alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Lama Tertahan, Rastra Segera Disalurkan

BOJONEGORO – Beras sejahtera (rastra) yang tertahan sejak Januari, dalam waktu dekat akan disalurkan. Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro telah menyelesaikan verifikasi dan validasi data penerima di setiap kecamatan.Rencananya rastra dipastikan akan dibagikan mulai minggu depan. „Kalau jumlahnya masih sama. Karena itu alokasi dari Kemensos (Kementerian Sosial). Ada beberapa penerima yang berubah,‘‘ ungkap Kepala Dinsos Helmy Elizabeth senin (9/4).

Alokasi raskin di Bojonegoro diberikan pada 121.462 keluarga penerima manfaat (KPM). Itu adalah alokasi yang diterima dari Kemensos. Hingga kini jumlah itu masih belum mengalami penambahan. Namun, penerima kerap mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi karena penerima meninggal dunia, pindah keluar daerah, dan menjadi kaya. ‚‘Jadi, data itu harus diverifikasi dan validasi agar tidak terjadi kekeliruan,‘‘ jelasnya.

Baca Juga :  Dana BSU Cair, Ini Cara Mengetahui Informasi BSU Peserta BPJamsostek

Sejak Januari, rastra memang belum tersalurkan. Padahal, rastra harus dibagikan setiap bulan. Lamanya penyaluran rastra tahun ini karena proses verifikasi dan validasi data KPM. Dinsos ingin memastikan KPM sudah sesuai sasaran. Yaitu, keluarga yang tidak mampu. ‘’Minggu depan kami pastikan rastra sudah tersalurkan. Kami sudah meminta pada Bulog menyalurkan,’’ jelasnya.

Rastra adalah program dari Kemensos bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai BUMN yang membidangi masalah beras. Mulai tahun ini, rastra dibagikan secara gratis. Tidak ada biaya pengganti. Rencananya, rastra akan dihilangkan dan diganti dengan bantuan pangan nontunai (BPNT). Namun, hingga kini Kemensos belum memberikan keterangan lebih jauh kapan program itu akan diterapkan.

Baca Juga :  Santri Menembus Perguruan Tinggi Negeri, Radikalisme Teratasi

Wakil Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro Edi Kusuma menjelaskan, jumlah rastra yang masih belum tersalurkan mencapai 1.214 ton. Itu adalah alokasi Januari-Maret. Saat ini beras itu masih menumpuk di gudang Bulog. Beras tersebut harus dibagikan. Sebab, untuk meringankan beban masyarakat. Bahkan, juga bisa memicu harga beras naik. ‘’Jadi, beras tersebut harus segera dibagikan pada masyarakat,‘‘ terang dia.

Rastra yang dibagikan, KPM akan menerima 10 kilogram (kg). Tahun lalu rastra yang dibagikan adalah 15 kg. Namun, dengan mengganti biaya sebesar Rp 1.600 per kg. Sedangkan, tahun ini rastra dibagikan gratis karena biaya sudah ditanggung Kemensos.

BOJONEGORO – Beras sejahtera (rastra) yang tertahan sejak Januari, dalam waktu dekat akan disalurkan. Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro telah menyelesaikan verifikasi dan validasi data penerima di setiap kecamatan.Rencananya rastra dipastikan akan dibagikan mulai minggu depan. „Kalau jumlahnya masih sama. Karena itu alokasi dari Kemensos (Kementerian Sosial). Ada beberapa penerima yang berubah,‘‘ ungkap Kepala Dinsos Helmy Elizabeth senin (9/4).

Alokasi raskin di Bojonegoro diberikan pada 121.462 keluarga penerima manfaat (KPM). Itu adalah alokasi yang diterima dari Kemensos. Hingga kini jumlah itu masih belum mengalami penambahan. Namun, penerima kerap mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi karena penerima meninggal dunia, pindah keluar daerah, dan menjadi kaya. ‚‘Jadi, data itu harus diverifikasi dan validasi agar tidak terjadi kekeliruan,‘‘ jelasnya.

Baca Juga :  Pesan Emil Dardak Pada Generasi Milenial Bojonegoro

Sejak Januari, rastra memang belum tersalurkan. Padahal, rastra harus dibagikan setiap bulan. Lamanya penyaluran rastra tahun ini karena proses verifikasi dan validasi data KPM. Dinsos ingin memastikan KPM sudah sesuai sasaran. Yaitu, keluarga yang tidak mampu. ‘’Minggu depan kami pastikan rastra sudah tersalurkan. Kami sudah meminta pada Bulog menyalurkan,’’ jelasnya.

Rastra adalah program dari Kemensos bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai BUMN yang membidangi masalah beras. Mulai tahun ini, rastra dibagikan secara gratis. Tidak ada biaya pengganti. Rencananya, rastra akan dihilangkan dan diganti dengan bantuan pangan nontunai (BPNT). Namun, hingga kini Kemensos belum memberikan keterangan lebih jauh kapan program itu akan diterapkan.

Baca Juga :  Guru Bakal Evaluasi Hasil Tryout

Wakil Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro Edi Kusuma menjelaskan, jumlah rastra yang masih belum tersalurkan mencapai 1.214 ton. Itu adalah alokasi Januari-Maret. Saat ini beras itu masih menumpuk di gudang Bulog. Beras tersebut harus dibagikan. Sebab, untuk meringankan beban masyarakat. Bahkan, juga bisa memicu harga beras naik. ‘’Jadi, beras tersebut harus segera dibagikan pada masyarakat,‘‘ terang dia.

Rastra yang dibagikan, KPM akan menerima 10 kilogram (kg). Tahun lalu rastra yang dibagikan adalah 15 kg. Namun, dengan mengganti biaya sebesar Rp 1.600 per kg. Sedangkan, tahun ini rastra dibagikan gratis karena biaya sudah ditanggung Kemensos.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/