alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Miliki Poli Gangguan jiwa, Puskesmas Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

BABAT – Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat, masih jauh kesiapannya sebagai pusat layanan jiwa di Puskesmas Karangkembang. “Catatan kami dari lapangan, kesiapannya kurang lebih baru 40 persen,” kata Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.Dia mengaku kemarin (9/2) bersama anggota komisinya meninjau pelayanan dan bangunan fisik puskesmas tersebut.

”Kita ingin melihat kesiapannya sebagai calon puskesmas paripurna yang didalamnya ada poli khusus layanan jiwa,” imbuhnya.Politisi fraksi PAN itu mendorong dinas kesehatan (dinkes) dan pihak puskesmas cepat menuntaskan layanan jiwa.

Sehingga, nantinya ada satu puskesmas yang bisa diandalkan dalam pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ”Kita dorong harus tuntas paling lambat awal 2019,” tutur Mahfudl.  

Baca Juga :  Pasar LCGC Terus Menguat

Seperti diberitakan, tahun ini Puskesmas Karangkembang dikucuri anggaran Rp 9 miliar. Anggaran tersebut untuk melanjutkan proyek fisik tahap pertama yang dituntaskan tahun lalu. Dia juga mengimbau agar pembangunan gedung terus ditingkatkan. 

”Kami berharap berdirinya Puskesmas paripurna di Babat ini nantinya bisa menjadi ikon dan rujukan pasien jiwa di wilayah Lamongan dan sekitarnya,” ujar Mahfudl.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Karangkembang Siti Murningsih menyatakan, untuk merampungkan target seratus persen, merupakan kewenangan kabupaten. Namun, pihaknya siap untuk mendukung jika memang ditargetkan tuntas awal tahun depan. 

”Tentu kita sangat mendukung apa yang menjadi harapan komisi D,” katanya. 

BABAT – Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat, masih jauh kesiapannya sebagai pusat layanan jiwa di Puskesmas Karangkembang. “Catatan kami dari lapangan, kesiapannya kurang lebih baru 40 persen,” kata Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.Dia mengaku kemarin (9/2) bersama anggota komisinya meninjau pelayanan dan bangunan fisik puskesmas tersebut.

”Kita ingin melihat kesiapannya sebagai calon puskesmas paripurna yang didalamnya ada poli khusus layanan jiwa,” imbuhnya.Politisi fraksi PAN itu mendorong dinas kesehatan (dinkes) dan pihak puskesmas cepat menuntaskan layanan jiwa.

Sehingga, nantinya ada satu puskesmas yang bisa diandalkan dalam pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ”Kita dorong harus tuntas paling lambat awal 2019,” tutur Mahfudl.  

Baca Juga :  Temukan Banyak Hewan Kurban Belum Cukup Umur

Seperti diberitakan, tahun ini Puskesmas Karangkembang dikucuri anggaran Rp 9 miliar. Anggaran tersebut untuk melanjutkan proyek fisik tahap pertama yang dituntaskan tahun lalu. Dia juga mengimbau agar pembangunan gedung terus ditingkatkan. 

”Kami berharap berdirinya Puskesmas paripurna di Babat ini nantinya bisa menjadi ikon dan rujukan pasien jiwa di wilayah Lamongan dan sekitarnya,” ujar Mahfudl.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Karangkembang Siti Murningsih menyatakan, untuk merampungkan target seratus persen, merupakan kewenangan kabupaten. Namun, pihaknya siap untuk mendukung jika memang ditargetkan tuntas awal tahun depan. 

”Tentu kita sangat mendukung apa yang menjadi harapan komisi D,” katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/