alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Generasi Y dan Z Paling Hobi Traveling

BOJONEGORO – Kebutuhan para muda-mudi masa kini untuk sekadar refreshing atau ingin mengisi feed Instagram dengan foto-foto saat liburan membuat hobi traveling semakin overrated (berlebihan,  Red). Mereka pun pasti menjadwalkan jauh-jauh hari mencari hari libur dan tiket promo moda transportasi yang dia pilih. 

Destinasi wisata juga menjadi acuan mereka melancong ke kota tersebut. Seolah-olah, setiap orang di masa kini memiliki hak paten untuk pelesir ke mana pun mereka mau.

Bahkan, preferensi para remaja usia 15-25 tahun yang tergolong generasi Y dan Z mampu mewakili cara pandang berbeda generasi masa kini dalam memandang pengalaman turisme saat ini. Pemuda masa kini ketika berlibur pasti ingin mengeksplorasi dan mencari spot foto yang ciamik. 

Tak heran, sejak tiga tahun terakhir potensi wisata di Bojonegoro pun ikut tumbuh bersamaan dengan sumbangsih para pemuda yang hobi sekali mengunggah destinasi wisata Bojonegoro via Instagram. Bisa jadi para generasi Y dan Z bisa menjadi pilar industri pariwisata. Sebab, para remaja berlibur tak hanya ingin refreshing, namun pengalaman ketika berlibur juga diutamakan.

Salah satu responden, seorang karyawan muda perusahaan swasta di Bojonegoro yang masih berusia 24 tahun, Fitri (nama samaran), kerap traveling ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Fitri paling tidak sebulan sekali pasti ke Surabaya atau Malang untuk menonton film di bioskop. ’’Karena memang setiap bulannya pasti ada film-film baru,” ujarnya. 

Biasanya dia bersama kawannya ke Surabaya mengendarai mobil pribadi. ’’Kadang bertemu kawan yang memang berdomisili di Surabaya. Di sana, selain nonton bioskop, juga nongkrong di kafe atau restoran,” ujarnya. 

Saat main ke Surabaya atau Malang, Fitri kerap menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. ’’Itu termasuk irit, kan hanya sebulan sekali,” tuturnya. Terkadang uang yang dihabiskan bisa lebih ketika dia juga belanja beberapa baju atau make up saat main ke Surabaya. ’’Fashion memang harus update karena terus berubah-ubah, tetapi sebenarnya saya kerap beli online, via Zalora atau Instagram,” tuturnya.

Baca Juga :  Merawat Tembakau, Mengolah Kehidupan

Dia pun empat bulan lalu mengambil cuti kerja untuk berlibur di Singapura. Dia sudah merencanakan liburan tersebut setelah membeli tiket promo akhir tahun lalu. ’’Jadi, memang untuk mendapat harga yang miring. Oleh karena itu, sebaiknya jadi member salah satu maskapai penerbangan yang sering menawarkan promo,” tuturnya. 

Dia pun berlibur bersama dua kawannya, kira-kira menghabiskan uang sekitar Rp 5 jutaan. ’’Tiket pesawat PP sekitar Rp 600 ribuan karena promo, dan hidup Singapura selama 4 hari 3 malam sekitar Rp 4 jutaan,” ungkapnya. Uang yang dibawa paling banyak habis untuk oleh-oleh.

Sebelum di Singapura, September tahun lalu, dia juga berlibur ke Thailand. ’’Tapi dulu saya pakai jasa tour travel di Surabaya, 4 hari 3 malam juga, biayanya Rp 5 juta,” terangnya. Dia pun masih membawa uang saku sebesar Rp 4 juta. ’’Tapi, saya lebih puas liburan di Singapura daripada Thailand. Harga makanan di Thailand banyak yang murah, tapi kurang memuaskan menurutku, standar,” ungkapnya.

Liburan yang terpenting bagi anak muda seperti Fitri adalah foto-foto untuk dipublikasikan di Instagram, Snapchat, dan Path. ’’Karena, memang masa kini serba pamer di media sosial hehehe,” tuturnya. Sehingga, anak muda masa kini tak bisa jauh dari media sosial. Fitri pun menyarankan untuk sewa wifi router untuk koneksi internet saat melancong ke luar negeri. 

