alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Kontraktor Jembatan Trucuk Terancam Blacklist

BOJONEGORO – Kontraktor proyek Jembatan Bojonegoro-Trucuk, PT Bintang Sembilan terancam di-blacklist. Itu terjadi jika rekanan tersebut tidak bisa menyelesaikan proyek sampai akhir Maret mendatang.

“Sesuai peraturan menteri keuangan, proyek itu harus selesai 30 Maret mendatang,” kata Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Fauzan ditemui di ruang kerjanya kemarin (9/2).

Fauzan melanjutkan, komisi D sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek tersebut. Kontraktor yang mengerjakan proyek juga siap menyelesaikan akhir Maret mendatang. “Pada 4 Maret nanti jembatan itu sudah nyambung,“ terangnya.

Saat ini, jembatan tersebut masih belum menyambung. Sebab, pengerjaannya mengalami berbagai kendala. Diantaranya adanya tanah longsor di bibir Bengawan Solo. “Itu murni disebabkan oleh alam,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, upaya dilakukan rekanan mencari tahu status tanah yang longsor itu. Jika tanah itu milik pribadi, kontraktor siap membelinya.

Baca Juga :  SDN Made IV Lamongan Raih SD Terinovatif Hingga Sekolah Tangguh

Sehingga, bisa secepatnya ditangani. ”Jika ada kerusakan tanaman juga akan diganti,” ujarnya. Selain itu, masalah paling urgen pada pembangunan itu adalah belum datangnya kawat bentang.

Hingga kini kawat yang akan menjadi penghubung jembatan itu masih belum tiba dari Tiongkok. Sehingga, penyelesaian jembatan tersebut hingga kini masih belum jelas.

Fauzan menjelaskan, keterlambatan itu bukan hal yang disengaja. Sebab, ada peraturan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diubah. Sebelumnya, barang yang didatangkan dari luar negeri bisa sekaligus. 

Kini, harus diperiksa dan diberi Standar Nasional Indonesia (SNI) setiap itemnya. ”Misalnya handphone. Dulu bisa langsung bisa di SNI dalam satu kesatuan. Kini harus per itemnya, yaitu baterai, casing, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bengawan Solo Siaga Hijau

Meski begitu, pihaknya tetap menuntut kontraktor menyelesaikan tepat waktu. Sebab, sesuai kontraknya jembatan itu seharusnya selesai Desember lalu.

Namun, hingga kini masih belum jelas kapan selesainya. ”Mereka siap Maret,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Fauzan menambahkan, jembatan Trucuk adalah megaproyek menggunakan dana APBD lumayan besar. Bahkan, jembatan itu tidak banyak dibangun di Indonesia. “Kalau tidak salah hanya ada dua. Satunya ya di Bojonegoro ini,” ucapnya.

Pelaksana Proyek PT Bintang Sembilan Hernoko Triwibowo belum memberikan keterangan mengenai hal itu. Sebab, pihaknya sedang akan kegiatan rapat di luar kota. ”Saya di luar kota. Kalau di Bojonegoro saja saya jelaskan,” singkatnya.

BOJONEGORO – Kontraktor proyek Jembatan Bojonegoro-Trucuk, PT Bintang Sembilan terancam di-blacklist. Itu terjadi jika rekanan tersebut tidak bisa menyelesaikan proyek sampai akhir Maret mendatang.

“Sesuai peraturan menteri keuangan, proyek itu harus selesai 30 Maret mendatang,” kata Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Fauzan ditemui di ruang kerjanya kemarin (9/2).

Fauzan melanjutkan, komisi D sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek tersebut. Kontraktor yang mengerjakan proyek juga siap menyelesaikan akhir Maret mendatang. “Pada 4 Maret nanti jembatan itu sudah nyambung,“ terangnya.

Saat ini, jembatan tersebut masih belum menyambung. Sebab, pengerjaannya mengalami berbagai kendala. Diantaranya adanya tanah longsor di bibir Bengawan Solo. “Itu murni disebabkan oleh alam,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, upaya dilakukan rekanan mencari tahu status tanah yang longsor itu. Jika tanah itu milik pribadi, kontraktor siap membelinya.

Baca Juga :  Rela Antre buat Nonton KKN di Desa Penari di Bioskop Bojonegoro

Sehingga, bisa secepatnya ditangani. ”Jika ada kerusakan tanaman juga akan diganti,” ujarnya. Selain itu, masalah paling urgen pada pembangunan itu adalah belum datangnya kawat bentang.

Hingga kini kawat yang akan menjadi penghubung jembatan itu masih belum tiba dari Tiongkok. Sehingga, penyelesaian jembatan tersebut hingga kini masih belum jelas.

Fauzan menjelaskan, keterlambatan itu bukan hal yang disengaja. Sebab, ada peraturan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diubah. Sebelumnya, barang yang didatangkan dari luar negeri bisa sekaligus. 

Kini, harus diperiksa dan diberi Standar Nasional Indonesia (SNI) setiap itemnya. ”Misalnya handphone. Dulu bisa langsung bisa di SNI dalam satu kesatuan. Kini harus per itemnya, yaitu baterai, casing, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Belajar Biologi Itu Menyenangkan

Meski begitu, pihaknya tetap menuntut kontraktor menyelesaikan tepat waktu. Sebab, sesuai kontraknya jembatan itu seharusnya selesai Desember lalu.

Namun, hingga kini masih belum jelas kapan selesainya. ”Mereka siap Maret,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Fauzan menambahkan, jembatan Trucuk adalah megaproyek menggunakan dana APBD lumayan besar. Bahkan, jembatan itu tidak banyak dibangun di Indonesia. “Kalau tidak salah hanya ada dua. Satunya ya di Bojonegoro ini,” ucapnya.

Pelaksana Proyek PT Bintang Sembilan Hernoko Triwibowo belum memberikan keterangan mengenai hal itu. Sebab, pihaknya sedang akan kegiatan rapat di luar kota. ”Saya di luar kota. Kalau di Bojonegoro saja saya jelaskan,” singkatnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/