alexametrics
23 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Ikon Pesawat Dander Park Diangkut ke Madiun

Radar Bojonegoro – Wana Wisata Dander atau Dander Park kini kehilangan salah satu ikonnya. Pesawat tempur sudah berada di objek wisata hampir 30 tahun itu telah dipindahkan ke Madiun.

Pengangkutan pesawat tempur menggunakan dua truk trailer, setelah sebelumnya dibongkar. Berdasar data dihimpun, pesawat tempur F-86 Sabre (No. TS-8609) buatan Amerika Serikat itu diserahkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Soekardi kepada Pemkab Bojonegoro pada 29 Juli 1984.

Saat itu, dijadikan ikon wisata alam Dander Park. Sri salah satu pedagang di Wana Wisata Dander mengatakan, pesawat dipindahkan Selasa sore (7/7).

Sebelum dipindahkan menggunakan truk trailer, pesawat terlebih dahulu dibongkar. “Tentara yang membongkar. Banyak warga mengambil foto,” ungkapnya ditemui di warungnya kemarin (9/7).

Baca Juga :  Pasar Kepoh Butuh Sentuhan Pemkab

Pedagang sudah berjualan selama lima tahun itu mengaku pesawat sempat tertimpa pohon tumbang. Bahkan dua kali sebelum akhirnya dipindah.

Kali pertama tertimpa pesawat dibenahi sekitar 10 tentara. “Ada satu tentara datang menggunakan helikopter, mendarat di lapangan golf,” ungkap warga Desa Dander itu.

Sri tak ingat tahun penempatan pesawat tersebut. Banyak warga menilai pesawat tempur itu jatuh di objek wisata berada di selatan Kota Bojongoro itu. Padahal, pesawat itu sengaja ditempatkan di lokasi milik lahan Perhutani tersebut.

“Lupa tepatnya tahun berapa,” jelasnya. Administratur Perhutani KPH Bojonegoro Dewanto mengatakan, pesawat merupakan aset TNI AU. Dan dibawa ke Madiun untuk diperbaiki.

Menyusul rusaknya pesawat akibat dua kali tertimpa pohon tumbang. “Bukan milik Perhutani,” jelasnya. Dewanto mengaku pemindahan terjadi sekitar pukul 09.00 Selasa hingga sore.

Baca Juga :  300 Paket Proyek Sudah Dilelang, Kontraktor Menawar Rendah

Potongan pesawat diangkut dengan dua truk trailer. “Diperbaiki di Madiun. Karena tidak sembarangan orang memperbaiki,” ungkapnya. Pihaknya belum bisa memastikan pesawat akan diambil permanen atau sementara.

Karena menunggu perkembangan selanjutnya. “Dulu pesawat ditempatkan di Wana Wisata Dander karena objek wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, pesawat bukan dikelola oleh instansinya.

Sebaliknya, berada di area Perhutani. Sehingga Perhutani lebih mengetahui tentang pemindahan ikon wisata itu. “Kebetulan itu wilayahnya Perhutani,” ungkap dia. (irv)

Radar Bojonegoro – Wana Wisata Dander atau Dander Park kini kehilangan salah satu ikonnya. Pesawat tempur sudah berada di objek wisata hampir 30 tahun itu telah dipindahkan ke Madiun.

Pengangkutan pesawat tempur menggunakan dua truk trailer, setelah sebelumnya dibongkar. Berdasar data dihimpun, pesawat tempur F-86 Sabre (No. TS-8609) buatan Amerika Serikat itu diserahkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Soekardi kepada Pemkab Bojonegoro pada 29 Juli 1984.

Saat itu, dijadikan ikon wisata alam Dander Park. Sri salah satu pedagang di Wana Wisata Dander mengatakan, pesawat dipindahkan Selasa sore (7/7).

Sebelum dipindahkan menggunakan truk trailer, pesawat terlebih dahulu dibongkar. “Tentara yang membongkar. Banyak warga mengambil foto,” ungkapnya ditemui di warungnya kemarin (9/7).

Baca Juga :  300 Paket Proyek Sudah Dilelang, Kontraktor Menawar Rendah

Pedagang sudah berjualan selama lima tahun itu mengaku pesawat sempat tertimpa pohon tumbang. Bahkan dua kali sebelum akhirnya dipindah.

Kali pertama tertimpa pesawat dibenahi sekitar 10 tentara. “Ada satu tentara datang menggunakan helikopter, mendarat di lapangan golf,” ungkap warga Desa Dander itu.

Sri tak ingat tahun penempatan pesawat tersebut. Banyak warga menilai pesawat tempur itu jatuh di objek wisata berada di selatan Kota Bojongoro itu. Padahal, pesawat itu sengaja ditempatkan di lokasi milik lahan Perhutani tersebut.

“Lupa tepatnya tahun berapa,” jelasnya. Administratur Perhutani KPH Bojonegoro Dewanto mengatakan, pesawat merupakan aset TNI AU. Dan dibawa ke Madiun untuk diperbaiki.

Menyusul rusaknya pesawat akibat dua kali tertimpa pohon tumbang. “Bukan milik Perhutani,” jelasnya. Dewanto mengaku pemindahan terjadi sekitar pukul 09.00 Selasa hingga sore.

Baca Juga :  UMK Lamongan 2021 di Bawah Usulan Dewan Pengupahan

Potongan pesawat diangkut dengan dua truk trailer. “Diperbaiki di Madiun. Karena tidak sembarangan orang memperbaiki,” ungkapnya. Pihaknya belum bisa memastikan pesawat akan diambil permanen atau sementara.

Karena menunggu perkembangan selanjutnya. “Dulu pesawat ditempatkan di Wana Wisata Dander karena objek wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, pesawat bukan dikelola oleh instansinya.

Sebaliknya, berada di area Perhutani. Sehingga Perhutani lebih mengetahui tentang pemindahan ikon wisata itu. “Kebetulan itu wilayahnya Perhutani,” ungkap dia. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/