Baca Juga :  Ciptakan Tari Wak Tangsil demi Eksistensi Seni Sandur

’’Kabarnya sih kalau beli kartu perdana di sana mahal banget. Makanya, mending sewa wifi router, hanya Rp 80 ribu per hari,” ujarnya. Karena, lanjutnya, dengan adanya koneksi internet pastinya bisa leluasa bermedia sosial dan mengakses Google Maps. ’’Karena di Google Maps nanti sudah dijelaskan harus naik apa saja kalau ingin menuju salah satu destinasi. Jadi, tanpa Google Maps, pasti ribet banget,” pungkasnya. 

Terpisah, seorang mahasiswi di Bojonegoro, Ayu Nafiah, 20, dia setiap bulan pasti berlibur di dalam kota atau ke luar kota. Karena, tentu menyesuaikan bujet. Ayu termasuk hobi traveling, karena memang butuh untuk sekadar refreshing atau sekaligus liburan bareng keluarga. ’’Liburan itu harus, soalnya kan hidup pasti ada suntuknya. Jadi, perlu dikendorin dulu urat-urat stresnya hehe,” katanya.

Dia kalau di Bojonegoro main ke air terjun seperti Kedung Peti, Kedung Maor, atau kadang juga main ke Waduk Pacal. Lalu, dia juga kerap shopping di department store yang ada di Bojonegoro. 

Semenjak ada bioskop, dia juga suka nonton bersama kawannya. Karena memang gaya liburan Ayu tidak muluk-muluk. Kalau ke luar kota, dia paling suka main ke pantai, terkadang dia juga pernah ngecamp bareng kawan-kawannya. ’’Ke pantai-pantai yang ada di Tuban biasanya, pernah juga ke pantai Goa Cina di Malang sambil ngecamp di sana,” terangnya. 

Dia mengatakan, tiap liburan bujetnya tak pernah banyak. ’’Saya liburan ke luar kota tidak terlalu sering, tapi selalu siap sedia bujet Rp 500 ribu, siapa tahu ada kawan yang mengajak bisa langsung gabung,” pungkasnya. 

Grafis lengkap, baca di koran hari ini!

BOJONEGORO – Kebutuhan para muda-mudi masa kini untuk sekadar refreshing atau ingin mengisi feed Instagram dengan foto-foto saat liburan membuat hobi traveling semakin overrated (berlebihan,  Red). Mereka pun pasti menjadwalkan jauh-jauh hari mencari hari libur dan tiket promo moda transportasi yang dia pilih. 

Destinasi wisata juga menjadi acuan mereka melancong ke kota tersebut. Seolah-olah, setiap orang di masa kini memiliki hak paten untuk pelesir ke mana pun mereka mau.

Bahkan, preferensi para remaja usia 15-25 tahun yang tergolong generasi Y dan Z mampu mewakili cara pandang berbeda generasi masa kini dalam memandang pengalaman turisme saat ini. Pemuda masa kini ketika berlibur pasti ingin mengeksplorasi dan mencari spot foto yang ciamik. 

Tak heran, sejak tiga tahun terakhir potensi wisata di Bojonegoro pun ikut tumbuh bersamaan dengan sumbangsih para pemuda yang hobi sekali mengunggah destinasi wisata Bojonegoro via Instagram. Bisa jadi para generasi Y dan Z bisa menjadi pilar industri pariwisata. Sebab, para remaja berlibur tak hanya ingin refreshing, namun pengalaman ketika berlibur juga diutamakan.

Salah satu responden, seorang karyawan muda perusahaan swasta di Bojonegoro yang masih berusia 24 tahun, Fitri (nama samaran), kerap traveling ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Fitri paling tidak sebulan sekali pasti ke Surabaya atau Malang untuk menonton film di bioskop. ’’Karena memang setiap bulannya pasti ada film-film baru,” ujarnya. 

Biasanya dia bersama kawannya ke Surabaya mengendarai mobil pribadi. ’’Kadang bertemu kawan yang memang berdomisili di Surabaya. Di sana, selain nonton bioskop, juga nongkrong di kafe atau restoran,” ujarnya. 

