alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Pulang dari Jakarta, Memilih Berjualan Keripik Usus

KERIPIK usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pemain atau pelaku usaha bidang itu masih minim. Vita Septiana mencoba peruntungan bisnis camilan ini, setelah sebelumnya bekerja di Jakarta.

Vita Septiana duduk santai di sofa rumahnya. Di depannya ada beberapa bungkus jajanan. ‘’Itulah produk buatan saya,’’ ujar Vita kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro minggu lalu.

Itulah produksi keripuk usus. Keripik kerap ditemui di sejumlah toko oleh-oleh di Bojonegoro. Tiga tahun terakhir Vita menekuni usaha itu. Produksi keripik usus. Omzetnya lumayan. Saat ini mencapai belasan juta sebulan.

Perempuan 29 tahun itu mengatakan, keripik usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pelaku usaha camilan itu masih minim. Jika ada, masih berskala kecil dan sangat sederhana.  ‘’Pasar bagus dan pesaingnya masih minim,’’ terangnya.

Baca Juga :  Calon Manajemen Baru Mundur Dari Pengelolaan

Keripik usus ayam memang camilan sudah lama. Banyak dikenal orang. Namun, Vita menawarkan yang lain. Bukan keripik usus biasa. Tersedia berbagai rasa. Mulai barbeque, keju, pedas, dan original.

Ide bisnis keripik usus sebetulnya juga bukan dari dia sendiri. Namun, dari salah satu temannya. Saat masih kerja sebagai bidan di rumah sakit Polri Jakarta. Saat itu, dia memang suka makan keripik usus.

‘’Suatu ketika teman menyarankan saya untuk membuat sendiri,’’ ucap perempuan tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Lama-lama peminat keripik usus buatanya cukup banyak. Mulai memproduksi permintaan rekan kerja. Pemasaran diperluas. Merambah pasar online. Repons konsumen bagus. Puluhan bungkus bisa ludes setiap hari.

Baca Juga :  Dua Kali Mangkir, Kades Kapas, Bojonegoro Ditahan

‘’Satu tahun saya bekerja dan usaha. Kemudian, saya putuskan berhenti bekerja dan mulai berbisnis,’’ terangnya.

Pada 2017 dia pulang ke Bojonegoro. Dia mulai serius menggeluti usaha keripik usus. ‘’Orderan juga semakin banyak datang dari berbagai penjuru daerah. Omzet semakin lama semakin besar,’’ tutur dia.

Cara membuat keripik usus cukup mudah. Usus sudah dicuci dilumuri tepung kemudian digoreng. Sampai kering. Untuk menambah selera diberilah rasa-rasa. ‘’Kemasannya juga harus menarik,’’ ungkap dia.

KERIPIK usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pemain atau pelaku usaha bidang itu masih minim. Vita Septiana mencoba peruntungan bisnis camilan ini, setelah sebelumnya bekerja di Jakarta.

Vita Septiana duduk santai di sofa rumahnya. Di depannya ada beberapa bungkus jajanan. ‘’Itulah produk buatan saya,’’ ujar Vita kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro minggu lalu.

Itulah produksi keripuk usus. Keripik kerap ditemui di sejumlah toko oleh-oleh di Bojonegoro. Tiga tahun terakhir Vita menekuni usaha itu. Produksi keripik usus. Omzetnya lumayan. Saat ini mencapai belasan juta sebulan.

Perempuan 29 tahun itu mengatakan, keripik usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pelaku usaha camilan itu masih minim. Jika ada, masih berskala kecil dan sangat sederhana.  ‘’Pasar bagus dan pesaingnya masih minim,’’ terangnya.

Baca Juga :  Keputusan Dapil Segera Turun

Keripik usus ayam memang camilan sudah lama. Banyak dikenal orang. Namun, Vita menawarkan yang lain. Bukan keripik usus biasa. Tersedia berbagai rasa. Mulai barbeque, keju, pedas, dan original.

Ide bisnis keripik usus sebetulnya juga bukan dari dia sendiri. Namun, dari salah satu temannya. Saat masih kerja sebagai bidan di rumah sakit Polri Jakarta. Saat itu, dia memang suka makan keripik usus.

‘’Suatu ketika teman menyarankan saya untuk membuat sendiri,’’ ucap perempuan tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Lama-lama peminat keripik usus buatanya cukup banyak. Mulai memproduksi permintaan rekan kerja. Pemasaran diperluas. Merambah pasar online. Repons konsumen bagus. Puluhan bungkus bisa ludes setiap hari.

Baca Juga :  Dua Kali Mangkir, Kades Kapas, Bojonegoro Ditahan

‘’Satu tahun saya bekerja dan usaha. Kemudian, saya putuskan berhenti bekerja dan mulai berbisnis,’’ terangnya.

Pada 2017 dia pulang ke Bojonegoro. Dia mulai serius menggeluti usaha keripik usus. ‘’Orderan juga semakin banyak datang dari berbagai penjuru daerah. Omzet semakin lama semakin besar,’’ tutur dia.

Cara membuat keripik usus cukup mudah. Usus sudah dicuci dilumuri tepung kemudian digoreng. Sampai kering. Untuk menambah selera diberilah rasa-rasa. ‘’Kemasannya juga harus menarik,’’ ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/