alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Ragu saat Rawat Jenazah Membusuk

LAMONGAN – Bambang Angsal Eko awalnya hanya bertugas sebagai cleaning service di RSUD dr Soegiri Lamongan. Dia memilih bertugas membersihkan mayat setelah didorong istrinya. 

Sore itu, ada penemuan mayat yang belum diketahui identitasnya. Mayat tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soegiri Lamongan. Bambang Angsal Eko bergegas mendekati mayat tersebut. ‘’Harus siap 24 jam,’’ tutur Bambang mengawali ceritanya sebagai petugas khusus kamar jenazah di rumah sakit pelat merah tersebut.

Sebelum bertugas merawat mayat, dia menjadi petugas kebersihan rumah sakit sejak 2005. Pada 2013, RSUD membutuhkan petugas yang merawat jenazah. Setelah berkonsultasi dengan istri, Bambang disarankan mengabdikan diri sebagai petugas di kamar jenazah. ‘’Awalnya dapat dorongan dari istri,’’ imbuhnya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Helly Hindarto, 52, Sisihkan Pendapatan Usaha untuk Bantu Warga Miskin

Karena tidak memiliki pengalaman merawat jenazah, Bambang lalu belajar kepada sejumlah tokoh yang ahli dalam penanganan jenazah. Dia juga mengikuti beberapa kali pelatihan tentang penanganan jenazah.

Setelah merasa memahami teknisnya, Bambang kemudian mengikuti seleksi perekrutan petugas di kamar jenazah RSUD dr Soegiri Lamongan. Ternyata dia lolos. Sejak saat itu, Bambang  menangani jenazah yang rata-rata meninggalnya tidak wajar.

Sesuai aturannya, dia harus memakai alat pelengkap diri (APD) yang disediakan pihak rumah sakit setempat. ‘’Tetap waspada dengan menggunakan APD,’’ ujar pria kelahiran 15 November 1984 itu.

Setiap ada jenazah yang matinya tidak wajar, Bambang selalu siap untuk merawatnya. Termasuk, jenazah yang meninggal karena mengidap penyakit menular.

Baca Juga :  Buka Lagi Lelang Kadisdik Bojonegoro

Setiap ada peristiwa yang ditangani kepolisian dan ada korban jiwa, hampir pasti dia yang menangani. ‘’Awalnya sempat ragu-ragu, tapi sekarang sudah terbiasa,’’ tuturnya.

Dari sekian jenazah, Bambang merasa ngeri saat merawat jenazah yang ditemukan sudah membusuk dan dimakan belatung.

Dia sering mendapat masukan dari masyarakat tentang bahaya menangani jenazah yang mati tidak wajar. Termasuk dibayangi rasa takut atau dihantui arwah gentayangan. ‘’Didasari niat tulus dan ikhlas, alhamdulilah sampai saat ini tidak ada apa-apa,’’ ujarnya.

LAMONGAN – Bambang Angsal Eko awalnya hanya bertugas sebagai cleaning service di RSUD dr Soegiri Lamongan. Dia memilih bertugas membersihkan mayat setelah didorong istrinya. 

Sore itu, ada penemuan mayat yang belum diketahui identitasnya. Mayat tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soegiri Lamongan. Bambang Angsal Eko bergegas mendekati mayat tersebut. ‘’Harus siap 24 jam,’’ tutur Bambang mengawali ceritanya sebagai petugas khusus kamar jenazah di rumah sakit pelat merah tersebut.

Sebelum bertugas merawat mayat, dia menjadi petugas kebersihan rumah sakit sejak 2005. Pada 2013, RSUD membutuhkan petugas yang merawat jenazah. Setelah berkonsultasi dengan istri, Bambang disarankan mengabdikan diri sebagai petugas di kamar jenazah. ‘’Awalnya dapat dorongan dari istri,’’ imbuhnya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Perombakan Birokrasi Sudahkah Sefrekuensi dengan Bupati Terpilih?

Karena tidak memiliki pengalaman merawat jenazah, Bambang lalu belajar kepada sejumlah tokoh yang ahli dalam penanganan jenazah. Dia juga mengikuti beberapa kali pelatihan tentang penanganan jenazah.

Setelah merasa memahami teknisnya, Bambang kemudian mengikuti seleksi perekrutan petugas di kamar jenazah RSUD dr Soegiri Lamongan. Ternyata dia lolos. Sejak saat itu, Bambang  menangani jenazah yang rata-rata meninggalnya tidak wajar.

Sesuai aturannya, dia harus memakai alat pelengkap diri (APD) yang disediakan pihak rumah sakit setempat. ‘’Tetap waspada dengan menggunakan APD,’’ ujar pria kelahiran 15 November 1984 itu.

Setiap ada jenazah yang matinya tidak wajar, Bambang selalu siap untuk merawatnya. Termasuk, jenazah yang meninggal karena mengidap penyakit menular.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, Truk Tabrak Truk

Setiap ada peristiwa yang ditangani kepolisian dan ada korban jiwa, hampir pasti dia yang menangani. ‘’Awalnya sempat ragu-ragu, tapi sekarang sudah terbiasa,’’ tuturnya.

Dari sekian jenazah, Bambang merasa ngeri saat merawat jenazah yang ditemukan sudah membusuk dan dimakan belatung.

Dia sering mendapat masukan dari masyarakat tentang bahaya menangani jenazah yang mati tidak wajar. Termasuk dibayangi rasa takut atau dihantui arwah gentayangan. ‘’Didasari niat tulus dan ikhlas, alhamdulilah sampai saat ini tidak ada apa-apa,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Tiket Lebaran Dibuka

Gadis Ini Ingin Ikuti Jejak Ortu

Dijual Murah, Rokok Ilegal Marak

Artikel Terbaru


/