alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Dibesarkan dari Keluarga Petani, Gadis ini Kepincut Pertanian

Wahyu Putri Setyo begitu cinta dengan dunia pertanian. Sebab faktor utamanya dari keluarga. Gadis asla Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, itu dibesarkan dari keluarga petani dan hidup di desa. Sehingga bukan hal yang asing lagi kalau anak di desa sepertinya sejak kecil sudah berbaur dengan ladang, sawah, atau bahkan peternakan. 

Karena itulah, Putri, sapaan akrabnya,  berminat di jurusan agribisnis supaya bisa membantu para petani dalam pemasaran dan perkembangan di daerahnya. “Tentu ada keinginan yang besar untuk berkontribusi di kampung halaman, agar para petani punya nilai tambah di pasaran,” jelas mahasiswi UPN Veteran Surabaya jurusan agribisnis itu.

Dia pun tak gengsi mengambil jurusan di bidang pertanian. Sebab, agribisnis memang bukan menjadi seorang petani yang baik dan benar, tetapi menggeluti dunia bisnis atau manajemen yang bergerak di bidang pertanian serta segala hal pendukungnya. “Potensi Bojonegoro juga sebagai kabupaten yang kayak akan agraris,” ujarnya. 

Baca Juga :  Bangga Pakai Batik Tuban

Jadi apa salahnya, bekerja di bidang pertanian? Justru, gara-gara anak muda zaman sekarang cenderung memilih pekerjaan yang lebih menjanjikan dan bergengsi. “Padahal  pengelolaan pertanian belum maksimal dan mirisnya usaha tani menjadi kurang menarik secara ekonomis,” terangnya.

Dia pun menjelaskan bahwa kuliah agribisnis tak hanya memelajari bisnis pertanian dan perkebunan, tetapi juga bisnis perternakan, perikanan, serta kehutanan. Walau kuliah agribisnis lebih banyak memelajari ilmu bisnis dan ekonomi, tetapi ilmu biologinya tak bisa dilupakan.

Jadi, banyak ruang yang bisa tercipta ketika menjadi seorang lulusan agribisnis. Bisa jadi pengusaha atau bekerja di bagian keuangan urusan pinjam meminjam modal para petani. “Jadi, tak salah saya kepincut dunia pertanian,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Menjadi Kritik untuk Pemkab dan DPRD

Wahyu Putri Setyo begitu cinta dengan dunia pertanian. Sebab faktor utamanya dari keluarga. Gadis asla Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, itu dibesarkan dari keluarga petani dan hidup di desa. Sehingga bukan hal yang asing lagi kalau anak di desa sepertinya sejak kecil sudah berbaur dengan ladang, sawah, atau bahkan peternakan. 

Karena itulah, Putri, sapaan akrabnya,  berminat di jurusan agribisnis supaya bisa membantu para petani dalam pemasaran dan perkembangan di daerahnya. “Tentu ada keinginan yang besar untuk berkontribusi di kampung halaman, agar para petani punya nilai tambah di pasaran,” jelas mahasiswi UPN Veteran Surabaya jurusan agribisnis itu.

Dia pun tak gengsi mengambil jurusan di bidang pertanian. Sebab, agribisnis memang bukan menjadi seorang petani yang baik dan benar, tetapi menggeluti dunia bisnis atau manajemen yang bergerak di bidang pertanian serta segala hal pendukungnya. “Potensi Bojonegoro juga sebagai kabupaten yang kayak akan agraris,” ujarnya. 

Baca Juga :  Diuntungkan Pergantian Pelatih

Jadi apa salahnya, bekerja di bidang pertanian? Justru, gara-gara anak muda zaman sekarang cenderung memilih pekerjaan yang lebih menjanjikan dan bergengsi. “Padahal  pengelolaan pertanian belum maksimal dan mirisnya usaha tani menjadi kurang menarik secara ekonomis,” terangnya.

Dia pun menjelaskan bahwa kuliah agribisnis tak hanya memelajari bisnis pertanian dan perkebunan, tetapi juga bisnis perternakan, perikanan, serta kehutanan. Walau kuliah agribisnis lebih banyak memelajari ilmu bisnis dan ekonomi, tetapi ilmu biologinya tak bisa dilupakan.

Jadi, banyak ruang yang bisa tercipta ketika menjadi seorang lulusan agribisnis. Bisa jadi pengusaha atau bekerja di bagian keuangan urusan pinjam meminjam modal para petani. “Jadi, tak salah saya kepincut dunia pertanian,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Dump Truk Pasir Kuarsa Picu Kerusakan Jalan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/