Saat main ke Surabaya atau Malang, Fitri kerap menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. ’’Itu termasuk irit, kan hanya sebulan sekali,” tuturnya. Terkadang uang yang dihabiskan bisa lebih ketika dia juga belanja beberapa baju atau make up saat main ke Surabaya. ’’Fashion memang harus update karena terus berubah-ubah, tetapi sebenarnya saya kerap beli online, via Zalora atau Instagram,” tuturnya.

Baca Juga :  Perhutani Miliki Konsep Penyulingan Kayu Putih

Dia pun empat bulan lalu mengambil cuti kerja untuk berlibur di Singapura. Dia sudah merencanakan liburan tersebut setelah membeli tiket promo akhir tahun lalu. ’’Jadi, memang untuk mendapat harga yang miring. Oleh karena itu, sebaiknya jadi member salah satu maskapai penerbangan yang sering menawarkan promo,” tuturnya. 

Dia pun berlibur bersama dua kawannya, kira-kira menghabiskan uang sekitar Rp 5 jutaan. ’’Tiket pesawat PP sekitar Rp 600 ribuan karena promo, dan hidup Singapura selama 4 hari 3 malam sekitar Rp 4 jutaan,” ungkapnya. Uang yang dibawa paling banyak habis untuk oleh-oleh.

Sebelum di Singapura, September tahun lalu, dia juga berlibur ke Thailand. ’’Tapi dulu saya pakai jasa tour travel di Surabaya, 4 hari 3 malam juga, biayanya Rp 5 juta,” terangnya. Dia pun masih membawa uang saku sebesar Rp 4 juta. ’’Tapi, saya lebih puas liburan di Singapura daripada Thailand. Harga makanan di Thailand banyak yang murah, tapi kurang memuaskan menurutku, standar,” ungkapnya.

Liburan yang terpenting bagi anak muda seperti Fitri adalah foto-foto untuk dipublikasikan di Instagram, Snapchat, dan Path. ’’Karena, memang masa kini serba pamer di media sosial hehehe,” tuturnya. Sehingga, anak muda masa kini tak bisa jauh dari media sosial. Fitri pun menyarankan untuk sewa wifi router untuk koneksi internet saat melancong ke luar negeri. 

Baca Juga :  Refreshing dengan River Tubing

’’Kabarnya sih kalau beli kartu perdana di sana mahal banget. Makanya, mending sewa wifi router, hanya Rp 80 ribu per hari,” ujarnya. Karena, lanjutnya, dengan adanya koneksi internet pastinya bisa leluasa bermedia sosial dan mengakses Google Maps. ’’Karena di Google Maps nanti sudah dijelaskan harus naik apa saja kalau ingin menuju salah satu destinasi. Jadi, tanpa Google Maps, pasti ribet banget,” pungkasnya. 

Terpisah, seorang mahasiswi di Bojonegoro, Ayu Nafiah, 20, dia setiap bulan pasti berlibur di dalam kota atau ke luar kota. Karena, tentu menyesuaikan bujet. Ayu termasuk hobi traveling, karena memang butuh untuk sekadar refreshing atau sekaligus liburan bareng keluarga. ’’Liburan itu harus, soalnya kan hidup pasti ada suntuknya. Jadi, perlu dikendorin dulu urat-urat stresnya hehe,” katanya.

Dia kalau di Bojonegoro main ke air terjun seperti Kedung Peti, Kedung Maor, atau kadang juga main ke Waduk Pacal. Lalu, dia juga kerap shopping di department store yang ada di Bojonegoro. 

Semenjak ada bioskop, dia juga suka nonton bersama kawannya. Karena memang gaya liburan Ayu tidak muluk-muluk. Kalau ke luar kota, dia paling suka main ke pantai, terkadang dia juga pernah ngecamp bareng kawan-kawannya. ’’Ke pantai-pantai yang ada di Tuban biasanya, pernah juga ke pantai Goa Cina di Malang sambil ngecamp di sana,” terangnya. 

Dia mengatakan, tiap liburan bujetnya tak pernah banyak. ’’Saya liburan ke luar kota tidak terlalu sering, tapi selalu siap sedia bujet Rp 500 ribu, siapa tahu ada kawan yang mengajak bisa langsung gabung,” pungkasnya. 

Grafis lengkap, baca di koran hari ini!

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/