alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

THR Tunggu Petunjuk Resmi Disnakertrans

Radar Lamongan – Adanya himbauan pemerintah kepada perusahaan agar membayarkan tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada karyawannya hingga kemarin (9/4) belum ada petunjuk teknisnya.

‘’Memang benar. Ini di grup – grup sudah banyak informasinya. Tapi belum ada petunjuk resmi,’’ tutur Kabid Hubungan Industrialisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Laelatul Masruroh kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menjelaskan, pembayaran THR diatur dan harus dibayarkan maksimal tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri. Laila mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran (SE) resmi dari pusat.

‘’Kalau nanti ada SE resminya, baru akan kita sampaikan kepada seluruh perusahaan di Lamongan,’’ ujar Laila.

Baca Juga :  Disidangkan Pekan Depan

Dia memerkirakan, himbauan tersebut berdasarkan dari statistik pertumbuhan laba perusahaan serta dampak pandemi corona virus disease 2019 (covid-19).

‘’Sekarang kan kondisinya masih pandemi. Jadi kebijakan yang diambil terkait THR, akar muaranya masih seperti tahun lalu,’’ terang perempuan berjilbab tersebut.

Tahun lalu, lanjut dia, pemerintah menginstruksikan kepada perusahaan bisa mencicil THR hingga akhir tahun. Sebab, dampak covid-19 cukup besar kepada perusahaan waktu itu. ‘’Jadi tahun kemarin tetap dibayarkan penuh, tapi pembayarannya bertahap hingga bulan Desember,’’ katanya.

Laila menambahkan, pihaknya rutin melakukan pantauan ke perusahaan. Menurut dia, saat ini yang masih terimbas Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan perusahaan ekspor. ‘’Kayaknya mayoritas sudah mulai menggeliat dan sudah mulai normal,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Alat Berat Terkendala Medan

Jika nantinya diterapkan pembayaran penuh THR, Laila memerkirakan mayoritas perusahaan sudah mampu. Alasannya, dampak pandemi covid-19 tidak seekstrem tahun lalu. ‘’Untuk sementara tidak seperti tahun kemarin. Kayaknya tahun ini bisa,’’ katanya.

Radar Lamongan – Adanya himbauan pemerintah kepada perusahaan agar membayarkan tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada karyawannya hingga kemarin (9/4) belum ada petunjuk teknisnya.

‘’Memang benar. Ini di grup – grup sudah banyak informasinya. Tapi belum ada petunjuk resmi,’’ tutur Kabid Hubungan Industrialisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Laelatul Masruroh kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menjelaskan, pembayaran THR diatur dan harus dibayarkan maksimal tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri. Laila mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran (SE) resmi dari pusat.

‘’Kalau nanti ada SE resminya, baru akan kita sampaikan kepada seluruh perusahaan di Lamongan,’’ ujar Laila.

Baca Juga :  Fungsi Panel di RS Darurat Covid-19 Dicek

Dia memerkirakan, himbauan tersebut berdasarkan dari statistik pertumbuhan laba perusahaan serta dampak pandemi corona virus disease 2019 (covid-19).

‘’Sekarang kan kondisinya masih pandemi. Jadi kebijakan yang diambil terkait THR, akar muaranya masih seperti tahun lalu,’’ terang perempuan berjilbab tersebut.

Tahun lalu, lanjut dia, pemerintah menginstruksikan kepada perusahaan bisa mencicil THR hingga akhir tahun. Sebab, dampak covid-19 cukup besar kepada perusahaan waktu itu. ‘’Jadi tahun kemarin tetap dibayarkan penuh, tapi pembayarannya bertahap hingga bulan Desember,’’ katanya.

Laila menambahkan, pihaknya rutin melakukan pantauan ke perusahaan. Menurut dia, saat ini yang masih terimbas Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan perusahaan ekspor. ‘’Kayaknya mayoritas sudah mulai menggeliat dan sudah mulai normal,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Minat Belajar Terkikis, Angka Pernikahan Dini Meningkat 120 Persen

Jika nantinya diterapkan pembayaran penuh THR, Laila memerkirakan mayoritas perusahaan sudah mampu. Alasannya, dampak pandemi covid-19 tidak seekstrem tahun lalu. ‘’Untuk sementara tidak seperti tahun kemarin. Kayaknya tahun ini bisa,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/