alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Bisnis Jaket Jins Laris Gara Gara Dilan

BOJONEGORO – Permintaan jaket jins ternyata ada lonjakan signifikan. Sejumlah distro dan outlet mengakui permintaan naik ini salah satunya pengaruh film romansa berjudul Dilan. Setidaknya, tokoh dalam film tersebut kerap mengenakan jaket jins.

Para pelaku usaha distro pun memperbanyak stok jaket jins. Terutama menyetok ragam jaket jins. Segmentasi konsumen jaket jins ini, masih didominasi anak muda lelaki.  

Bayu Ari pelaku usaha distro Nell Store mengungkapkan, permintaan jaket jins sejak dua bulan lalu memang prospektif. Setidaknya, penjualannya per bulan minimal 20 biji. Karena para konsumen kalangan lelaki ingin tampil cukup garang dengan jaket jins. 

Naiknya permintaan tersebut memang bersamaan dengan rilisnya film Dilan, hingga sekarang bekasnya terasa. “Filmya laku keras, jadi sampai sekarang pun masih banyak konsumen yang cari jaket jins yang mirip dengan Dilan,” katanya.

Baca Juga :  Mobil LCGC Diincar Ibu Muda

Bayu menambahkan, selain Dilan yang mendongkrak penjualan jaket jins, ada juga konsumen tertarik dari segi bahannya. Menurut dia, bahan jaket jins lebih awet dan sangat cocok dikenakan ketika perjalanan menggunakan motor. 

Harganya pun ekonomis, tak sampai Rp 200 ribu. Bahkan beberapa konsumen memilih untuk beli jaket jins agar bisa dipasang emblem atau badge. “Jaket jins polos tentu lebih keren kalau dipasang badge,” ujarnya.

Nova salah satu karyawan distro PRS menambahkan, stok jaket jins cepat sekali habisnya. Saat ini saja stoknya tinggal tersisa dua biji. Karena, penjualan per bulannya mencapai 30 biji. “Penjualannya meningkat karena musimnya film Dilan. Kalau tidak ada film tersebut mungkin hanya laku 10 biji per bulan,” bebernya.

Baca Juga :  Bebaskan Perizinan Lingkungan

BOJONEGORO – Permintaan jaket jins ternyata ada lonjakan signifikan. Sejumlah distro dan outlet mengakui permintaan naik ini salah satunya pengaruh film romansa berjudul Dilan. Setidaknya, tokoh dalam film tersebut kerap mengenakan jaket jins.

Para pelaku usaha distro pun memperbanyak stok jaket jins. Terutama menyetok ragam jaket jins. Segmentasi konsumen jaket jins ini, masih didominasi anak muda lelaki.  

Bayu Ari pelaku usaha distro Nell Store mengungkapkan, permintaan jaket jins sejak dua bulan lalu memang prospektif. Setidaknya, penjualannya per bulan minimal 20 biji. Karena para konsumen kalangan lelaki ingin tampil cukup garang dengan jaket jins. 

Naiknya permintaan tersebut memang bersamaan dengan rilisnya film Dilan, hingga sekarang bekasnya terasa. “Filmya laku keras, jadi sampai sekarang pun masih banyak konsumen yang cari jaket jins yang mirip dengan Dilan,” katanya.

Baca Juga :  Bebaskan Perizinan Lingkungan

Bayu menambahkan, selain Dilan yang mendongkrak penjualan jaket jins, ada juga konsumen tertarik dari segi bahannya. Menurut dia, bahan jaket jins lebih awet dan sangat cocok dikenakan ketika perjalanan menggunakan motor. 

Harganya pun ekonomis, tak sampai Rp 200 ribu. Bahkan beberapa konsumen memilih untuk beli jaket jins agar bisa dipasang emblem atau badge. “Jaket jins polos tentu lebih keren kalau dipasang badge,” ujarnya.

Nova salah satu karyawan distro PRS menambahkan, stok jaket jins cepat sekali habisnya. Saat ini saja stoknya tinggal tersisa dua biji. Karena, penjualan per bulannya mencapai 30 biji. “Penjualannya meningkat karena musimnya film Dilan. Kalau tidak ada film tersebut mungkin hanya laku 10 biji per bulan,” bebernya.

Baca Juga :  Daya Beli Ponsel Biasa Masih Tinggi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/