alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pilih Wilayah Pinggiran, Empat SMA di Bojonegoro ini Layaknya SMK

BOJONEGORO – Empat SMA di Bojonegoro dipilih sebagai sekolah double track. Sekolah yang dipilih berada di pinggiran. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Sumiarso mengatakan, program sekolah double track ini akan diberikan keterampilan khusus, layaknya SMK. 

Namun, empat sekolah tersebut masih tetap siswa SMA. “Itu diberikan keterampilan khusus,” katanya kemarin (9/2). Empat sekolah, yaitu SMAN Gondang, SMAN Tambakrejo, SMAN Ngraho, dan SMAN Kasiman.

Provinsi memilih sekolah-sekolah di wilayah pinggiran. Sebab, sekolah-sekolah tersebut siswanya banyak yang tidak melanjutkan kuliah. “Sehingga diberikan pelatihan itu,” jelasnya. 

Sumiarso menjelaskan, pemprov memilih sekolah yang siswanya minim melanjutkan. Tujuannya, mereka memiliki keterampilan wirausaha. Sehingga, saat terjun ke masyarakat bisa menerapkannya. 

Baca Juga :  Juri Seniman Akui Karya Peserta Sangat BaikĀ 

Program tambahan yang diberikan yaitu, berupa pelatihan kewirausahaan. Seperti membuat makanan dan aneka kerajinan. Mereka juga akan dibelaki ilmu pemasaran. Sehingga, produk yang mereka hasilkan bisa diterima pasar. 

Sumiarso menambahkan, selain diberikan keterampilan para siswa di sekolah itu juga diberikan dana pinjaman. Mereka diberikan pinjaman senilai Rp 1 juta untuk mengembangkan usahannya. Dana itu harus diputar sebagai usaha supaya bisa berkembang. 

BOJONEGORO – Empat SMA di Bojonegoro dipilih sebagai sekolah double track. Sekolah yang dipilih berada di pinggiran. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Sumiarso mengatakan, program sekolah double track ini akan diberikan keterampilan khusus, layaknya SMK. 

Namun, empat sekolah tersebut masih tetap siswa SMA. “Itu diberikan keterampilan khusus,” katanya kemarin (9/2). Empat sekolah, yaitu SMAN Gondang, SMAN Tambakrejo, SMAN Ngraho, dan SMAN Kasiman.

Provinsi memilih sekolah-sekolah di wilayah pinggiran. Sebab, sekolah-sekolah tersebut siswanya banyak yang tidak melanjutkan kuliah. “Sehingga diberikan pelatihan itu,” jelasnya. 

Sumiarso menjelaskan, pemprov memilih sekolah yang siswanya minim melanjutkan. Tujuannya, mereka memiliki keterampilan wirausaha. Sehingga, saat terjun ke masyarakat bisa menerapkannya. 

Baca Juga :  Tujuh Pelajar Ikuti UNBK Susulan

Program tambahan yang diberikan yaitu, berupa pelatihan kewirausahaan. Seperti membuat makanan dan aneka kerajinan. Mereka juga akan dibelaki ilmu pemasaran. Sehingga, produk yang mereka hasilkan bisa diterima pasar. 

Sumiarso menambahkan, selain diberikan keterampilan para siswa di sekolah itu juga diberikan dana pinjaman. Mereka diberikan pinjaman senilai Rp 1 juta untuk mengembangkan usahannya. Dana itu harus diputar sebagai usaha supaya bisa berkembang. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/