alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pohon Tumbang Masih Jadi Ancaman

Radar Bojonegoro – Lagi-lagi pohon penghijauan pinggir jalan tumbang akibat disapu angin kencang sekitar pukul 12.30 kemarin (8/12). Pohon tumbang kali ini di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Dusun Dangkep, Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu.

Pantauan di lokasi kejadian, ukuran pohon imba cukup besar. Sehingga menutup akses jalan raya membujur timur-barat itu. Beruntung tak ada korban jiwa atau kendaraan tertimpa pohon memiliki ranting rimbun itu. Hanya, pohon tumbang ini memicu kemacetan panjang sekitar 3 kilometer.

Saat itu ada rombongan petugas satpol PP lewat di lokasi usai melaksanakan patroli. Para petugas pun bergegas membantu warga memotong kayu dan mengatur lalu lintas. Tidak lama kemudian, beberapa petugas Dinas Damkar Pos Padangan turun lokasi memotong pohon dan dibantu beberapa personel dari TRC BPBD Bojonegoro.

Baca Juga :  Berawal Pemain Musik Latar Teater, Kadang Demam Panggung

Saat antrean kendaraan mengular dan pemotongan pohon, sempat ada kejadian dua bus ngeblong mencoba menerobos masuk ke jalur kanan. Sontak petugas dari satpol PP menegur sopir bus. Bahkan banyak warga berteriak marah kepada para awak bus tersebut.

Sekitar satu jam, pemotongan pohon selesai. Jalan raya sudah bisa dilewati dan lalu lintas mulai normal. Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Teguh Aris mengatakan, laporan berasal dari anggota satpol PP kebetulan melintasi dan tahu ada pohon tumbang di jalan tersebut.

“Laporan masuk sekitar pukul 12.55, kami turunkan personel damkar dari Pos Padangan. Penanganan selesai sekitar 13.40,” tuturnya. Akibat seringkali terjadi pohon tumbang, Teguh mengimbau selama musim hujan seperti sekarang ini agar masyarakat lebih waspada. Ketika hujan sebaiknya tidak berkendara di jalan raya. Lebih baik cari tempat aman untuk berteduh.

Baca Juga :  1.295 Peserta Dapatkan PIN

“Potensi risiko pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang tentu lebih tinggi. Jadi para pengguna jalan harus lebih hati-hati,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Lagi-lagi pohon penghijauan pinggir jalan tumbang akibat disapu angin kencang sekitar pukul 12.30 kemarin (8/12). Pohon tumbang kali ini di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Dusun Dangkep, Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu.

Pantauan di lokasi kejadian, ukuran pohon imba cukup besar. Sehingga menutup akses jalan raya membujur timur-barat itu. Beruntung tak ada korban jiwa atau kendaraan tertimpa pohon memiliki ranting rimbun itu. Hanya, pohon tumbang ini memicu kemacetan panjang sekitar 3 kilometer.

Saat itu ada rombongan petugas satpol PP lewat di lokasi usai melaksanakan patroli. Para petugas pun bergegas membantu warga memotong kayu dan mengatur lalu lintas. Tidak lama kemudian, beberapa petugas Dinas Damkar Pos Padangan turun lokasi memotong pohon dan dibantu beberapa personel dari TRC BPBD Bojonegoro.

Baca Juga :  Terinspirasi Limbah Pohon Pisang Berserakan

Saat antrean kendaraan mengular dan pemotongan pohon, sempat ada kejadian dua bus ngeblong mencoba menerobos masuk ke jalur kanan. Sontak petugas dari satpol PP menegur sopir bus. Bahkan banyak warga berteriak marah kepada para awak bus tersebut.

Sekitar satu jam, pemotongan pohon selesai. Jalan raya sudah bisa dilewati dan lalu lintas mulai normal. Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Teguh Aris mengatakan, laporan berasal dari anggota satpol PP kebetulan melintasi dan tahu ada pohon tumbang di jalan tersebut.

“Laporan masuk sekitar pukul 12.55, kami turunkan personel damkar dari Pos Padangan. Penanganan selesai sekitar 13.40,” tuturnya. Akibat seringkali terjadi pohon tumbang, Teguh mengimbau selama musim hujan seperti sekarang ini agar masyarakat lebih waspada. Ketika hujan sebaiknya tidak berkendara di jalan raya. Lebih baik cari tempat aman untuk berteduh.

Baca Juga :  Ketagihan Ngopi, Pria Ini Curi Ikan Tambak Milik Tetangganya

“Potensi risiko pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang tentu lebih tinggi. Jadi para pengguna jalan harus lebih hati-hati,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/