alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Pipa PDAM Bocor Akibat Proyek Trotoar, Jalan Mastrip Tergenang

Radar Bojonegoro – Perbaikan pipa-pipa PDAM yang bocor di Jalan Mastrip, Bojonegoro, ternyata cukup sulit. Butuh waktu. Petugas PDAM harus susah payah mencari titik yang bocor. Begitu pun menggali dan berjibaku dengan air lumpur. Hingga kemarin petang (9/8) petugas PDAM masih menyisir tempat aliran pipa di Jalan Mastrip.

Dan menemukan kebocoran baru pipa air di depan kantor BPR Bojonegoro. Terlihat air masih mengucur, sehingga ruas jalan di depan kantor BPR masih terdapat genangan. Kemarin petugas PDAM juga berhasil menutup salah satu titik pipa bocor akibat terkena backhoe proyek trotoar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Bojonegoro Priambodo menjelaskan, pipa berada di Jalan Mastrip berdiameter 6 dim. Usia pipa diperkirakan sudah mencapai 40 tahun, karena ditanam pada era 1980-an. Terkait penanganan, pipa yang pecah tersebut disambung dengan pipa lainnya.

“Kebetulan di kantor masih ada sisa pipa yang kemudian digunakan untuk menyambung,” ujarnya. Terkait ukuran pipa 6 dim, pihaknya belum bisa memastikan volume air mengalir dalam hitungan liter per detiknya. Karena tergantung sirkulasi. Kedalaman pipa seharusnya minimal 60 sentimeter (cm), namun bisa diperdalam lagi. “Yang pasti penggunaannya untuk melayani wilayah Bojonegoro kota,” katanya.

Baca Juga :  Pelantikan Ketua DPRD Tunggu Penetapan Gubernur

Menurut dia, pipa yang jebol tersebut cukup besar meru pakan sambungan pipa dari arah Jalan MH Thamrin. Namun, masih ada yang lebih besar dengan ukuran delapan dim berada di Jalan Untung Suropati. “Selain pipa besar ada juga pipa kecil (bocor) yang disalurkan ke rumah-rumah warga,” tuturnya.

Sementara itu, bocornya saluran air PDAM akibat pembangunan drainase dan trotoar menyebabkan warga kewalahan mencukupi kebutuhan air. Bahkan ada warga rela mengangkut air dan membeli galon untuk mencukupi kebutuhanya sehari hari. Mereka berharap ada keringanan pembayaran.

Antok warga Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kota terlihat mengangkut air bolak balik dari sisa air PDAM yang keluar dari saluran. Ia menyiapkan tiga bak plastik sebagai wadah penampung air. Ia mengaku aktivitas dilakukannya baru dimulai kemarin (9/8).

“Ya mau gimana lagi, air di rumah tidak bisa keluar karena saluran PDAM bocor,” ujarnya. Antok menjelaskan, air PDAM tidak bisa keluar sudah lima hari lalu, dan mengambil air sumur di belakang rumahnya. Namun selang beberapa hari keluarganya tidak sanggup lagi memakai air tersebut karena tidak bersih dan berbau.

Baca Juga :  BPK Temukan Sisa Anggaran BOSdi Bojonegoro Rp 418 Juta

“Baunya tidak enak, akhirnya terpaksa ambil air dari saluran baru terputus ini,” ungkapnya. Ia berharap ada keringanan pembayaran diberikan dari pihak PDAM kepada warga terdampak. Alasannya, warga susah payah mencari air sendiri memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk masak, mandi, dan mencuci.

Juwahir juga warga sekitar Jalan Mastrip mengaku membeli galon memenuhi kebutuhan air sehari-hari keluarganya. Ia membeli enam air galon sejak Minggu (8/8) ketika air PDAM tidak keluar. Namun, kemarin siang air sudah keluar meski sedikit. “Sudah keluar tapi tidak lancar seperti biasanya,” katanya.

Terkait proses pemberian keringanan kepada warga terdampak, Plt Direktur PDAM Priambodo belum bisa memastikan ada relaksasi bagi pelanggan. “Akan kami bicarakan dulu dengan dewan pengawas,” jelasnya.

