alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Harga Ikan Merosot 

KOTA  – Petani tambak di Lamongan mulai bisa panen normal, pasca terkena banjir beberapa waktu lalu. Namun saat bersamaan, harga ikan anjlok. Sehingga penghasilannya kurang menggembirakan. Petambak asal Kalitengah, Hartono mengungkapkan, dirinya baru panen dua hari yang lalu. Namun dia kaget dengan harga ikan rendah. Padahal, saat sebelum panen, harga ikan masih tinggi. ‘’Saat harga ikan mahal, saya belum bisa mengambil (panen ikan,Red) karena terkendala banjir. Namun setelah bisa panen, harga ikan justru anjlok,’’ ungkapnya senin (9/4). 

Menurut dia, ketika harga tinggi, banyak petambak tidak bisa menikmati. Sebab tidak bisa panen karena tambaknya sedang kebanjiran. Ketika sudah bisa panen, ternyata harga ikan justru turun drastis. Bahkan, harga ikan cenderung akan semakin turun seiring semakin banyaknya yang panen. ‘’Sehingga petambak tidak bisa mendapatkan keuntungan,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Menjamin Pengamanan Pasokan Listrik

Kepala UPTD pasar Ikan Lamongan, Sutamadji membenarkan harga ikan selama dua hari terakhir ini mengalami penurunan. Disebabkan pasokan ikan melonjak. Beberapa petani yang sebelumnya terkendala banjir, kini mulai panen.  ‘’Rata – rata mengalami penurunan harga Rp 5 Ribu sampai Rp 7 Ribu per kg, tergantung ikannya,’’ ujarnya. 

Misalnya, ungkap dia, ikan Bandeng 1 kg berisi empat ekor kini menjadi Rp 17 Ribu, sebelumnya mencapai Rp 25 Ribu. Ikan Mujair berisi empat ekor per kg menjadi Rp 15 Ribu, sebelumnya Rp 24 Ribu. Harga itu tidak bisa menjadi patokan. Karena bisa saja mengalami kenaikan sewaktu – waktu. ‘’Kedatangan ikan sekarang satu hari bisa mencapai 90 ton. Empat hari lalu hanya 60 ton per hari,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Direktur Hotel GDK Belum Diisi, Target Pendapatan Dihapus

KOTA  – Petani tambak di Lamongan mulai bisa panen normal, pasca terkena banjir beberapa waktu lalu. Namun saat bersamaan, harga ikan anjlok. Sehingga penghasilannya kurang menggembirakan. Petambak asal Kalitengah, Hartono mengungkapkan, dirinya baru panen dua hari yang lalu. Namun dia kaget dengan harga ikan rendah. Padahal, saat sebelum panen, harga ikan masih tinggi. ‘’Saat harga ikan mahal, saya belum bisa mengambil (panen ikan,Red) karena terkendala banjir. Namun setelah bisa panen, harga ikan justru anjlok,’’ ungkapnya senin (9/4). 

Menurut dia, ketika harga tinggi, banyak petambak tidak bisa menikmati. Sebab tidak bisa panen karena tambaknya sedang kebanjiran. Ketika sudah bisa panen, ternyata harga ikan justru turun drastis. Bahkan, harga ikan cenderung akan semakin turun seiring semakin banyaknya yang panen. ‘’Sehingga petambak tidak bisa mendapatkan keuntungan,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Menjamin Pengamanan Pasokan Listrik

Kepala UPTD pasar Ikan Lamongan, Sutamadji membenarkan harga ikan selama dua hari terakhir ini mengalami penurunan. Disebabkan pasokan ikan melonjak. Beberapa petani yang sebelumnya terkendala banjir, kini mulai panen.  ‘’Rata – rata mengalami penurunan harga Rp 5 Ribu sampai Rp 7 Ribu per kg, tergantung ikannya,’’ ujarnya. 

Misalnya, ungkap dia, ikan Bandeng 1 kg berisi empat ekor kini menjadi Rp 17 Ribu, sebelumnya mencapai Rp 25 Ribu. Ikan Mujair berisi empat ekor per kg menjadi Rp 15 Ribu, sebelumnya Rp 24 Ribu. Harga itu tidak bisa menjadi patokan. Karena bisa saja mengalami kenaikan sewaktu – waktu. ‘’Kedatangan ikan sekarang satu hari bisa mencapai 90 ton. Empat hari lalu hanya 60 ton per hari,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Motor v Motor, Dua Tewas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/