi waktunya untuk memberi tambahan belajar kepada anak-anak di desanya. Hampir tiap malam mendidik anak-anak sekaligus mengulas materi-materi yang diajarkan di sekolah. 

Baca Juga :  Semakin Suka Mendaki

Acap kali anak-anak tersebut meminta bantuan menyelesaikan tugas sekolahnya.

“Seru tiap malam bisa mendidik mereka atau mengajari hal-hal kecil yang bermanfaat, mereka rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar,” ujarnya. 

‘’Apabila pendidiknya tidak mendidik dengan sepenuh hati, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” jelas perempuan asal 

Bukan masalah membentuk peserta didik yang kaya prestasi tetapi miskin sopan santun. “Prestasi dan sopan santun idealnya seimbang,” kata guru SMAN 1 Rengel itu.

MENJADI pendidik, harus peka dengan zaman. Terutama jiwa muda dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan Miftahul Jannah Khotip.

Selain menjadi guru, Mifta sapaannya mudah beradaptasi dengan hal-hal yang digeluti anak-anak SMA masa kini. 

Mifta punya hobi traveling, musik, dan fotografi. Karena hobi-hobi tersebut bersifat rekreasi, Mifta hanya bisa melakukannya apabila memiliki waktu senggang.

“Guru itu tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Sehingga harus diprioritaskan, kalau hobi kan santai bisa kapan saja,” ujar perempuan asal Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen itu. 

Mifta juga harus membagi waktunya untuk memberi tambahan belajar kepada anak-anak di desanya. Hampir tiap malam mendidik anak-anak sekaligus mengulas materi-materi yang diajarkan di sekolah. 

Baca Juga :  Tiga Hari, Enam Desa Baru Terpapar Covid-19

Acap kali anak-anak tersebut meminta bantuan menyelesaikan tugas sekolahnya.

“Seru tiap malam bisa mendidik mereka atau mengajari hal-hal kecil yang bermanfaat, mereka rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar,” ujarnya. 

‘’Apabila pendidiknya tidak mendidik dengan sepenuh hati, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” jelas perempuan asal 

Bukan masalah membentuk peserta didik yang kaya prestasi tetapi miskin sopan santun. “Prestasi dan sopan santun idealnya seimbang,” kata guru SMAN 1 Rengel itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/