alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Melancong Luar Kota Jadi Idola

BOJONEGORO – Pemerintah harus ekstra keras lagi menjadikan wisata lokal magnet bagi warga Bojonegoro sendiri. Daya tarik pariwisata di luar Bojonegoro  ternyata masih mampu menarik perhatian warga Bojonegoro untuk berwisata ke luar Koata Ledre.

Informasi mengenai tempat-tempat wisata terbaru dengan segala fasilitasnya sangat mudah ditemukan.  Baik dari media massa maupun media sosial. 

Salah satu pengusaha tour and travel di Bojonegoro, Abdul Hamid, menyatakan, ada tren baru para kalangan mahasiswa Bojonegoro maupun luar Bojonegoro, yaitu destinasi di Karimun Jawa Jepara dan Gili Labak Madura. Wisata tersebut paling tidak membutuhkan biaya sekitar Rp 500 ribu- Rp 800 ribu, tergantung durasi dan destinasinya.

Namun, tak hanya ingin berwisata, beberapa juga menggunakan jasa tour and travel untuk mengantar ke kota tempat mereka menimba ilmu. Para mahasiswa luar kota berminat karena lebih nyaman, tidak seperti kendaraan umum yang kerap berhenti apabila ada penumpang. Harganya pun cukup ekonomis, antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung destinasinya. ’’Destinasi yang kerap dituju tentu kota yang memiliki kampus ternama, seperti Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Jember,” ungkapnya.

Baca Juga :  Baju-Kerudung Padu Bikin Percaya Diri

Terpisah, salah satu agen tour and travel lain, Yulis, menuturkan,  minat warga Bojonegoro untuk berwisata ke luar daerah masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan tingginya permintaan jasa pengantaran ke luar daerah. ’’Tujuan ke Surabaya, Malang, dan Yogyakarta masih mendominasi, setiap hari rata-rata kami memberangkatkan 14 orang di hari biasa dan sekitar 28 orang di hari libur,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan oleh Yulis juga tak jauh beda, antara Rp 70 ribu hingga Rp 165 ribu. Yulis merasa tour and travel masih bisa hidup, karena konsumen kalangan mahasiswa masih membutuhkan. Kalau tiket-tiket kereta, pesawat, dan kapal sedang mengalami penurunan. ’’Karena tentu sudah kalah dengan penjual tiket di aplikasi online, “ jelasnya. 

Baca Juga :  Jalan Mastrip-Sudirman Dikepung Banjir

Menurut perempuan asli Bojonegoro ini, hampir setiap bulan selalu ada warga Bojonegoro yang memesan tiket dengan tujuan ke luar negeri. Fasilitas yang lengkap ditambah banyak promosi yang diberikan menimbulkan minat yang tinggi pada warga Bojonegoro untuk bepergian ke luar negeri. ’’Destinasi paling banyak ke Singapura,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Pemerintah harus ekstra keras lagi menjadikan wisata lokal magnet bagi warga Bojonegoro sendiri. Daya tarik pariwisata di luar Bojonegoro  ternyata masih mampu menarik perhatian warga Bojonegoro untuk berwisata ke luar Koata Ledre.

Informasi mengenai tempat-tempat wisata terbaru dengan segala fasilitasnya sangat mudah ditemukan.  Baik dari media massa maupun media sosial. 

Salah satu pengusaha tour and travel di Bojonegoro, Abdul Hamid, menyatakan, ada tren baru para kalangan mahasiswa Bojonegoro maupun luar Bojonegoro, yaitu destinasi di Karimun Jawa Jepara dan Gili Labak Madura. Wisata tersebut paling tidak membutuhkan biaya sekitar Rp 500 ribu- Rp 800 ribu, tergantung durasi dan destinasinya.

Namun, tak hanya ingin berwisata, beberapa juga menggunakan jasa tour and travel untuk mengantar ke kota tempat mereka menimba ilmu. Para mahasiswa luar kota berminat karena lebih nyaman, tidak seperti kendaraan umum yang kerap berhenti apabila ada penumpang. Harganya pun cukup ekonomis, antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung destinasinya. ’’Destinasi yang kerap dituju tentu kota yang memiliki kampus ternama, seperti Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Jember,” ungkapnya.

Baca Juga :  Olahraga Windsurfing, Latihan Berselancar Serasa di Ancol 

Terpisah, salah satu agen tour and travel lain, Yulis, menuturkan,  minat warga Bojonegoro untuk berwisata ke luar daerah masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan tingginya permintaan jasa pengantaran ke luar daerah. ’’Tujuan ke Surabaya, Malang, dan Yogyakarta masih mendominasi, setiap hari rata-rata kami memberangkatkan 14 orang di hari biasa dan sekitar 28 orang di hari libur,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan oleh Yulis juga tak jauh beda, antara Rp 70 ribu hingga Rp 165 ribu. Yulis merasa tour and travel masih bisa hidup, karena konsumen kalangan mahasiswa masih membutuhkan. Kalau tiket-tiket kereta, pesawat, dan kapal sedang mengalami penurunan. ’’Karena tentu sudah kalah dengan penjual tiket di aplikasi online, “ jelasnya. 

Baca Juga :  Baksos Perkuat Silaturahmi

Menurut perempuan asli Bojonegoro ini, hampir setiap bulan selalu ada warga Bojonegoro yang memesan tiket dengan tujuan ke luar negeri. Fasilitas yang lengkap ditambah banyak promosi yang diberikan menimbulkan minat yang tinggi pada warga Bojonegoro untuk bepergian ke luar negeri. ’’Destinasi paling banyak ke Singapura,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/