Priambodo menjelaskan, selalu berkoordinasi antar sektor baik itu dinas dan kontraktor menjalankan proyek. “Begitu ada pipa yang bocor segera menghubungi. Sehingga segera bisa diperbaiki,” ujarnya. (luk)

Radar Bojonegoro – Perbaikan pipa-pipa PDAM yang bocor di Jalan Mastrip, Bojonegoro, ternyata cukup sulit. Butuh waktu. Petugas PDAM harus susah payah mencari titik yang bocor. Begitu pun menggali dan berjibaku dengan air lumpur. Hingga kemarin petang (9/8) petugas PDAM masih menyisir tempat aliran pipa di Jalan Mastrip.

Dan menemukan kebocoran baru pipa air di depan kantor BPR Bojonegoro. Terlihat air masih mengucur, sehingga ruas jalan di depan kantor BPR masih terdapat genangan. Kemarin petugas PDAM juga berhasil menutup salah satu titik pipa bocor akibat terkena backhoe proyek trotoar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Bojonegoro Priambodo menjelaskan, pipa berada di Jalan Mastrip berdiameter 6 dim. Usia pipa diperkirakan sudah mencapai 40 tahun, karena ditanam pada era 1980-an. Terkait penanganan, pipa yang pecah tersebut disambung dengan pipa lainnya.

“Kebetulan di kantor masih ada sisa pipa yang kemudian digunakan untuk menyambung,” ujarnya. Terkait ukuran pipa 6 dim, pihaknya belum bisa memastikan volume air mengalir dalam hitungan liter per detiknya. Karena tergantung sirkulasi. Kedalaman pipa seharusnya minimal 60 sentimeter (cm), namun bisa diperdalam lagi. “Yang pasti penggunaannya untuk melayani wilayah Bojonegoro kota,” katanya.

Baca Juga :  Candi Bulujowo Ditemukan 2014, Setelah Itu Tidak Terjaga

Menurut dia, pipa yang jebol tersebut cukup besar meru pakan sambungan pipa dari arah Jalan MH Thamrin. Namun, masih ada yang lebih besar dengan ukuran delapan dim berada di Jalan Untung Suropati. “Selain pipa besar ada juga pipa kecil (bocor) yang disalurkan ke rumah-rumah warga,” tuturnya.

Sementara itu, bocornya saluran air PDAM akibat pembangunan drainase dan trotoar menyebabkan warga kewalahan mencukupi kebutuhan air. Bahkan ada warga rela mengangkut air dan membeli galon untuk mencukupi kebutuhanya sehari hari. Mereka berharap ada keringanan pembayaran.

Antok warga Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kota terlihat mengangkut air bolak balik dari sisa air PDAM yang keluar dari saluran. Ia menyiapkan tiga bak plastik sebagai wadah penampung air. Ia mengaku aktivitas dilakukannya baru dimulai kemarin (9/8).

“Ya mau gimana lagi, air di rumah tidak bisa keluar karena saluran PDAM bocor,” ujarnya. Antok menjelaskan, air PDAM tidak bisa keluar sudah lima hari lalu, dan mengambil air sumur di belakang rumahnya. Namun selang beberapa hari keluarganya tidak sanggup lagi memakai air tersebut karena tidak bersih dan berbau.

Baca Juga :  Hasil Verifikasi, Sisakan PKPI dan PBB

“Baunya tidak enak, akhirnya terpaksa ambil air dari saluran baru terputus ini,” ungkapnya. Ia berharap ada keringanan pembayaran diberikan dari pihak PDAM kepada warga terdampak. Alasannya, warga susah payah mencari air sendiri memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk masak, mandi, dan mencuci.

Juwahir juga warga sekitar Jalan Mastrip mengaku membeli galon memenuhi kebutuhan air sehari-hari keluarganya. Ia membeli enam air galon sejak Minggu (8/8) ketika air PDAM tidak keluar. Namun, kemarin siang air sudah keluar meski sedikit. “Sudah keluar tapi tidak lancar seperti biasanya,” katanya.

Terkait proses pemberian keringanan kepada warga terdampak, Plt Direktur PDAM Priambodo belum bisa memastikan ada relaksasi bagi pelanggan. “Akan kami bicarakan dulu dengan dewan pengawas,” jelasnya.

Priambodo menjelaskan, selalu berkoordinasi antar sektor baik itu dinas dan kontraktor menjalankan proyek. “Begitu ada pipa yang bocor segera menghubungi. Sehingga segera bisa diperbaiki,” ujarnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/