alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

2.239 Kursi Guru SDN Masih Kosong

TUBAN, Radar Tuban – Banyaknya guru yang purnatugas di Tuban dan tak diimbangi dengan perekrutan tenaga pendidik baru memicu kekosongan banyak pendidik. Dampaknya, guru harus bekerja ekstra untuk memenuhi defisit tenaga pengajar tersebut. Kekurangan guru di Tuban didominasi guru kelas. Selanjutnya guru mata pelajaran.

Berdasarkan data Ketenagaan Dinas Pendidikan Tuban (Disdik) Tuban, total kekurangan guru saat ini mencapai 2.339 orang. Rinciannya, kebutuhan guru kelas yang mencapai 3.591 orang terpenuhi 2.024 atau kurang 1.567 orang. Sementara kebutuhan guru pendidikan agama Islam (PAI) 587 orang, terpenuhi 186 orang (kurang 401 orang). Dan, guru olahraga yang membutuhkan 587 orang,  terpenuhi 216 orang (kurang (371 orang).

Kabid Ketenagaan Disdik Tuban Rasmani mengatakan, penyebab minusnya tenaga pendidik dipicu karena banyaknya guru yang pensiun. Rata-rata tiap tahun sekitar seratus lebih guru yang purnatugas. Hingga pertengahan tahun ini saja, kata Rasmani, tercatat 159 pendidik yang pensiun. Rinciannya, 23 kepala sekolah, 101 guru kelas, 28 guru PAI, dan 7 guru olahraga. ‘’Jumlah yang keluar (pensiun, Red) tidak sebanding dengan yang masuk (rekrutmen),’’ tegas dia.

Baca Juga :  Injury Time, Terisi Dua Formasi

Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga pendidik di Tuban, lanjut Rasmani, tidak rutin digelar tiap tahun. Kalaupun ada, jumlahnya sangat minim dan tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan guru.

Jika mengacu rekrutmen CPNS terakhir pada Februari 2018, Tuban hanya kebagian jatah 250 tenaga pendidik baru. Diperkirakan, jumlah yang tak jauh beda untuk rekrutmen CPNS tenaga pendidik pada akhir tahun ini.

Sementara jumlah guru yang purnatugas terus bertambah. Rasmani mencatat pada 2020 tenaga pendidik yang purnatugas 245 orang. Kemudian pada 2021 berjumlah 192 orang, 2022 (264 orang), 2023 (218 orang), dan 2024 (174 orang). Jumlah tersebut belum dari angka purnatugas yang tak terduga seperti meninggal atau pensiun dini. ‘’Untuk mutasi tidak masalah, karena setiap ada yang pindah ke luar kota selalu ada yang masuk menggantikan,’’ terang mantan kepala SMPN 1 Jenu ini.

Baca Juga :  Berharap Stadion Surajaya Jadi Venue Liga 1

Rasmani mengakui kurangnya tenaga pendidik membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) kurang maksimal. Sebab, satu guru bisa mengajar 2-3 kelas sekaligus. Tidak hanya merepotkan saat rutinitas mengajar, namun guru juga kesulitan saat membuat soal ujian atau penilaian rapor akhir tahun. ‘’Semoga rekrutmen PNS dan PPPK tahun ini bisa menambah banyak personel pendidik,’’ kata dia berharap.

Pendidik asal Desa Tergambang, Kecamatan Bancar ini menambahkan, kekurangan guru terjadi merata pada 20 kecamatan di Bumi Wali. Meski kekurangan tenaga pendidik dengan jumlah fantastis, Rasmani memastikan tak mengganggu kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat ini.

TUBAN, Radar Tuban – Banyaknya guru yang purnatugas di Tuban dan tak diimbangi dengan perekrutan tenaga pendidik baru memicu kekosongan banyak pendidik. Dampaknya, guru harus bekerja ekstra untuk memenuhi defisit tenaga pengajar tersebut. Kekurangan guru di Tuban didominasi guru kelas. Selanjutnya guru mata pelajaran.

Berdasarkan data Ketenagaan Dinas Pendidikan Tuban (Disdik) Tuban, total kekurangan guru saat ini mencapai 2.339 orang. Rinciannya, kebutuhan guru kelas yang mencapai 3.591 orang terpenuhi 2.024 atau kurang 1.567 orang. Sementara kebutuhan guru pendidikan agama Islam (PAI) 587 orang, terpenuhi 186 orang (kurang 401 orang). Dan, guru olahraga yang membutuhkan 587 orang,  terpenuhi 216 orang (kurang (371 orang).

Kabid Ketenagaan Disdik Tuban Rasmani mengatakan, penyebab minusnya tenaga pendidik dipicu karena banyaknya guru yang pensiun. Rata-rata tiap tahun sekitar seratus lebih guru yang purnatugas. Hingga pertengahan tahun ini saja, kata Rasmani, tercatat 159 pendidik yang pensiun. Rinciannya, 23 kepala sekolah, 101 guru kelas, 28 guru PAI, dan 7 guru olahraga. ‘’Jumlah yang keluar (pensiun, Red) tidak sebanding dengan yang masuk (rekrutmen),’’ tegas dia.

Baca Juga :  Injury Time, Terisi Dua Formasi

Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga pendidik di Tuban, lanjut Rasmani, tidak rutin digelar tiap tahun. Kalaupun ada, jumlahnya sangat minim dan tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan guru.

Jika mengacu rekrutmen CPNS terakhir pada Februari 2018, Tuban hanya kebagian jatah 250 tenaga pendidik baru. Diperkirakan, jumlah yang tak jauh beda untuk rekrutmen CPNS tenaga pendidik pada akhir tahun ini.

Sementara jumlah guru yang purnatugas terus bertambah. Rasmani mencatat pada 2020 tenaga pendidik yang purnatugas 245 orang. Kemudian pada 2021 berjumlah 192 orang, 2022 (264 orang), 2023 (218 orang), dan 2024 (174 orang). Jumlah tersebut belum dari angka purnatugas yang tak terduga seperti meninggal atau pensiun dini. ‘’Untuk mutasi tidak masalah, karena setiap ada yang pindah ke luar kota selalu ada yang masuk menggantikan,’’ terang mantan kepala SMPN 1 Jenu ini.

Baca Juga :  Oknum PNS Disanksi Nonaktif

Rasmani mengakui kurangnya tenaga pendidik membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) kurang maksimal. Sebab, satu guru bisa mengajar 2-3 kelas sekaligus. Tidak hanya merepotkan saat rutinitas mengajar, namun guru juga kesulitan saat membuat soal ujian atau penilaian rapor akhir tahun. ‘’Semoga rekrutmen PNS dan PPPK tahun ini bisa menambah banyak personel pendidik,’’ kata dia berharap.

Pendidik asal Desa Tergambang, Kecamatan Bancar ini menambahkan, kekurangan guru terjadi merata pada 20 kecamatan di Bumi Wali. Meski kekurangan tenaga pendidik dengan jumlah fantastis, Rasmani memastikan tak mengganggu kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/