alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lebih Nyaman sambil Ngopi

Menjelang memasuki semester akhir, mahasiswa menjalani masa magang profesi. Sebab,  magang profesi kini termasuk dalam mata kuliah wajib. Termasuk, Nabilatul Amalia, 21. Sejak awal bulan ini, dia menjalani magang di bank badan usaha milik negara (BUMN). Dara asal Desa Patihan, Kecamatan Babat ini merasa bangga dapat merasakan langsung bekerja sebagai karyawan bank. Meskipun belum diberi tugas khusus, Nabila senang bisa membantu costumer service (CS) di bank tersebut.

‘’Sementara hanya diminta membantu memverifikasi data-data nasabah dan menjelaskan produk-produk layanan bank,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/8).

Menurut dia, pekerjaan di bank tidak mudah. Masing-masing divisi memiliki target perolehan omzet yang harus dipenuhi. Seperti jumlah nasabah tabungan, deposito, kreditur, dan lainnya. Jika tidak benar-benar memiliki passion di bidang marketing, maka pasti akan merasa berat menjalani pekerjaan ini. 

Baca Juga :  Bertahan Meski Peminat Makin Meredup

‘’Masa magang seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari bagaimana strategi mereka bekerja. Supaya setelah lulus nanti sudah tahu gambarannya,’’ ujar mahasiswi jurusan manajemen keuangan syariah itu.

Rencananya, Nabila menjalani magang selama tiga bulan. Dia memiliki kewajiban harus membuat laporan kegiatan magang setiap harinya. Nabila mengaku lebih menyukai mengerjakan laporan tersebut di warung kopi yang berkonsep kafe. Selain karena jaringan internetnya lancar, Nabila memilih tempat yang nyaman supaya ide-ide bisa mengalir.

‘’Kalau mengerjakan di kos rasanya pikiran buntu. Apalagi kalau kos-kosan sepi. Jadi lebih nyaman mengerjakan sambil ngopi di luar,’’ ujar Nabila sembari tersenyum.

Menjelang memasuki semester akhir, mahasiswa menjalani masa magang profesi. Sebab,  magang profesi kini termasuk dalam mata kuliah wajib. Termasuk, Nabilatul Amalia, 21. Sejak awal bulan ini, dia menjalani magang di bank badan usaha milik negara (BUMN). Dara asal Desa Patihan, Kecamatan Babat ini merasa bangga dapat merasakan langsung bekerja sebagai karyawan bank. Meskipun belum diberi tugas khusus, Nabila senang bisa membantu costumer service (CS) di bank tersebut.

‘’Sementara hanya diminta membantu memverifikasi data-data nasabah dan menjelaskan produk-produk layanan bank,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/8).

Menurut dia, pekerjaan di bank tidak mudah. Masing-masing divisi memiliki target perolehan omzet yang harus dipenuhi. Seperti jumlah nasabah tabungan, deposito, kreditur, dan lainnya. Jika tidak benar-benar memiliki passion di bidang marketing, maka pasti akan merasa berat menjalani pekerjaan ini. 

Baca Juga :  Razia Masker Digencarkan, Jaring 110 Pelanggaran Dalam 5 Hari

‘’Masa magang seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari bagaimana strategi mereka bekerja. Supaya setelah lulus nanti sudah tahu gambarannya,’’ ujar mahasiswi jurusan manajemen keuangan syariah itu.

Rencananya, Nabila menjalani magang selama tiga bulan. Dia memiliki kewajiban harus membuat laporan kegiatan magang setiap harinya. Nabila mengaku lebih menyukai mengerjakan laporan tersebut di warung kopi yang berkonsep kafe. Selain karena jaringan internetnya lancar, Nabila memilih tempat yang nyaman supaya ide-ide bisa mengalir.

‘’Kalau mengerjakan di kos rasanya pikiran buntu. Apalagi kalau kos-kosan sepi. Jadi lebih nyaman mengerjakan sambil ngopi di luar,’’ ujar Nabila sembari tersenyum.

Artikel Terkait

Most Read

Tambah Lampu Dekorasi 

Harus Reklamasi Lahan Dulu

24 Jam, Pantura Tewaskan Dua Orang

Artikel Terbaru


/