alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Komitmen Sukseskan Progam KKBPK

TUBAN – Dua ribu lebih kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD se-Kabupaten Tuban hadir dalam kegiatan temu kader dan penguatan peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang berlangsung di Pendapa Krida Manunggal Tuban kemarin (9/4).

Hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut bupati Fathul Huda.

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan penguatan peran IMP dalam mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tersebut.
Disampaikan bupati, dalam menyukseskan program KKBPK dibutuhkan sinergitas dan peran serta seluruh elemen masyarakat, meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh dan kedekatan yang kuat dengan masyarakat. Serta, peran aktif dari berbagai organisasi, baik organisasi profesi, keagamaan, pendidikan, perempuan, dan organisasi kepemudaan.
‘’Peran serta dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi adalah kunci sukses dalam menjalankan program KKBPK,’’ kata bupati.
Bupati berharap, dengan sinergitas yang terjalin baik tersebut, program keluarga berencana sukses dilaksanakan di Tuban. Sehingga, bisa memberikan manfaat bagi generasi masa depan bangsa dalam mengelola kehidupan yang lebih sejahtera.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes-KB) Tuban Mahmudi menuturkan, kegiatan temu kader PPKBD dan sub PPKBD merupakan upaya untuk meningkatkan kepesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) melalui penggerakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Disampaikan Mahmudi, dalam kegiatan tersebut para kader PPKBD dan sub PPKBD juga mendapat sejumlah materi tentang program KKBPK serta IMP dengan pemateri dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat Drs. Agus Sukiswo, Akt., MM., selaku Inspektur Utama BKKBN dan dari perwakilan BKKBN provinsi Yenrizal Makmur, SP. MM.
Diharapkan, dengan kegiatan  tersebut, para kader PPKBD dan sub PPKBD semakin memahami pola penggerakan akseptor KB MKJP melalui KIE yang tepat sasaran. Kemudian, dapat melakukan pendampingan calon akseptor KB MKJP, memiliki data yang akurat tentang sasaran akseptor KB baru MKJP. Berikutnya, bisa memberikan pengetahuan kepada PPKBD dan sub PPKBD tentang kesehatan reproduksi.
‘’Yang terpenting lagi adalah mampu mempertahankan total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total 1,86 persen yang tahun lalu masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur 2,1 persen. Sekaligus, menurunkan angka pernikahan usia dini di bawah 20 persen,’’ ujar dia yang berharap dari kegiatan temu kader bersama dua ribu lebih peserta tersebut.

Baca Juga :  Miliki Delapan Karyawan

TUBAN – Dua ribu lebih kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD se-Kabupaten Tuban hadir dalam kegiatan temu kader dan penguatan peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang berlangsung di Pendapa Krida Manunggal Tuban kemarin (9/4).

Hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut bupati Fathul Huda.

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan penguatan peran IMP dalam mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tersebut.
Disampaikan bupati, dalam menyukseskan program KKBPK dibutuhkan sinergitas dan peran serta seluruh elemen masyarakat, meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh dan kedekatan yang kuat dengan masyarakat. Serta, peran aktif dari berbagai organisasi, baik organisasi profesi, keagamaan, pendidikan, perempuan, dan organisasi kepemudaan.
‘’Peran serta dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi adalah kunci sukses dalam menjalankan program KKBPK,’’ kata bupati.
Bupati berharap, dengan sinergitas yang terjalin baik tersebut, program keluarga berencana sukses dilaksanakan di Tuban. Sehingga, bisa memberikan manfaat bagi generasi masa depan bangsa dalam mengelola kehidupan yang lebih sejahtera.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes-KB) Tuban Mahmudi menuturkan, kegiatan temu kader PPKBD dan sub PPKBD merupakan upaya untuk meningkatkan kepesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) melalui penggerakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Disampaikan Mahmudi, dalam kegiatan tersebut para kader PPKBD dan sub PPKBD juga mendapat sejumlah materi tentang program KKBPK serta IMP dengan pemateri dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat Drs. Agus Sukiswo, Akt., MM., selaku Inspektur Utama BKKBN dan dari perwakilan BKKBN provinsi Yenrizal Makmur, SP. MM.
Diharapkan, dengan kegiatan  tersebut, para kader PPKBD dan sub PPKBD semakin memahami pola penggerakan akseptor KB MKJP melalui KIE yang tepat sasaran. Kemudian, dapat melakukan pendampingan calon akseptor KB MKJP, memiliki data yang akurat tentang sasaran akseptor KB baru MKJP. Berikutnya, bisa memberikan pengetahuan kepada PPKBD dan sub PPKBD tentang kesehatan reproduksi.
‘’Yang terpenting lagi adalah mampu mempertahankan total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total 1,86 persen yang tahun lalu masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur 2,1 persen. Sekaligus, menurunkan angka pernikahan usia dini di bawah 20 persen,’’ ujar dia yang berharap dari kegiatan temu kader bersama dua ribu lebih peserta tersebut.

Baca Juga :  Menko Airlangga Optimis Papua Barat menjadi Zona Hijau Covid-19

Artikel Terkait

Most Read

Tistas Telat, Sekolah Putar Otak

Belajar Dulu ke Surabaya

Kang Yudi Kukuh di Puncak

Artikel Terbaru


/